Ditargetkan Rampung Akhir April 2022, Kementerian PUPR Selesaikan Pembangunan Huntap Korban Erupsi Semeru secara Bertahap

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

12 Februari 2024, 15.52

Foto: Kementerian PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mempercepat pembangunan rumah tetap (huntap) berbentuk rumah pribadi (rusus) sebanyak 1.951 rumah di Kabupaten Rumajang, Provinsi Jawa Timur. Pembangunan gedung tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki kerusakan pasca erupsi Gunung Semeru pada Desember 2021..

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah terdampak bencana tidak hanya sekedar membangun rumah rusak, namun juga kemampuan membangun rumah baru yang kuat terhadap kecelakaan..

“Pendekatan ini bukan tentang membangun dan mengembalikan kerentanan terhadap bencana, tapi tentang membangun yang lebih baik dan lebih aman dari sebelumnya,” kata Menteri Basuki..

Kementerian PUPR dan BUMN Karya PT Brantas Abipraya dan PT Hutama Karya melalui Direktorat Jenderal Perumahan atas instruksi Presiden Jokowi mulai membangun shelter bagi korban letusan Gunung Semeru berupa rumah berteknologi RISHA . (Rumah Instan Sehat Sederhana), cepat Struktur prefabrikasi yang dapat dibangun dengan menggunakan ..

Huntap RISHA mengirimkan Tipe 36 ke Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, untuk mengevakuasi warga terdampak letusan gunung berapi di tujuh desa di wilayah Lumajang, yakni Desa Sumbersari, Desa Kebondeli Utara, dan Desa Kebondeli Utara. Desa Kebondeli Selatan, Desa Curah Koboan, Desa Gumukmas, dan Desa Kamarkrajan. Kami bangun rumah di desa Desa Khazar Kuning,” kata Iwan Suprijanto, Kepala Dinas Perumahan Kementerian PUPR..

Berdasarkan data, hingga saat ini pekerjaan pondasi, perakitan rangka RISHA sebanyak 631 unit, pekerjaan pemasangan dinding sebanyak 344 unit, dan pekerjaan penutup atap sebanyak 88 unit..

Targetnya unit 126 selesai akhir Februari 2022 dan unit 1.825 akhir April 2022. kata Lee Wan..

Selain gedung, kawasan Huntop juga akan menjadi tempat beraktivitas sehari-hari warga, antara lain ruang publik, gereja, sekolah, taman bermain, taman olah raga, ruang terbuka hijau (RTH), dan pasar..

Untuk mendukung keputusan tersebut, Dinas PUPR juga akan membangun titik air bersih dari Sungai Tunggeng dengan debit 10 liter/detik dan hutan bambu dengan debit 134 liter/detik, 2.000 sambungan tetap (SR). )..

Disadur dari artikel artikel: pu.go.id