Indonesia Bersiap Menjadi Basis Produksi Mobil Listrik Global

Dipublikasikan oleh Admin

12 April 2024, 07.04

Sumber: kompas.com

Industri otomotif menjadi salah satu sektor pembangunan prioritas dalam peta jalan “Making Indonesia 4.0” yang dicanangkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Rencana ini akan mengubah industri otomotif dan menjadikannya lebih kompetitif. Pada saat yang sama, biaya berkurang, penjualan meningkat, dan peluang terbuka untuk memperluas pasar di seluruh dunia.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier mengatakan, Indonesia berpotensi menjadi hub produksi kendaraan listrik global.

Lebih lanjut menurut Taufiek Bawazier, Indonesia telah menerapkan roadmap pengembangan kendaraan listrik melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020.

“Sangat penting bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia karena kami yakin permintaan kendaraan listrik di seluruh dunia akan meningkat di masa depan,” kata Taufiek Bawazier, dalam keterangan resminya pada tanggal 24 Oktober 2021.

“Indonesia menargetkan pengembangan komponen utama kendaraan listrik seperti baterai, motor listrik, dan inverter,” ujarnya.

Hal ini dimungkinkan karena pemerintah Indonesia sedang fokus mengembangkan industri kendaraan listrik.

Seperti diketahui, beberapa peraturan dan pedoman telah dikeluarkan untuk memudahkan menarik investor ke tanah air.

“Salah satu investasi yang didukung adalah pengembangan baterai karena merupakan komponen kunci kendaraan listrik (EV) dan Indonesia memiliki bahan baku berupa aluminium, tembaga, grafit, nikel, mangan, dan kobalt,” kata Taufiek.

Taufiek Bawazier menjelaskan bahwa Indonesia merupakan pasar kendaraan mobil terbesar di Asia Tenggara. Ekosistem sektor ini mempekerjakan lebih dari 1,5 juta orang.

Lebih lanjut Taufiek mengatakan “Saat ini industri otomotif Indonesia ditopang oleh industri komponen primer, sekunder, dan tersier yang berperan penting dalam peningkatan produktivitas industri”.

“Pemerintah terus melakukan pembenahan ekosistem industri otomotif karena berdampak luas khususnya terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya,” ujarnya.

Disadur dari: otomotif.kompas.com