Teknologi Bangunan Hijau yang Ramah Lingkungan

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman

29 Mei 2024, 20.02

Turbin - Wikipedia

Bangunan hijau (juga dikenal sebagai konstruksi hijau, bangunan berkelanjutan, atau bangunan ramah lingkungan) mengacu pada struktur dan penerapan proses yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan efisiensi sumber daya sepanjang siklus hidup suatu bangunan: mulai dari perencanaan, desain, konstruksi, operasi, pemeliharaan, renovasi, hingga pembongkaran. Bangunan hijau memerlukan kerjasama erat antara kontraktor, arsitek, insinyur, dan klien di semua tahap proyek. Praktik Bangunan Hijau memperluas dan melengkapi kekurangan desain bangunan klasik terkait ekonomi, utilitas, daya tahan, dan kenyamanan bangunan. Bangunan hijau juga merujuk pada penghematan sumber daya sebanyak mungkin, termasuk penghematan energi, tanah, air, material, dan yang lainnya selama siklus hidup bangunan. Bangunan ini ditujukan untuk melindungi lingkungan dan mengurangi polusi, serta menyediakan ruang yang sehat, nyaman, dan efisien, serta berharmoni dengan alam dan berguna bagi manusia. Sebagai bangunan yang hidup berdampingan dengan alam; teknologi bangunan hijau berfokus pada konsumsi rendah, efisiensi tinggi, ekonomi, perlindungan lingkungan, integrasi, dan optimalisasi.

Leadership in Energy and Environmental Design (LEED) adalah serangkaian sistem penilaian untuk desain, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan bangunan hijau yang dikembangkan oleh U.S. Green Building Council. Sistem-sistem sertifikasi lain yang mengonfirmasi keberlanjutan bangunan antara lain British BREEAM (Building Research Establishment Environmental Assessment Method) untuk bangunan dan pengembangan berukuran besar atau DGNB System (Deutsche Gesellschaft für Nachhaltiges Bauen e.V.) yang menilai kinerja keberlanjutan bangunan, lingkungan dalam ruangan, dan distrik. Saat ini, World Green Building Council sedang melakukan penelitian tentang dampak bangunan hijau terhadap kesehatan dan produktivitas penggunanya, dan bekerja sama dengan World Bank untuk mempromosikan Bangunan Hijau di Pasar-Pasar Berkembang melalui Program Transformasi Pasar EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies) dan sertifikasi. Ada juga alat lain seperti Green Star di Australia, Global Sustainability Assessment System (GSAS) yang digunakan di Timur Tengah, dan Green Building Index (GBI) yang dominan digunakan di Malaysia.

Model Informasi Bangunan (BIM) adalah suatu proses yang melibatkan pembuatan dan manajemen representasi digital karakteristik fisik dan fungsional suatu tempat. Model informasi bangunan (BIM) adalah file (seringnya, tetapi tidak selalu dalam format propietary dan berisi data propietary) yang dapat diekstraksi, dipertukarkan, atau dijaringkan untuk mendukung pengambilan keputusan terkait suatu bangunan atau aset bangunan lainnya. Perangkat lunak BIM saat ini digunakan oleh individu, bisnis, dan lembaga pemerintah yang merencanakan, merancang, membangun, mengoperasikan, dan memelihara berbagai infrastruktur fisik, seperti air, sampah, listrik, gas, utilitas komunikasi, jalan, rel kereta api, jembatan, pelabuhan, dan terowongan.

Meskipun teknologi baru terus dikembangkan untuk melengkapi praktik-praktik yang saat ini ada dalam menciptakan struktur yang lebih hijau, tujuan umum dari bangunan hijau adalah mengurangi dampak keseluruhan lingkungan binaan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan alami dengan cara menggunakan energi, air, dan sumber daya lain secara efisien. Selain itu, tujuan ini juga mencakup perlindungan kesehatan penghuni dan peningkatan produktivitas karyawan, sebagaimana dijelaskan dalam konsep bangunan sehat, serta mengurangi limbah, polusi, dan degradasi lingkungan.

Bangunan alami adalah konsep serupa, biasanya dalam skala lebih kecil dan berfokus pada penggunaan bahan alami yang tersedia secara lokal. Topik terkait lainnya termasuk desain berkelanjutan dan arsitektur hijau. Keberlanjutan dapat didefinisikan sebagai memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi masa depan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Meskipun beberapa program bangunan hijau tidak menangani masalah peningkatan rumah yang sudah ada, yang lain melakukannya.

Krisis energi, terutama minyak fosil, dan kekhawatiran tentang polusi lingkungan di tahun 1960an dan 1970an mendorong gagasan pembangunan berkelanjutan. Bangunan hijau dikaitkan dengan upaya awal pembangunan berkelanjutan dalam buku Rachel Carson "Silent Spring", yang diterbitkan tahun 1962. Dimulai dengan kebutuhan dan keinginan untuk pembangunan yang lebih efisien energi dan ramah lingkungan, gerakan bangunan hijau di Amerika Serikat muncul. Bangunan hijau dipilih karena berbagai alasan, termasuk keuntungan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Namun, gerakan saat ini menginginkan kerja sama dan integrasi di bangunan baru dan yang sudah ada.

Disadur dari:

https://id.wikipedia.org