BRIN Bekerja Sama dengan PT Tuban Steel Work dalam Mengembangkan Peralatan Proses untuk Industri Migas dan Kimia di Dalam Negeri

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

24 April 2024, 16.39

Sumber: minio.brin.go.id

Tangerang Selatan. Tim Humas BRIN melaporkan bahwa kebutuhan akan bahan bakar di Indonesia kini mencapai level yang sangat tinggi, terutama dengan volume impor minyak bumi yang hampir mencapai 400 ribu barel per hari. Untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan mencapai ketahanan energi, diperlukan peningkatan dalam industri kilang minyak di dalam negeri.

Saat ini, kapasitas produksi kilang minyak di Indonesia masih rendah, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 48 hari pada tahun 2013 dan diproyeksikan akan turun menjadi 38 hari pada tahun 2025. Untuk meningkatkan kapasitas produksi, pemerintah telah meluncurkan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) bersama dengan pembangunan kilang minyak baru (Grass Root Refinery). Dengan revitalisasi 5 kilang di Cilacap, Balikpapan, Plaju, Balongan, dan Dumai, produksi diperkirakan akan meningkat sebesar 150%.

Pembangunan kilang-kilang ini juga membutuhkan peralatan proses yang dapat meningkatkan ekonomi dalam negeri jika diproduksi di dalam negeri. Salah satu peralatan yang sering diperlukan adalah process column vessel dan peralatan internalnya, yang saat ini sebagian besar diimpor dari luar negeri.

BRIN, melalui Pusat Riset Teknologi Industri Proses dan Manufaktur Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM), telah menjalin kemitraan dengan PT Tuban Steel Work untuk mengembangkan peralatan proses untuk industri minyak, gas bumi, dan kimia. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Gedung B.J. Habibie, Thamrin, Jakarta Pusat, pada Jumat (17/11).

Hens Saputra, Direktur Pusat Penelitian Industri Proses dan Teknologi Manufaktur, mengungkapkan bahwa kerja sama riset ini sebenarnya menggabungkan potensi BRIN, pengalaman penelitian, fasilitas laboratorium, dan simulasi teknis dengan pengalaman manufaktur PT Tuban Steel Work (TWS). Kombinasi ini bertujuan untuk lebih mengembangkan penelitian BRIN agar dapat digunakan oleh produsen dalam negeri dalam mendukung proyek pembangunan pabrik kimia dan migas di Indonesia, serta potensial untuk diekspor ke negara lain. Kerja sama ini diharapkan juga dapat meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) peralatan proses, yang pada gilirannya akan menciptakan lapangan kerja terampil di industri proses migas dan kimia.

Selanjutnya, I Ketut Parwatha, Direktur PT Tuban Steel Work (TSW), menyatakan bahwa kerja sama ini akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi BRIN dan PT TSW, tetapi juga bagi bangsa dan provinsi. Meningkatkan TKDN dan mengurangi ketergantungan terhadap impor adalah prioritas yang penting, serta meningkatkan kemampuan teknologi dalam negeri untuk bersaing secara global.

Komisioner Surat Indrijalso menegaskan pentingnya kerjasama penelitian ini, yang tidak hanya penting dalam penandatanganan PKS, tetapi juga dalam memperhatikan faktor TKDN dan infrastruktur pendukung lainnya. Fokus pada rantai pasokan dalam negeri sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan industri lokal. Dalam hal ini, produk yang dihasilkan dari kerja sama ini harus dapat dimanfaatkan secara luas oleh pasar domestik, sehingga mendukung upaya penguatan ekonomi dalam negeri.

Langkah-langkah selanjutnya termasuk perbaikan atau penyempurnaan desain peralatan kolom internal yang sudah ada, penelitian dan inovasi untuk mendapatkan desain baru, pengujian kinerja prototipe, dan pengajuan kekayaan intelektual terkait. Kerja sama ini diharapkan juga dapat meningkatkan TKDN pabrik pengolahan Indonesia yang saat ini masih rendah, serta menciptakan lapangan kerja berkualitas di bidang peralatan proses.
 

Sumber: www.brin.go.id