BRIN Mendorong Pengembangan Riset dan Inovasi di Sektor Energi dan Manufaktur untuk Mendukung Visi Indonesia Emas 2045

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

24 April 2024, 07.42

Sumber: minio.brin.go.id

Humas BRIN, Tangsel. Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan di sektor energi dan manufaktur, semangat warga lokal tetap berkobar untuk terus melakukan penelitian guna mendukung Indonesia Emas 2045. Diproyeksikan bahwa pada tahun 2045, sekitar 60-70% penduduk Indonesia akan memasuki usia kerja, dan negara ini bertekad menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia. Wakil Direktur Jenderal BRIN, Amarullah Octavian, menyampaikan bahwa "Indonesia Emas 2045" adalah visi jangka panjang pemerintah Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2045, yang juga merupakan peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia.

Amarullah menekankan bahwa penelitian dan inovasi di sektor energi dan manufaktur memiliki peran yang sangat penting dalam mencapai ketahanan energi nasional dan meningkatkan daya saing. Pada acara Webinar Series ENMA yang bertema "Inovasi dan Pendukung Inovasi," Amarullah berharap penelitian dan inovasi BRIN dapat memberikan ilmu, inspirasi, dan ide untuk kerjasama dengan industri demi meningkatkan kualitas.

Hasnan Abimanyu, Direktur Organization for Energy and Manufacturing Research (OREM) BRIN, menjelaskan bahwa webinar tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Webinar Series ENMA yang telah dimulai sejak awal tahun 2023. Tujuannya adalah meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara peneliti OREM, mitra industri, dan pemangku kepentingan lainnya. Hasnan berharap penelitian yang dilakukan oleh BRIN dapat membantu meningkatkan Produksi Domestik Bruto (PDB) sektor energi di Indonesia.

Dalam webinar tersebut, hasil berbagai penelitian dan inovasi dari bidang energi dan manufaktur dipaparkan, dengan harapan dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan visi "Indonesia Emas 2045". Para pembicara termasuk Nugroho Adi Sasonko, Direktur Pusat Penelitian Evaluasi Sistem Produksi Berkelanjutan dan Siklus Hidup (PR SPBPDH), Aam Muharram, Direktur Pusat Penelitian Teknologi Transportasi (PR TT), Mahfuz Al Huda, Direktur Pusat Penelitian Teknologi Kekuatan Struktur (PRTKS), dan Wijo Konko, Direktur Pusat Penelitian Teknologi Dinamika Fluida (PR BTH).

Webinar ini diikuti oleh berbagai perusahaan, universitas, dan instansi, menegaskan bahwa riset dan inovasi di sektor energi dan manufaktur menjadi kunci dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Kerjasama antara pemerintah, industri, dan akademisi menjadi penting untuk memperkuat ekosistem penelitian dan inovasi di bidang ini.
 

Sumber: mediaindonesia.com