Hal Unik! Arti Lukisan Abstrak dari Tikar Mendong Karya Leeman

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

15 Maret 2024, 10.34

Sumber: travel.kompas.com

Dari kejauhan, lukisan tersebut terlihat seperti lukisan abstrak biasa dengan warna yang mencerminkan cerita yang ingin disampaikan oleh pelukisnya. Namun, ketika diperhatikan lebih dekat, perbedaannya menjadi jelas. Ayaman daun mendong terlihat melalui warna lukisan tersebut. Lukisan yang dipajang adalah karya Sulaiman atau Leeman yang menggunakan media tikar dari mendong. Lukisan-lukisan tersebut dipamerkan di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM) Kota Malang pada Sabtu, 21 Juli 2018.

Ada empat lukisan yang menggunakan media tikar mendong, sementara yang lainnya menggunakan kanvas. Leeman, seorang pelukis berusia 52 tahun asal Sawojajar, Kota Malang, sering menggunakan tikar mendong dalam karyanya. Selain alasan artistik, melukis di atas tikar mendong juga dimaksudkan untuk melestarikan budaya yang mulai punah.

Menurut Leeman, penggunaan tikar mendong mulai berkurang karena ketersediaan alas yang lebih praktis. Baginya, tikar mendong memiliki banyak arti, salah satunya sebagai simbol kebersamaan. Tikar mendong dahulu digunakan sebagai alas saat menggelar rapat atau berkumpul, serta sering digunakan sebagai alas saat menguburkan orang meninggal atau dalam ritual pindahan rumah.

Karir Leeman sebagai pelukis dimulai ketika dia bekerja untuk sebuah perusahaan rokok, di mana dia dikontrak untuk melukis baliho. Namun, seiring berkembangnya teknologi, tenaganya tidak lagi diperlukan karena perusahaan beralih ke printer. Dia kemudian mulai mengekspresikan keterampilannya dengan melukis mandiri sejak tahun 1990-an, dan menemukan cara untuk melukis di atas tikar mendong. Bagi Leeman, melukis di atas tikar mendong sama saja dengan melukis di atas kanvas.

 

Disadur dari: travel.kompas.com