10 Tahun Lagi, Indonesia Diprediksi Akan Memilik Surplus Gas

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

23 Februari 2024, 09.36

Sumber: https://migas.esdm.go.id/uploads/post/juni23/web21.jpg

Berdasarkan proyeksi Neraca Gas Indonesia (NGI) untuk periode 2023-2032, kebutuhan gas nasional dapat tercukupi hingga tahun 2032 melalui proyek gas yang sedang berjalan dan potensi pasokan yang tersedia. Menurut Direktur Pembinaan Program Migas, Rizal Fajar Muttaqien, Indonesia diperkirakan akan mengalami surplus gas di beberapa wilayah dalam 10 tahun ke depan. Dia menyampaikan hal ini pada acara Westin Hotel IndoGAS dan Power 2023 di Jakarta pada Rabu, 14 Juni.

Rizal menjelaskan bahwa Indonesia memiliki cadangan gas yang mencukupi untuk puluhan tahun ke depan. Pemerintah fokus pada pengembangan produksi dari lapangan yang sudah ada, eksploitasi deposit konvensional dan non-konvensional, serta peningkatan produksi melalui penggunaan siklus kerja dan teknologi pemulihan gas yang lebih baik. Saat ini, sekitar 68% gas yang dihasilkan digunakan di pasar domestik, dengan total konsumsi sebesar 5474 BTUD.

Untuk meningkatkan penggunaan gas, pemerintah sedang mengembangkan infrastruktur gas di seluruh negeri, termasuk di wilayah Indonesia Timur yang memiliki pulau-pulau kecil dan terpencil. Sementara di wilayah Indonesia Barat, sudah terdapat jaringan pipa, kilang LNG, dan FSRU (Floating Storage and Regasification Unit). Pemerintah juga sedang membangun jaringan pipa transmisi gas bumi yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatera.

Selain itu, pemerintah mendorong program gasifikasi untuk pembangkit listrik, dengan tujuan menggantikan pembangkit yang menggunakan bahan bakar lain menjadi pembangkit yang menggunakan gas. Untuk mendukung hal ini, pemerintah telah menerbitkan Peraturan ESDM No. 249.K/MG.01/MEM.M/2022 yang mengatur penyediaan LNG, pembangunan infrastruktur, dan konversi BBM menjadi LNG untuk pembangkit listrik.

Data terbaru menunjukkan bahwa ada 47 lokasi yang telah ditetapkan untuk pembangunan infrastruktur gas, dengan total kebutuhan LNG mencapai 282,93 BBTUD. Dari jumlah tersebut, 24 fasilitas sudah dalam tahap operasional, 3 fasilitas dalam tahap akuisisi/konstruksi, dan 20 fasilitas sedang dalam tahap perencanaan.

 

Disadur dari: https://migas.esdm.go.id/post/read/indonesia-bakal-surplus-gas-10-tahun-lagi