Sistem Kendali: Konsep dan Jenis-Jenisnya

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

20 Maret 2024, 10.06

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/File:Loaded_centrifugal_governor_(New_Catechism_of_the_Steam_Engine,_1904).jpg

Sistem kontrol, juga dikenal sebagai sistem kendali, merujuk pada suatu sistem yang menghasilkan output tertentu dengan mengatur atau mengubah kondisi inputnya. Ada dua jenis dasar sistem kendali: sistem kalang-terbuka dan sistem kalang-tertutup. Secara umum, ada dua jenis sistem kendali: sistem kontrol sekuensial atau logika, dan sistem kontrol linear atau umpan balik. Saat ini, sistem kendali berbasis logika kabur semakin populer karena menggabungkan elemen-elemen dari kedua jenis sistem tersebut.

Bentuk Dasar Sistem Kendali: Konsep dan Variasinya

Sistem Kalang-Terbuka

Sistem kalang-terbuka ialah sebuah sistem yang menggunakan masukan berbasis pengalaman untuk menghasilkan nilai keluaran yang diinginkan. Dalam sistem ini, nilai keluaran tidak dapat diubah jika terjadi perubahan kondisi yang tidak diinginkan. Komponen-komponen sistem kalang-terbuka meliputi elemen kendali, elemen pengoreksi, dan proses. Elemen kendali bertugas sebagai masukan utama sistem kendali yang menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam sistem. Elemen pengoreksi, disebut juga sebagai aktuator, merespons masukan dari elemen kendali untuk mengubah variabel yang dikendalikan sesuai dengan nilai acuan. Sementara itu, proses merupakan bagian sistem yang dapat dikendalikan.

Sistem Kalang-Tertutup

Sistem kalang-tertutup adalah sistem yang menggunakan umpan-balik dari keluaran untuk mengubah masukan, mempertahankan hasil keluaran pada kondisi yang diinginkan, namun mungkin mengabaikan beberapa perubahan kondisi. Komponen-komponen sistem kalang-tertutup mencakup elemen pembanding, elemen kendali, elemen pengoreksi (atau aktuator), proses, dan elemen pengukuran. Elemen pembanding membandingkan nilai variabel yang dikendalikan dengan nilai acuan untuk menghasilkan galat isyarat. Elemen kendali menggunakan galat isyarat untuk mengambil tindakan koreksi dengan bantuan elemen pengoreksi. Elemen pengoreksi, atau aktuator, bertugas untuk melakukan perubahan pada proses untuk menghilangkan galat. Proses merupakan bagian sistem dengan variabel yang dapat dikendalikan, sementara elemen pengukuran menghasilkan isyarat umpan balik berdasarkan kondisi variabel yang dikendalikan.

Prinsip Elektronika Daya dalam Sistem Kendali Industri

Prinsip elektronika daya sangat penting dalam sistem kendali industri. Prinsip ini mencakup dua jenis pengendalian proses, yaitu pengendalian proses kontinu dan pengendalian proses diskrit. Pengendalian proses kontinu umumnya digunakan dalam proses produksi yang berlangsung secara terus-menerus, seperti di industri minyak bumi, industri gas, pembangkit listrik, distribusi tenaga listrik, dan sumur minyak. Di sisi lain, pengendalian proses diskrit diterapkan dalam industri dengan proses produksi yang tidak berlangsung secara terus-menerus, seperti dalam industri perakitan kendaraan.

Penerapan Sistem Kendali dalam Kehidupan Sehari-hari

Kendali Gerakan

Sistem kendali dapat diterapkan secara manual untuk mengendalikan kemudi mobil saat mengemudi. Sebagai contoh, prinsip umpan balik digunakan untuk mengendalikan kemudi agar mobil tetap pada jalur yang diinginkan. Dalam sistem otomatis, prinsip ini sering digunakan untuk mengarahkan peluru menuju sasaran yang ditentukan.

Pengkondisian Udara

Sistem kendali banyak digunakan dalam industri, instrumentasi, dan kehidupan sehari-hari, seperti pada pengkondisian udara. Penyejuk udara, misalnya, menggunakan sistem kendali untuk mengatur suhu ruangan sesuai dengan preferensi pengguna. Contoh lainnya adalah sistem kendali suhu pada pemanas pusat di rumah, yang menerima input dari termostat atau panel kontrol untuk menentukan suhu yang diinginkan dan menghasilkan keluaran berupa suhu aktual yang sesuai. Sistem kendali ini memastikan suhu ruangan tetap sesuai dengan nilai yang telah ditetapkan.


Disadur dari: id.wikipedia.org