Beres.id "Pamit" Mulai 30 Juni, "Startup" Tumbang Lagi, Apa Penyebabnya?

Dipublikasikan oleh Siti Nur Rahmawati

27 Juli 2022, 20.41

kuatbaca.com

Badai yang melanda perusahaan rintisan atau startup di Tanah Air belum selesai. Sesudah diterpa isu pemutusan hubungan kerja (PHK), kali ini giliran Beres.id yang pamit undur diri dari kancah perusahaan rintisan di tanah air, dilansir dari KOMPAS.com, JAKARTA.

Dikutip dari kanal resminya Beres.id, adanya pengumuman: "Penutupan Operasional Beres. Dengan berat hati kami umumkan Beres menghentikan operasional mulai 30 Juni 2022."

Perusahaan rintisan Beres.id bergerak di bidang jasa penyedia layanan rumah melalui teknologi.

Perusahaan ini menyediakan bermacam-macam jasa seperti perbaikan pipa air, perbaikan AC,  kontraktor, perbaikan kulkas, hingga jasa transportasi pindahah rumah.

"Tumbang" gara-gara Covid-19

Beres.id adalah bagian dari perusahaan rintisan asal Malaysia yaitu Kaodim. Perusahaan yang bergerak dalam urusan jasa layanan rumah ini juga beroperasi di Singapura dan Filipina.

Co-founder and CEO Kaodim Choong Fui Yu menuturkan, pandemi Covid-19 selama 2 tahun ini menjadi biang keroknya.

Dia menjelaskan bahwa hal-hal yang berdampak pada bisnis merupakan gangguan operasional, kekurangan tenaga kerja serta biaya operasional yang lebih tinggi.

"Maka dengan berat hati kita umumkan bahwa mulai 1 Juli 2022, Beres dan semua platform afiliasinya tidak akan beroperasi lagi," ungkap Choong Fui Yu dikutip Kompas.com Rabu(8/7/2022).

Pesangon karyawan tetap dibayarkan

Dia mengungkapkan, keputusan ini juga dikatalis dengan inflasi dan kenaikan biaya yang terjadi belakangan. Choong menjelaskan, hal ini memengaruhi permintaan pelanggan dan penyedia layanan.

"Hal itu juga memengaruhi margin dan pada gilirannya (memengaruhi) pendapatan kita," tuturnya.

Walaupun demikian, pihaknya berjanji tetap memberikan kewajibannya kepada karyawan.

Adapun, kewajiban kepada karyawan tersebut akan berbentuk pembayaran pesangon dan hak-hak lain yang mereka peroleh.

Sebagaimana diberitakan, sebelumnya beberapa startup diinformasikan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) seperti Link Aja, Tani Hub, Zenius, Pahamfy, dan sebagainya.

 


Disadur dari sumber msn.com

Artikel lainnya