Liabilitas

Dipublikasikan oleh Nurul Aeni Azizah Sari

13 Juni 2024, 08.18

Sumber: google.com

Liabilitas (dalam bahasa Inggris disebut: liability) merupakan utang yang harus dilunasi berupa uang atau pelayanan yang harus dibayarkan pada pihak lain diwaktu yang datang. Liabilitas disebut juga sebagai kebalikan dari aset. Contoh liabilitas seperti pinjaman uang yang diberikan oleh pihak lain dan juga termasuk pajak. 

Pada dasarnya, liabilitas diartikan sebagai kewajiban. Berdasarkan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) 1, penyajian laporan keuangan, istilah kewajiban diganti dengan liabilitas. Liabilitas dapat berupa kewajiban hukum maupun kewajiban konstruktif.

Dalam pencatatan akuntansi, pengertian liabilitas sendiri bermakna cukup luas, tak hanya soal utang atau pinjaman. Namun juga bisa berasal dari transaksi, peristiwa bisnis, pertukaran aset, atau apa pun bentuknya yang bisa memberikan manfaat ekonomi di kemudian hari. Contohnya, dalam dunia perbankan. Akan tetapai, liabilitas tetap menjurus ke kewajiban.

Definisi

Istilah liabilitas diambil dari bahasa Inggris, yaitu liability. Istilah liability disebut di dalam PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) sebagai kewajiban. Liabilitas adalah kewajiban yang dimiliki seseorang atau perusahaan dibayarkan berdasarkan periode tertentu. Biasanya didasarkan atas nilai uang atau yang lazimnya disebut dengan utang.

Menurut kerangka dasar pengukuran dan pengungkapan laporan keuangan (KDP2LK), liabilitas adalah utang entitas masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas yang mengandung manfaat ekonomi.

Irham Fahmi memberikan defenisi bahwa utang adalah kewajiban. Artinya liabilitas adalah kewajiban yang dimiliki perusahaan yang bersumber dari dana eksternal baik yang berasal dari sumber pinjaman perbankan, leasing, penjualan obligasi dan sejenisnya.

Karakteristik

Dalam dunia akuntansi, liabilitas memiliki beberapa karakteristik:

  1. Segala jenis pinjaman dari perseorangan atau bank untuk meningkatkan pendapatan bisnis.
  2. Tanggung jawab kepada pihak lain yang memerlukan penyelesaian melalui transfer aset berupa penyediaan layanan atau transaksi lain di masa depan dan menghasilkan manfaat ekonomi.
  3. Tugas dan tanggung jawab pada pihak lain, baik meninggalkan sedikit atau tidak sama sekali kebijakan untuk menghindari penyelesaian.
  4. Peristiwa atau transaksi yang telah terjadi dan menimbulkan tanggung jawab entitas.

Klasifikasi

Liabilitas dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal kredit. Biasanya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu liabilitas jangga pendek (Current Liabilities) atau kewajiban lancar dan liabilitas jangka panjang (Long Term Liabilities) atau kewajiban tidak lancar: Namun dalam laporan keuangan terdapat liabilitas yang dijadikan sebagai lampiran yaitu, liabilitas kontinjensi (Contingent Liabilities). 

Liabilitas jangka pendek

Merupakan liabilitas yang dapat diharapkan untuk dilunasi dalam jangka pendek (satu tahun atau kurang). Biasanya terdiri dari pembayaran ( dagang, gaji, pajak, dan sebagainya), pendapatan ditangguhkan, bagian dari jangka panjang yang jatuh tempo dalam tahun berjalan, obligasi jangka pendek (misalnya dari pembelian peralatan), dan lain-lain. Liabilitas jangka pendek harus dibayarkan kurang dari satu tahun.

Kriteria liabilitas jangka pendek sebagai berikut:

  1. Perusahaan akan memperkirakan liabilitas tersebut diselesaikan dalam siklus operasi normal atau kurang dari 12 bulan.
  2. Perusahaan memiliki liabilitas itu dengan tujuan untuk diperdagangkan.
  3. Liabilitas tersebut jatuh tempo diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan.
  4. Perusahaan tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian liabilitas sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode palaporan.

Jenis-jenis liabilitas jangka pendek sebagai berikut:

  1. Utang usaha atau utang dagang
  2. Uang muka pelanggan
  3. Pendapatan diterima dimuka
  4. Utang PPN / PPnBM.
  5. Beban yang harus dibayar
  6. Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
  7. Utang pajak pihak ketiga
  8. Utang gaji
  9. Utang pajak penghasilan.
  10. Utang deviden.

Liabilitas jangka panjang

Merupakan liabilitas yang penyelesaiannya melebihi satu periode akuntansi atau lebih dari satu tahun. Liabilitas ini pada dasarnya dikenakan bukan dan pambayarannya dapat dicicil. Namun, liabilitas jangka panjang ini juga bisa menjadi liabilitas jangka pendek jika jatuh temponya dalam satu tahun.

Kriteria liabilitas jangka panjang sebagai berikut:

  1. Tanggal jatuh temponya kurang lebih dalam 1 periode akuntansi atau 1 tahun, bahkan bisa lebih dari itu.
  2. Ada aset atau barang jaminan, bisa berupa sertifikat, BPKB (Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor), atau surat berharga lainnya.
  3. Pembayaran dilakukan dengan cara cicilan atau berjangka, dengan menggunakan bunga sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
  4. Didapat dari lembaga keuangan atau supplier yang menyediakan utang jangka panjan.

Jenis-jenis liabilitas jangka panjang sebagai berikut:

  1. Utang jangka panjang
  2. Obligasi pensiun
  3. Hipotek
  4. Utang noveltasi
  5. Utang subduersi
  6. Utang pemegang saham
  7. Utang bank.

Liabilitas kontijensi

Liabilitas kontijensi adalah liabilitas yang harus dibayar sebagai akibat pada periode peristiwa masa lalu. Kriteria liabilitas kontijensi sebagai berikut: Jenis-jenis liabilitas kontijensi, yaitu :

  1. Garansi
  2. Gugatan hukum 
  3. Investigasi 

Sumber artikel : Wikipedia