Buku Terbaru: Dinamika Industri Otomotif Indonesia Selama 5 Dekade Lebih

Dipublikasikan oleh Admin

12 April 2024, 07.15

Sumber: Merdeka.com

Buku baru tentang industri otomotif Indonesia dan struktur industrinya, 'Industri Otomotif: Menjadi Tokoh Utama di Era Kendaraan Listrik' diluncurkan pada Selasa 14 Desember di Dreams Cafe, Senayan Park, Jakarta.

Buku baru tersebut ditulis oleh Agus Jahajana Wiraksuma, mantan Direktur Jenderal Kementerian Perindustrian yang memiliki pengalaman luas di industri otomotif tanah air dan saat ini menjabat sebagai staf khusus di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Menurut Agus, perkembangan industri otomotif di Republik ini sangat penting dan strategis bagi perekonomian nasional, termasuk untuk menunjang ekspor nonmigas dalam negeri. Selama lebih dari 50 tahun, industri ini telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi negara, baik dalam hal penciptaan nilai ekonomi, pertumbuhan lapangan kerja dan perluasan teknologi tinggi, khususnya dalam penggunaan otomatisasi dan robotika di fasilitas produksi.

Perkembangan dan kemajuan industri otomotif Indonesia juga semakin meningkat, apalagi sejak tahun 2012, pasar mobil Indonesia telah mencapai 1 juta unit kendaraan, yang menempatkan Indonesia di antara kelompok elite dunia, “klub pasar satu juta unit”. Hal ini semakin dikenal di seluruh dunia. Sejak pencapaian itu, reputasi industri otomotif dalam negeri di mata dunia internasional semakin berkembang dan banyak merk mobil internasional yang tertarik, dengan Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan bagian dari rantai pasokan global.

Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa industri otomotif merupakan salah satu industri utama republik ini. Berdasarkan data yang dihimpun Badan Kebijakan Fiskal, BPS, dan BKPM, kontribusi industri otomotif terhadap perekonomian nasional (PDB) sebesar 1,76% atau setara dengan Rp 260,9 triliun pada tahun 2019. Sumbangan tersebut salah satunya berasal dari pajak cukai kendaraan bermotor. Selain itu, mobil produksi dalam negeri telah berhasil memasuki pasar ekspor hingga 83 negara.

“Perjalanan panjang dan dinamisme industri otomotif Indonesia belum terdokumentasi secara utuh dan baik. Terkait hal tersebut, saya telah menulis buku berjudul 'Industri Otomotif untuk Bangsa: Menjadi Tokoh Protagonis Era Kendaraan Listrik', kata Agus Jahajana kemarin di Dreams Café Senayan Park.

Dalam acara peluncuran buku, beberapa tokoh industri otomotif juga turut hadir dalam acara tersebut. Terlihat Soebronto Laras, Presiden Komisaris PT Indomobil Sukses International Tbk; dan Benawati Abbas, Senior Vice President PT Honda Prospect Motor, serta sahabat dan kerabat Agus Tjahajana.

Buku yang dipublikasikan oleh Pustaka Kaji ini bertujuan untuk memperkaya data dan dokumentasi industri otomotif dalam negeri. Buku ini juga hadir di tengah era industri baru menuju kendaraan tanpa emisi dan upaya pemerintah untuk memperkenalkan sistem pajak baru untuk mobil, yakni pajak emisi atau pajak karbon yang diberlakukan terhitung mulai tanggal 16 Oktober 2021.

Dalam proses penulisannya, Agus Tjahajana didukung oleh M. Shakur Usman, Senior Editor Merdeka.com dan Lahyanto Nadie, mantan Managing Editor Bisnis Indonesia.

Tentang Era Mobil Listrik

Buku ini diawali dengan fakta-fakta bisnis mobil Indonesia yang sudah ada sejak negara ini berada di bawah pemerintahan kolonial Belanda. Perdagangan mobil pada periode ini mendorong beberapa merek mobil Amerika dan Eropa masuk ke Indonesia bersama mitra wirausaha lokal. Pengusaha lokal bertindak sebagai importir dan menjual mobil dari Amerika dan Eropa. Buku tersebut juga menggambarkan orang-orang yang memelopori perkembangan industri otomotif Indonesia, seperti William Soeryadjaya, Hadi Budiman, Sjarnoebi Said, dan Soebronto Laras.

Bersama perusahaan atau grup perusahaannya, mereka membuka jalan bagi merk otomotif global seperti PT Astra International Tbk, PT Honda Prospect Motor, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia dan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, serta PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. Jasa mereka telah menciptakan merk mobil global yang berasal dari Jepang. Toyota, Honda, Suzuki dan Mitsubishi telah hadir di Indonesia sejak tahun 1970-an dan masih sukses di industri hingga saat ini.

Menariknya, buku tersebut juga bercerita tentang perjuangan Indonesia membangun merk mobil nasional (mobnas) dalam konteks global. Mulai dari era "mobnas", sebelum sedan Timor dan mobil Esemka, hingga mikrocar nasional seperti Ammdes. Inilah salah satu cerita menarik tentang perkembangan industri ini di Indonesia, dan contoh betapa sulitnya mengembangkan mobil bermerek nasional.

Buku ini juga menjelaskan secara spesifik peluang dan tantangan industri otomotif Indonesia di era kendaraan listrik. Termasuk bagaimana Indonesia berpotensi menjadi pemain utama di era kendaraan tanpa emisi setelah era mobil bermesin pembakaran dalam (ICE).

"Saya berharap buku ini dapat menjadi referensi lengkap dan lengkap mengenai industri otomotif yang telah memberikan kontribusi begitu besar bagi negara ini selama 50 tahun. Semoga buku ini dapat menarik perhatian generasi muda dan berbagai kalangan yang ingin mendalami pemahaman struktur industri otomotif Indonesia,” ujarnya.

Menurut Agus Tjahajana, mengingat terbatasnya literatur mengenai struktur industri otomotif Indonesia secara keseluruhan, maka buku ini akan menjadi referensi penting bagi seluruh pemangku kepentingan di industri manufaktur pada umumnya, dan kita semua berharap dapat meletakkan landasan yang kokoh tentang bagaimana industri otomotif harus terstruktur di tengah babak baru industri otomotif dalam negeri, industri otomotif akan berkembang ke depan. Selain itu, buku ini juga merangkum kebijakan dan peraturan yang mengatur industri ini dari tahun 1970 hingga 2021, serta memuat peristiwa penting dan menarik yang terjadi pada periode tersebut.

Disadur dari: www.merdeka.com