Solusi Adaptasi Terhadap Banjir Rob: Kolam Retensi sebagai Langkah Pemali Juana dalam Menghadapi Perubahan Iklim di Pesisir Utara Pulau Jawa

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

15 Februari 2024, 15.58

Sumber: kompas.com

Banjir rob atau genangan akibat naiknya permukaan air laut menjadi ancaman bagi wilayah pesisir di utara Pulau Jawa. Untuk mengurangi dampak banjir rob, pemerintah membangun kolam retensi atau sistem penyimpanan jangka panjang di wilayah pesisir. Mata air merupakan sumber air yang mengalirkan air laut ke dalam tanah dan mengatur aliran air yang keluar. Menurut Yulius, perwakilan SNVT PJSA Pemali Juana, kolam retensi merupakan salah satu upaya menghilangkan perubahan iklim yang menyebabkan naiknya permukaan air laut. Ia berharap masyarakat pesisir dapat meningkatkan ketahanannya terhadap bencana tsunami.

Pemali Juana, salah satu unit pelaksana jaringan waduk PJSA, mempunyai konsep penanganan banjir yang berbeda dengan daerah lain. Alur laut yang masuk ke daratan, khususnya saluran hilir, ditutup oleh sistem penyimpanan yang panjang. Sistem ini berupa waduk yang mampu menyerap air laut pada saat air pasang dan air hujan pada musim hujan. Hal ini untuk memastikan air tidak menggenangi rumah warga atau mengganggu aktivitas mereka. Sistem penyimpanan jangka panjang mengurangi risiko banjir tsunami, yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.

PJSA Pemali Juana, kelompok pelaksana jaringan air, berencana membangun kolam retensi atau sistem penyimpanan jangka panjang di perbatasan Semarang-Demak untuk mencegah banjir rob. Bendungan ini menampung air laut dan air hujan yang mengalir ke tanah dan dipompa. Proyek ini mencakup lahan seluas 225 hektar. Selain itu, PJSA Pemali Juana juga akan menentukan Sungai Babon dan Sungai Sayung yang kapasitas tampungnya terbatas. Aturan itu mencakup perluasan alur sungai hingga 25 meter. Di Pekalongan, PJSA Pemali Juana juga menangani banjir sungai Lodji dan Banger. Karena proyek ini mempunyai dampak sosial, maka perlu dukungan pemangku kepentingan dan masyarakat.

 

Disadur dari: Artikel: kompas.com