Apresiasi Presiden terhadap Kinerja Positif Industri Otomotif di Tengah Pandemi, Dibangkitkan oleh Menperin

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

19 Maret 2024, 09.12

Sumber: Kemenperin.go.id

Industri otomotif Indonesia semakin menunjukkan kekuatannya di tengah tekanan pandemi penyakit virus corona (Covid-19) yang masih berlangsung. Hal ini tercermin dari produktivitas kendaraan yang tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor, serta berdampak pada percepatan pemulihan perekonomian nasional.

“Industri alat transportasi mengalami pertumbuhan yang luar biasa, mencapai double digit sebesar 17,82% pada tahun 2021. Sektor otomotif merupakan salah satu penopang utama industri manufaktur dan pertumbuhan perekonomian nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwan Kartasasmita pada Selasa (15 Februari) di Karawang.

Pada kesempatan tersebut, Menperin mendampingi Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat kepada PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang berhasil mencapai produksi ekspor sebanyak 2 juta kendaraan dan izin ekspor perdana ke Australia. Menperin dalam laporannya kepada Presiden menyampaikan, hal ini merupakan salah satu tonggak kebangkitan produk otomotif Indonesia yang memenuhi standar produk global.

Menurut Menperin, ekspor produk otomotif ke Australia diketahui memiliki spesifikasi yang ketat seperti bahan bakar, gas buang, dan standar keselamatan, sama seperti ekspor ke Jepang, terbukti memiliki daya saing yang tinggi. Ini diminati di berbagai pasar luar negeri. Oleh karena itu, setelah memasuki pasar Australia, Indonesia melakukan ekspor ke empat benua dunia yaitu Amerika, Afrika, Asia, dan Australia, tambahnya.

Dengan value chain yang luas, industri otomotif dalam negeri akan mencapai nilai forward linkage sebesar Rp 35 triliun dan nilai backward linkage sebesar Rp 43 triliun pada tahun 2021. “Toyota sendiri memiliki nilai forward linkage sebesar Rp19,7 triliun dan nilai backward linkage sebesar Rp16,1 triliun. Toyota menyumbang hampir 40% dari total industri manufaktur,” ujarnya.

Pak Agus mengatakan, pihaknya berkomitmen mendorong industri untuk lebih meningkatkan investasi, meningkatkan nilai tambah, dan memperluas pasar ekspor, termasuk membuka pasar ekspor baru, termasuk Australia. “Hal ini sesuai dengan arahan dan misi presiden yang telah menyatakan pentingnya hal-hal tersebut,” ujarnya.

Dari sisi nilai investasi, industri otomotif mencatatkan omzet sebesar Rp 22,5 triliun pada tahun 2021, meningkat 220% dibandingkan hasil investasi pada tahun 2020. Sementara itu, Toyota Group berjanji meningkatkan investasi sebesar Rp 28,3 triliun pada tahun 2024.

Dalam hal peningkatan nilai tambah, Kementerian Perindustrian terus melakukan percepatan pendalaman struktur industri otomotif sehingga berdampak pada terus meningkatnya nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) atau pembelian lokal kendaraan Indonesia.

“Saat ini, tingkat pembelian lokal untuk kendaraan roda empat buatan Indonesia dan di atas rata-rata 20-80%. Namun, seluruh produksi Toyota sudah dibeli secara lokal dan kami dapat melaporkan bahwa pangsa lokalnya adalah 75%. Jadi merek dapat jadilah Toyota, tapi sebenarnya itu produk dalam negeri," jelas Menperin.

 

Guna meningkatkan pangsa pasar ekspor khususnya produk otomotif Indonesia, kami telah melakukan ekspansi ke lebih dari 80 negara, dan rekor ekspor pada tahun 2021 sebanyak 294.000 unit kendaraan CBU senilai Rp 52,9 triliun, jumlah set CKD mencapai 91.000. Dari jumlah tersebut, Rp 1,31 triliun setara Rp 29,13 triliun, dan komponen 85 juta setara Rp 29,13 triliun.

"Secara khusus, ekspor produk TMMIN akan mencapai 119.000 unit pada tahun 2021, atau sekitar 40% dari total ekspor mobil Indonesia ke luar negeri. Kami bersyukur Presiden hadir menyaksikan pengiriman ekspor pertama ke Australia, termasuk beberapa produk yang diekspor ke Filipina dan Jepang,” kata Agus.

Menperin juga menyampaikan terima kasih kepada PT TMIIN yang akan menjadikan Indonesia sebagai pusat ekspor seluruh produk dengan teknologi dan standar tinggi. "Selain itu, PT Toyota juga menyatakan komitmennya dalam produksi berbagai jenis kendaraan listrik, mulai dari produksi Kijang hybrid. Tentunya kami mendukung percepatan produk elektrifikasi dan kendaraan listrik murni, kami akan terus menggalakkannya," dia berkata.

Oleh karena itu, pemerintah menaruh perhatian besar terhadap pengembangan industri otomotif melalui berbagai insentif. Oleh karena itu, Menperin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas segala dukungan dan kepemimpinannya dalam merevitalisasi para pelaku industri otomotif di masa pandemi, khususnya melalui pemberian insentif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM DTP) yang didukung negara.

“Hasil dari kebijakan PPnBM DTP terbukti mendukung pertumbuhan industri otomotif khususnya sektor UKM, meningkatkan produksi kendaraan dan menghindari PHK,” tegasnya.

Presiden Joko Widodo dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pandemi tidak hanya memberikan tantangan dan tantangan bagi seluruh pemangku kepentingan, terutama pemangku kepentingan dunia usaha dan industri. "Pandemi ini juga memberikan kita peluang untuk memanfaatkan peluang  yang ada, termasuk memanfaatkan peluang pasar baru. Peluang tersebut jelas dimanfaatkan oleh PT TMMIN dengan melakukan ekspor perdana ke Australia," jelasnya.

Oleh karena itu Kepala Negara sangat mengapresiasi keberhasilan produk PT TMMIN menembus pasar Australia berupa Toyota Fortuner. “Keberhasilan ini juga didorong oleh tenaga kerja Indonesia kita yang berkualitas tinggi di bidang manufaktur produk ekspor, khususnya otomotif. Karena berkaitan dengan keselamatan masyarakat, maka harus detail, akurat, dan dilakukan dengan berhati-hati,” ujarnya.

Presiden juga menyampaikan apresiasi atas upaya Menteri Perindustrian yang terus mendorong ekspor mobil ke 80 negara di empat benua. “Kami juga senang melihat kandungan lokal, TKDN, mencapai lebih dari 75%. Artinya banyak komponen, suku cadang, dan aksesoris mobil yang bersumber dari industri menengah. Ini juga sangat baik untuk kebangkitan usaha kecil di negara kita,” ujarnya.

Disadur dari: https://www.kemenperin.go.id/artikel/23127/Pertama-Kali-Ekspor-ke-Australia,-Industri-Otomotif-Indonesia-Buktikan-Produk-Nasional-Berstandar-Global