Abbas bin Firnas: Pionir Ilmu Pengetahuan dan Inovator dalam Sejarah Teknologi Penerbangan

Dipublikasikan oleh Dias Perdana Putra

04 April 2024, 09.33

Sumber: en.wikipedia.org

 

Abbas bin Firnas

Abu al-Qasim Abbas ibn Firnas ibn Wirdas al-Takurini (Arab: أبو القاسم عباس بن فرناس بن ورداس التاكرني; sekitar tahun 809/810 – 887 M), yang juga dikenal sebagai Abbas ibn Firnas (Arab: عباس ابن فرناس), merupakan seorang polymath dari Andalusia: seorang penemu, astronom, dokter, ahli kimia, insinyur, musisi Andalusia, dan penyair berbahasa Arab. Ia terkenal karena eksperimennya dalam penerbangan tanpa mesin.

Ibnu Firnas memberikan berbagai sumbangan penting di bidang astronomi dan teknik. Dia membangun sebuah alat yang menggambarkan gerakan planet dan bintang di langit. Selain itu, Ibnu Firnas menemukan teknik pembuatan kaca transparan dan menciptakan lensa pembesar untuk membaca, yang lebih dikenal dengan sebutan batu baca.

 

Asal

Abbas ibn Firnas lahir di Ronda, di provinsi Takurunna, dan kemudian menetap di Córdoba. Nenek moyangnya ikut serta dalam penaklukan Muslim di Spanyol. Nama lengkapnya adalah "Abu al-Qasim Abbas ibn Firnas ibn Wirdas al-Takurini", namun ia lebih dikenal sebagai Abbas ibn Firnas. Informasi biografi tentangnya terbatas. Meskipun sebagian besar sumber menggambarkannya sebagai mawlā (klien) Umayyah yang berasal dari suku Berber, ada beberapa sumber yang menggambarkannya sebagai orang Arab.

 

Bekerja

Abbas Ibn Firnas mengembangkan teknik pembuatan kaca transparan, menemukan berbagai jenis planisfer kaca, menciptakan lensa korektif yang lebih dikenal sebagai "batu baca", merancang alat untuk mensimulasikan gerakan planet dan bintang, serta mengembangkan proses pemotongan batu kristal yang memungkinkan Al-Andalus untuk menghentikan ekspor kuarsa ke Mesir untuk diproses. Selain itu, ia memperkenalkan peralatan astronomi yang disebut Sindhind ke Al-Andalus, yang kemudian memiliki pengaruh penting terhadap astronomi di Eropa. Abbas Ibn Firnas juga terkenal karena merancang alat waktu seperti al-Maqata, jam air, dan prototipe metronom.

 

Penerbangan

Sekitar tujuh abad setelah wafatnya Firnas, sejarawan Aljazair Ahmad al-Maqqari (w. 1632) menggambarkan eksperimen-eksperimen unik yang dilakukan olehnya, termasuk upaya untuk terbang. Firnas melapisi tubuhnya dengan bulu, menempelkan sepasang sayap, dan dengan penuh semangat, meluncurkan dirinya ke udara. Menurut kesaksian beberapa penulis yang dapat dipercaya yang menyaksikan peristiwa itu, Firnas terbang sejauh yang cukup signifikan, mirip dengan burung, namun saat mendarat, punggungnya terluka parah karena tidak menyadari perlunya ekor untuk mendarat dengan aman.

Al-Maqqari diyakini telah menggabungkan banyak sumber sejarah yang sekarang tidak lagi ada dalam karyanya, tetapi dalam kasus Firnas, dia tidak memberikan rujukan untuk detail-detail tentang penerbangan yang terkenal ini. Meskipun demikian, dia menyebutkan sebuah ayat dalam puisi Arab abad kesembilan yang diduga berkaitan dengan Firnas. Puisi itu, yang ditulis oleh Mu'min ibn Said, seorang penyair istana Córdoba di bawah Muhammad I, amir Imarah Córdoba, menggambarkan Firnas terbang lebih cepat daripada burung phoenix ketika dia membungkus tubuhnya dengan bulu burung nasar. Tidak ada sumber lain yang masih ada yang merujuk pada peristiwa tersebut.

Ada spekulasi bahwa upaya Firnas dalam penerbangan mungkin telah mempengaruhi upaya Eilmer dari Malmesbury di Inggris antara tahun 1000 dan 1010, meskipun tidak ada bukti yang mendukung hipotesis ini.

 

Armen Firman

Armen Firman merupakan nama Latin yang diasosiasikan dengan Abbas Ibn Firnas.

Menurut beberapa sumber sekunder, sekitar dua puluh tahun sebelum Ibnu Firnas melakukan percobaan terbangnya, dia mungkin menjadi saksi atas tindakan Armen Firman. Firman dilaporkan mengenakan jubah longgar yang diikat dengan penyangga kayu, lalu melompat dari sebuah menara di Córdoba, dengan niat menggunakan jubah tersebut sebagai sayap untuk terbang atau meluncur. Meskipun upaya pelarian tersebut tidak berhasil, jubah yang dipakainya cukup memperlambat jatuhnya sehingga ia hanya mengalami luka ringan.

Namun, tidak ada referensi lain tentang Armen Firman dalam sumber sekunder, yang semuanya lebih fokus pada eksperimen penerbangan yang dilakukan oleh Ibnu Firnas. Armen Firman tidak disebutkan dalam catatan al-Maqqari.

Karena kisah ini hanya terdokumentasi dalam satu sumber utama, yaitu al-Maqqari, dan karena lompatan yang dilakukan oleh Firman dianggap sebagai sumber inspirasi bagi Ibnu Firnas, ketiadaan penyebutan Firman dalam catatan al-Maqqari mungkin menunjukkan adanya kesalahan interpretasi, di mana lompatan Firman kemudian disalahartikan sebagai upaya penerbangan Ibnu Firnas dalam tulisan-tulisan sekunder.

 

Warisan

Pada tahun 1973, sebuah patung yang menggambarkan Ibnu Firnas, karya dari pematung Badri al-Samarrai, dipasang di Bandara Internasional Bagdad di Irak. Kemudian, pada tahun 1976, Persatuan Astronomi Internasional (IAU) menyetujui untuk menamai sebuah kawah di bulan dengan namanya, yaitu Ibnu Firnas. Di Córdoba, Spanyol, pada tahun 2011, salah satu jembatan yang melintasi sungai Guadalquivir diberi nama "Jembatan Abbas Ibn Firnás". Selain itu, sebuah maskapai penerbangan Inggris yang memiliki satu pesawat dinamai sesuai dengan namanya, yaitu Firnas Airways.

Disadur dari: https://en.wikipedia.org/wiki/Abbas_ibn_Firnas