Gas Alam Memiliki Peran Penting dalam Masa Transisi Energi

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

23 Februari 2024, 10.56

Sumber: https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/permintaan-gas-bumi-negara-anggota-asean-tahun_230815070119-221.jpg

 

Indonesia tengah menuju transisi energi bersih dengan target Net Zero Emission (NZE) pada 2060, namun penggunaan energi dari bahan bakar fosil, termasuk gas bumi, masih penting hingga mencapai target tersebut. Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) menekankan penggunaan gas bumi secara optimal sebagai sumber energi yang lebih bersih daripada minyak bumi. RUEN menetapkan target penggunaan gas bumi minimal 22% pada 2025 dan minimal 24% pada 2050 dalam bauran energi nasional.

Untuk memenuhi kebutuhan energi yang semakin meningkat, Indonesia perlu memastikan pasokan gas bumi mencapai 9.786,7 juta standar kaki kubik per hari pada 2025 dan 27.013,1 MMSCFD pada 2050. RUEN juga mewajibkan pengurangan ekspor gas bumi menjadi kurang dari 20% pada 2025 dan penghentian ekspor paling lambat pada 2026, serta meningkatkan investasi di hulu migas untuk menemukan cadangan baru.

Meskipun Indonesia memiliki potensi cadangan gas yang cukup, tantangan infrastruktur dan kebijakan harus diatasi agar produksi gas nasional dapat diserap secara optimal oleh sektor domestik. SKK Migas menggelar konvensi untuk membahas isu-isu ini, dengan harapan dapat membangun sinergi antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi di sektor domestik.

 

Disadur dari: https://ekonomi.republika.co.id/berita/rzeo7h383/gas-alam-pegang-peranan-vital-selama-masa-transisi-energi