Dinamika Perencanaan Kota: Tantangan, Kontroversi, dan Estetika dalam Pengembangan Urbanisme

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

21 Februari 2024, 11.22

Sumber: id.wikipedia.org

Di negara-negara maju, terdapat penolakan terhadap kekacauan buatan manusia yang berlebihan di lingkungan visual, seperti papan tanda, poster, dan papan reklame. Topik lain yang hangat diperdebatkan di kalangan perencana kota adalah ketegangan antara pertumbuhan pinggiran kota, kepadatan penduduk, dan perumahan baru. Pencampuran kepemilikan tanah dan budidaya serta pemisahan zona geografis dimana terdapat penggunaan yang berbeda juga dibahas. Meskipun perencanaan kota berhasil, pertimbangan diberikan pada karakter perkotaan, identitas lokal, penghormatan terhadap warisan budaya, pejalan kaki, lalu lintas, fasilitas dan bencana alam.

Perencana dapat membantu mengendalikan pertumbuhan perkotaan dengan menggunakan alat seperti zonasi dan manajemen pertumbuhan untuk mengatur penggunaan lahan. Secara historis, banyak kota terindah saat ini merupakan hasil dari sistem pembatasan dan pedoman yang ketat dan sudah berlangsung lama mengenai ukuran, penggunaan, dan karakteristik bangunan. Ini menawarkan banyak kebebasan, namun meningkatkan gaya, keamanan dan seringkali material dengan cara yang praktis. Banyak teknik rekayasa tradisional kini telah diubah menjadi istilah modern "pertumbuhan cerdas".

Beberapa kota telah direncanakan sejak awal, dan meskipun hasilnya seringkali tidak berjalan sesuai rencana, seringkali terdapat bukti dari rencana awal. (Lihat daftar kota yang direncanakan)

Tujuan dari tren arsitektur klasik baru abad ke-20 dan ke-21 adalah untuk mengembangkan pertumbuhan kecerdasan estetis di kawasan perkotaan dan meneruskan tradisi arsitektur dan desain klasik.

Disadur dari Artikel : id.wikipedia.org