Apa yang dimaksud dengan Cinchona?

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

16 Februari 2024, 13.05

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Cinchona.pubescens01.jpg

Cinchona adalah sebuah genus yang terdiri dari sekitar 25 spesies tumbuhan dari keluarga Rubiaceae yang berasal dari wilayah Amerika Selatan tropis. Tanaman ini biasanya berbentuk perdu besar atau pohon kecil yang hijau sepanjang tahun dan dapat tumbuh hingga ketinggian 5 hingga 15 meter.

Kulit pohon cinchona merupakan sumber berbagai jenis alkaloid, di antaranya kuinina yang merupakan senyawa antipiretik yang umumnya digunakan untuk mengobati malaria. Dari banyak tumbuhan yang menghasilkan kuinina, hanya C. officinalis dan C. pubescens (juga dikenal sebagai C. succirubra) yang ditanam secara komersial di perkebunan. C. officinalis subsp. ledgeriana umumnya digunakan sebagai batang bawah. Kedua jenis ini dikenal sebagai tumbuhan kina di pasar perdagangan.

Persebaran dan Syarat Pertumbuhan

Kina, pohon dari genus Cinchona sp., berasal dari Pegunungan Andes, tumbuh pada ketinggian 1050 hingga 1500 meter di atas permukaan laut. Di Indonesia, kina dapat hidup di daerah dengan ketinggian 800 hingga 2000 mdpl, dengan ketinggian optimal untuk budidaya sekitar 1400 hingga 1700 mdpl. Curah hujan yang ideal untuk pertumbuhan kina adalah 2000 hingga 3000 mm/tahun. Tanaman ini dapat tumbuh baik pada suhu 13.5 hingga 21 derajat Celcius, dengan kelembaban relatif harian minimum dalam satu tahun sekitar 68% hingga 97%. Tanah yang cocok untuk budidaya kina adalah yang subur, gembur, tidak berbatu, kaya akan bahan organik, dan memiliki pH sekitar 4.6 hingga 6.5, dengan pH optimal sebesar 5.8.

Spesies:

  • Cinchona antioquiae L.Andersson (1998).
  • Cinchona asperifolia Wedd. (1848).
  • Cinchona barbacoensis H.Karst. (1860).
  • Cinchona × boliviana Wedd. (1848).
  • Cinchona calisaya Wedd. (1848).
  • Cinchona capuli L.Andersson (1994).
  • Cinchona fruticosa L.Andersson (1998).
  • Cinchona glandulifera Ruiz & Pav. (1802).
  • Cinchona hirsuta Ruiz & Pav. (1799).
  • Cinchona krauseana L.Andersson (1998).
  • Cinchona lancifolia Mutis (1793).
  • Cinchona lucumifolia Pav. ex Lindl. (1838).
  • Cinchona macrocalyx Pav. ex DC. (1829).
  • Cinchona micrantha Ruiz & Pav. (1799).
  • Cinchona mutisii Lamb. (1821).
  • Cinchona nitida Ruiz & Pav. (1799).
  • Cinchona officinalis L. (1753)
  • Cinchona parabolica Pav. in J.E.Howard (1859).
  • Cinchona pitayensis (Wedd.) Wedd. (1849).
  • Cinchona pubescens Vahl (1790), syn. C. succirubra
  • Cinchona pyrifolia L.Andersson (1998).
  • Cinchona rugosa Pav. in J.E.Howard (1859).
  • Cinchona scrobiculata Humb. & Bonpl. (1808).
  • Cinchona villosa Pav. ex Lindl. (1838).
  • Cinchona robusta
  • Cinchona hybrida.

Produksi Kina

Ada dua spesies penting Cinchona yaitu C. succirubra yang dimanfaatkan sebagai rimpang dan C. ledgriana yang dimanfaatkan sebagai bahan tanaman sebenarnya. Di Indonesia, tanaman kuinon banyak diperbanyak dengan menggabungkan stek akar dan batang. Tanaman ini dapat ditanam terlebih dahulu dengan cara disemai dengan cara stek, kemudian dengan cara penyiapan tanah dan pemupukan tanah, kemudian dengan cara ditanam. Tanaman kina dapat ditanam pada awal musim hujan untuk menghindari penguapan yang berlebihan. Tanaman kina dapat dipanen pada musim kemarau.