Arsitektur Lanskap

Dipublikasikan oleh Nurul Aeni Azizah Sari

25 Juni 2024, 08.19

Sumber: google.com

Arsitektur lanskap atau seni taman adalah ilmu yang mempelajari tentang seni, perencanaan, perancangan, manajemen, perawatan, dan perbaikan tanah dan perancangan konstruksi buatan-manusia skala besar.

Ruang lingkup dari profesi ini termasuk desain arsitektural, perencanaan lokasi, pengembangan estate, restorasi lingkungan,   perencanaan kota, perencanaan taman dan rekreasi, perencanaan regional, perencanaan ruang, dan perawatan sejarah.

Arsitek lanskap dianggap merupakan sebuah profesi yang setara dengan dokter dan pengacara, karena mereka membutuhkan pengajaran khusus dan lisensi profesional, seperti yang dibutuhkan oleh pekerja profesional lainnya.

Sejarah

Pada periode sebelum tahun 1800, sejarah arsitektur lanskap sebagian besar berupa perencanaan dan penerapan desain kebun untuk rumah keluarga ningrat, istana, properti kerajaan, bangunan ibadah dan religi, dan pusat pemerintahan. Contoh pekerjaan arsitektur lanskap besar dalam sejarah adalah karya André Le Nôtre di Vaux-le-Vicomte dan karya di Palace of Versailles untuk raja Louis XIV.

Orang pertama yang menuliskan pembuatan lanskap di atas kertas adalah Joseph Addison pada tahun 1712. Istilah landscape architecture ditemukan oleh Gilbert Laing Meason pada tahun 1828 dan mulai digunakan sebagai sebuah istilah dalam bidang pekerjaan oleh Frederick Law Olmsted pada tahun 1863. American Society of Landscape Architects didirikan pada tahun 1899. International Federation of Landscape Architects didirikan pada tahun 1948 dengan kantor pusat di Versailles.

Bidang penerapan

Berbagai bidang keprofesionalan dalam arsitektur lanskap cukup luas, namun beberapa yang sering dilakukan yaitu:

  • Perencanaan dalam bentuk model berskala
  • Desain infrastruktur dan fasilitas sipil
  • Pembangunan berkelanjutan
  • Manajemen limpasan air hujan
  • Desain kampus dan institusi pendidikan publik
  • Taman, kebun raya, arboretum, jalur hijau, dan taman nasional
  • Fasilitas rekreasi
  • Kawasan perumahan, industri, dan komersial
  • Struktur penyangga transportasi, jembatan, jalan raya, dan sebagainya
  • Desain urban
  • Daerah tujuan wisata alam dan sejarah
  • Reservoir air
  • Penilaian kualitas lingkungan dan lanskap
  • Pengembangan kawasan tepi pantai
  • Desain ekologis

Sumber artikel: Wikipedia.org