Haji Isam Investasi Rp 6,3 Triliun untuk Bangun Smelter Nikel Pertama di Kalimantan

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

08 Maret 2024, 08.45

Sumber: kompas.com

BATULICIN, KOMPAS.com - PT Jhonlin Group berencana membangun smelter nikel di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pemilik PT Jhonlin Group sendiri, Andi Syamsuddin Arsyad atau akrab disapa Haji Isam, mengemukakan rencana pembangunan smelter nikel tersebut.

Menurut Haji Isam, Jhonlin Group akan berinvestasi sebesar 440 juta dolar, sekitar 6,3 triliun rupiah.

Dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (19 Desember 2021), Haji Issam mengatakan: "Rencana pembangunannya akan dimulai April tahun depan, April 2022, dan nilai investasinya 440 dolar."

Smelter nikel akan dibangun di lahan seluas 2.000 hektare. Isam mengatakan, smelter nikel ini merupakan smelter nikel pertama di Pulau Kalimantan.

Menurutnya, pabrik nikel tersebut diperkirakan akan menyerap 10.000 pekerja dengan sasaran warga Kabupaten Tanah Bumbu.

"Pabrik produksi nikel akan dibangun bersebelahan dengan pabrik biogas yang sudah dibangun," jelasnya.

Haji Isam juga mengatakan, selain pabrik nikel, PT Jhonlin Group juga berencana membangun dua pabrik lagi.

Untuk memastikan rencana tersebut berjalan dengan baik, PT Jhonlin Group akan berlokasi di kawasan Tanabumbu. .

Di kawasan tersebut terdapat empat pabrik yang saling mendukung, khususnya pabrik biodiesel yang sudah beroperasi sejak Joko Widodo menjabat belum lama ini.

Selain itu terdapat pabrik produksi nikel, pabrik kayu lapis dan pabrik pengolahan plastik.

"Kawasan ekonomi khusus ini diharapkan dapat menunjang perekonomian nasional dan daerah dan tentunya akan melibatkan banyak tenaga kerja," ujarnya.

Harap diperhatikan bahwa menurut peraturan pemerintah, setiap perusahaan pertambangan harus membuat mesin metalurgi. Hal ini untuk memastikan seluruh hasil penambangan tidak dikirim dalam format mentah.

Disadur dari :  https://money.kompas.com/read/2021/12/20/113900926/bangun-smelter-nikel-pertama-di-kalimantan-haji-isam-siapkan-rp-6-3-triliun