Berikut PTN dengan Jurusan Teknik Pertambangan di Indonesia, Apa Kamu Tertarik?

Dipublikasikan oleh Siti Nur Rahmawati

03 Agustus 2022, 17.35

rencanamu.id

Waspada.co.id – Jurusan Teknik Pertambangan menjadi salah satu disiplin ilmu yang sering diminati di berbagai Universitas. Teknik Pertambangan adalah salah satu cabang dari ilmu teknik yang fokusnya pada ilmu mengenai eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral bahan galian diantaranya perak, alumunium, emas, besi, batu bara dan lain-lain.

Lulusan dari jurusan disiplin ilmu ini mempunyai peluang untuk bekerja di berbagai perusahaan pertambangan swasta maupun instansi pemerintah seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) , Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berkecimpung di dunia energi seperti PT. Pertamina dan PT. Aneka Tambang Tbk, dan bisa bekerja sebagai surveyor maupun konsultan pertambangan.

 

Inilah daftar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menyediakan jurusan Teknik Pertambangan.

1. Institut Teknologi Bandung

Salah satu kampus terbaik di Indonesia ini letaknya di Kota Bandung yang diresmikan pada tanggal 2 Maret 1959. Bahkan sejak tanggal 14 Oktober 2013, ITB masuk dalam 10 Universitas Terbaik di Indonesia versi Webometrics. Kampus yang luasnya sekitar 795.646 m2 ini mempunyai jurusan Teknik Pertambangan dengan akreditasi A yang termasuk ke dalam Fakultas Pertambangan dan Perminyakan (FTTM).

2. Universitas Pembangunan Nasional “ Veteran” Yogyakarta

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVYK) didirikan pada tanggal 15 Desember 1958. UPN yang dikenal dengan sebutan kampus kejuangan mempunyai sejarah panjang sampai akhirnya kini UPN resmi menyandang status Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (BTN BLU) pada 31 Mei 2021.

3. Universitas Sriwijawa

Fakultas Teknik (FT) Universitas Sriwijaya (UNSRI) secara formal didirikan pada tahun 1960 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 1960 tentang Pendirian Universitas Sriwijaya. Saat itu Fakultas yang terbentuk ialah Fakultas Hukum, Ekonomi dan Teknik. Sementara Fakultas Teknik pada saat itu terdiri dari Jurusan Teknik Pertambangan dan Sipil.

4. Universitas Hassanudin

Universitas Hasanuddin (Unhas) ialah suatu perguruan tinggi negeri di Makassar, Sulawesi Selatan, yang berdiri pada 10 September 1956. Perguruan tinggi ini semula merupakan pengembangan dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ketika Bung Hatta masih menjadi wakil presiden. Awalnya, Unhas dibangun di Baraya. Tetapi, pada awal 1980-an, Unhas dipindahkan ke Tamalanrea.

5. Institut Teknologi Sumatera

Institut Teknologi Sumatera, disingkat ITERA, merupakan sebuah perguruan tinggi negeri yang ada di Provinsi Lampung di Pulau Sumatra . Lokasinya berada di antara wilayah Kabupaten Lampung Selatan dengan Kota Bandar Lampung.

6. Universitas Palangkaraya

Universitas Palangka Raya (UPR, sebutan lama UNPAR) merupakan satu-satunya perguruan tinggi negeri di Provinsi Kalimantan Tengah yang mempunyai 8 fakultas, yaitu Fakultas Teknik. Fakultas ini mempunyai 4 jurusan atau prodi, salah satunya ialah Jurusan Teknik Pertambangan yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Palangka Raya (UNPAR) mengenai Pendirian Program Studi Teknik Pertambangan No. 60/J.24/AK/2006.

7. Universitas Syiah Kuala

Program Studi S1 Teknik Pertambangan (PSTP) Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) didirikan pada tahun 2011 sebagai respon terhadap kebutuhan ahli pertambangan baik di luar negeri maupun di dalam negeri khususnya Provinsi Aceh. Kini jurusan Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala terakreditasi B.

8. Universitas Negeri Padang

Universitas Negeri Padang (UNP) merupakan hasil konversi IKIP Padang menjadi Universitas pada tahun 1999 yang pada mulanya bernama perguruan tinggi pendidikan guru (PTPG) yang berdiri pada tanggal 23 Oktober 1954. UNP terdiri dari 8 fakultas dan 1 Pascasarjana. Kampus UNP letaknya di kampus Air Tawar, Kota Padang. UNP terakreditasi A Institusi dari BAN-PT.

9. Universitas Halu Oleo

Cikal bakal didirikannya Universtas Halu Oleo ialah dengan didirikannya Universitas Sulawesi Tenggara pada tahun 1960-an oleh Drs. H. La Ode Manafraa. Pada awal berdirinya, kampus tersebut berlokasi di Kota Bau-Bau yang menjadi Ibu Kota Kabupaten Sulawesi Tenggara saat itu, sebelum kemudian dipindahkan ke Kendari yang menjadi Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara yang merupakan hasil dari pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan Tenggara.

 


Disadur dari sumber waspada.co.id

Artikel lainnya