BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam Meraih Penghargaan dalam Membina Industri Kecil dan Menengah: Kasus Studi IKM Yudistira

Dipublikasikan oleh Cindy Aulia Alfariyani

29 April 2024, 07.37

Sumber: www.bbk.go.id

Pencapaian luar biasa kembali ditorehkan oleh Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJIKMN) melalui Tim Pelaksanaan Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri (OPTI) dalam membina Industri Kecil dan Menengah (IKM). Sebuah penghargaan yang kembali diraih dalam penghargaan bertajuk “Kick Off DAPATI Tahun 2024” yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian melalui Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) di Makassar, Kamis (14/03/2024).

Hal ini mengulang prestasi dalam penghargaan yang sama dengan yang diraih pada acara “Kick Off DAPATI Tahun 2023” lalu. Saat itu BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam meraihnya dengan membina IKM Naruna Ceramic yang memproduksi peralatan makan dan minum (tableware) yang terletak di Salatiga, Jawa tengah. Dan pada tahun 2024 ini BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam kembali meraih penghargaan tersebut dengan membina IKM Yudistira.

Yudistira adalah salah satu nama Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang berada di kawasan Plered, Purwakarta, Jawa Barat. Kawasan Plered Purwakarta sangat dikenal dengan salah satu sentra industri keramik di Jawa Barat. Salah satu unggulan IKM ini yakni memproduksi bata tempel sebagai bidang usahanya. Pemasaran produk bata tempel ini tak hanya di wilayah Jawa Barat saja tetapi sudah menjangkau sampai luar pulau Jawa diantaranya Sumatera dan Kalimantan.

Usaha yang didirikan oleh Bapak Yudistira yang juga menjadi nama dari IKM ini, berdiri pada tahun 2022 dan saat ini memperkerjakan 9 orang tanaga kerja. IKM Yudistira selain memproduksi bata tempel juga memproduksi roster dan paving blok. Dari ketiga produksi tersebut IKM Yudistira dapat memproduksi 3000 sampai 3500 pcs/bulan dengan kapasitas terpasang 60 m2/bulan. Dalam produksinya produk bata tempel menggunakan bahan baku yang 100% lokal yang terdiri dari campuran semen dan grog (pecahan genteng) atau kalsit. Pembuatan bata tempel ini pun sangatlah sederhana serta tidak ada proses pembakaran dalam pemrosesannya.

         Foto kiri: Bata tempel merah (samot) dan putih (kalsit).

Foto kanan: Pengaplikasiannya di dalam sebuah bangunan.

Produk bata tempel ini adalah salah satu unsur yang diperuntukan bagi bangunan yang mempunyai sifat dekoratif dan memperbagus serta memperindah fasad bangunan. Sehingga umumnya bata tempel ini dipasang di luar bangunan dan biasanya di bagian depan. Di IKM Yudistira produk yang cukup populer dan permintaannya cukup tinggi adalah bata tempel merah yang berbahan baku samot bata atau genteng. Rangkaian proses pembuatan bata tepel ini meliputi pengolahan bahan baku, pencampuran, pencetakan dan pengeringan.

Kendala yang dihadapi oleh IKM Yudistira adalah selalu membeli bahan baku samot dari pihak lain. Samot merupakan material halus yang dihasilkan dari penggilingan bongkahan/grog bata atau genteng. Disaat pengiriman samot sebagai bahan baku terbatas dari pemasok, sementara permintaan dari pelanggan tinggi maka IKM Yudistira pun mengalami kendala untuk memenuhi permintaan pelanggan tersebut.

Hal inilah yang membuat BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam hadir memberi solusi melalui Program Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri (DAPATI) Tahun 2023. Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam selalu berkomitmen untuk melaksanakan berbagai kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendorong kemajuan teknologi keramik dan mineral nonlogam. Hal ini merupakan tujuan BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam dalam pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam kegiatan DAPATI 2023, BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam memberikan jasa konsultansi untuk membantu mengatasi problem yang terjadi di IKM Yudistira. Bentuk bantuannya adalah dengan merekomendasikan IKM Yudistira melakukan pemenuhan kebutuhan samot sebagai bahan baku secara mandiri. Hal ini dikhususkan agar dapat memenuhi kebutuhan bahan bakunya selalu terpenuhi.

Dan diharapkan pemenuhan atas permintaan pelanggan tersebut selalu terpenuhi dengan selalu tersedianya bahan baku samot. BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam pun selalu mendampingi dan memberikan solusi dengan penyertaan teknologi melalui metode pengolahan bahan baku milling dengan penggunaan alat jaw crusher. Melimpahnya bahan baku di Kawasan Plered, Purwakarta berasal dari produk reject dari beberapa pabrik bata maupun genteng yang terdapat di kawasan tersebut.

Dalam proses jasa konsultansinya BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam memberikan solusi dengan mendesain alat jaw crusher, pendampingan serta pelatihan teknik pengolahan bahan baku. Dan kegiatan tersebut telah dilaksanakan dengan baik, sehingga hasil capaian baik itu secara teknologi,  pengetahuan bahkan sampai dengan pengoperasian alat dapat tercapai dengan baik.

Saat ini kapasitas produksi telah naik hingga mencapai 80%, artinya ini telah mampu untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan dari pelanggan. Serta nilai ekonomi pun bertambah lebih dari 2 (dua) kali lipat dari sebelumnya. Hal ini menjadi pembuktian bahwa kegiatan DAPATI, selalu dan terus berkontribusi nyata dalam membantu Industri Kecil dan Menengah untuk mendorong kemajuan usahanya.

Foto bersama: Tim DAPATI Tahun 2023 BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam dengan owner dan karyawan IKM Yudistira. 

Peran serta Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJIKMN) dalam mendukung untuk terus berkembangnya Industri Kecil dan Menengah tak akan pernah berhenti dan selalu memberikan yang terbaik bagi kemajuan industri keramik dan mineral nonlogam di Indonesia.

Sumber: www.bbk.go.id