BPPT Menyatakan Perlunya Inovasi Teknologi untuk Mengantisipasi Potensi Bencana

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

12 Maret 2024, 10.12

Sumber: Kepala BPPT Hammam Riza(Dok. BPPT)

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menegaskan pentingnya Indonesia meningkatkan strategi inovasi untuk menjadi negara yang tangguh dan tahan bencana. Menurut Direktur BPPT, Hammam Riza, upaya meningkatkan kapasitas dalam mengurangi kerentanan dan risiko bencana harus dilakukan melalui penelitian, pengembangan, dan penerapan program teknis di bidang kebencanaan. Hal ini termasuk kebijakan penelitian kebencanaan.

Webinar Strategi dan Inovasi Teknologi dijadwalkan diselenggarakan di Jakarta pada hari Kamis. Paradigma ekosistem inovasi bencana telah berubah, dengan semakin menyadari kebutuhan akan isu-isu kunci seperti pengembangan teknologi sistem peringatan dini multi-ancaman berbasis masyarakat, prakiraan berbasis dampak, peringatan berbasis risiko, dan sistem peringatan multi-bahaya global.

Hammam menekankan perlunya kebijakan dan strategi yang fokus pada penelitian kebencanaan setelah terbentuknya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Tantangan ke depan adalah memasukkan hasil penelitian dan inovasi bencana Indonesia sebagai prioritas nasional dan mendorong inovasi nasional serta global untuk mengurangi risiko bencana.

Meskipun frekuensi bencana meningkat di Indonesia dan menimbulkan kerugian ekonomi, pemerintah tetap melaksanakan program pemulihan ekonomi secara menyeluruh di semua sektor selama pandemi. Oleh karena itu, sinergi diperlukan untuk mengantisipasi bencana dan meminimalisir dampaknya.

BPPT tengah mengembangkan teknologi kebencanaan dalam negeri, termasuk penerapan Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (InaTEWS), teknologi modifikasi cuaca, dan penerapan kecerdasan buatan dalam penanggulangan tsunami serta kebakaran hutan dan lahan (Kalhutla).


Disadur dari: mediaindonesia.com