Sejarah Penemuan Bakteri dan Peran Pentingnya

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman

29 April 2024, 17.37

Mikrograf pemindai elektron basilus Escherichia coli - Wikipedia

Bakteri, secara ilmiah dikenal sebagai Bacteria, adalah kelompok mikroorganisme bersel satu yang ditempatkan pada tingkat domain. Bersama dengan domain Arkea, bakteri diklasifikasikan sebagai prokariota. Sel-sel bakteri memiliki berbagai bentuk, seperti bola, batang, atau spiral, yang biasanya berukuran beberapa mikrometer. Keberadaan bakteri telah meluas ke sebagian besar habitat di Bumi, termasuk tanah, air, mata air panas yang asam, limbah radioaktif, dan bahkan kerak Bumi. Mereka juga menjalin hubungan simbiosis dengan tumbuhan dan hewan, menjadi bagian integral dari jaringan kehidupan.

Dalam ekosistem, hampir semua hewan sangat bergantung pada bakteri untuk bertahan hidup karena bakteri adalah salah satu dari sedikit organisme yang memiliki kemampuan untuk menyintesis vitamin B12. Vitamin ini penting bagi makhluk hidup dan diperoleh baik melalui rantai makanan atau diproduksi oleh mikroorganisme dalam sistem pencernaan. Jumlah bakteri di lingkungan pun sangat besar, dengan sekitar 40 juta sel bakteri dalam satu gram tanah dan satu juta sel bakteri dalam satu mililiter air tawar. Totalnya, diperkirakan ada sekitar 4–6 x 10^30 bakteri dan arkea di Bumi, yang membuat mereka menjadi salah satu biomassa terbesar setelah tumbuhan.

Peran bakteri dalam siklus nutrisi juga sangat penting. Mereka berperan dalam proses pengikatan nitrogen dari atmosfer dan dalam dekomposisi bahan organik, yang membantu mendaur ulang nutrisi dan menjaga keseimbangan lingkungan. Bakteri ekstremofil, yang hidup di sekitar ventilasi hidrotermal dan ventilasi dingin, menyediakan nutrisi penting untuk mendukung kehidupan dengan mengubah senyawa terlarut menjadi energi yang dapat dimanfaatkan.

Di dalam tubuh manusia dan hewan, bakteri sebagian besar berada di saluran pencernaan dan kulit. Mayoritas bakteri dalam tubuh tidak berbahaya dan bahkan memberikan manfaat, terutama sebagai flora usus yang membantu dalam pencernaan makanan. Namun, beberapa spesies bakteri bersifat patogenik dan dapat menyebabkan penyakit menular serius, seperti kolera, sifilis, atau tuberkulosis. Resistensi terhadap antibiotik juga telah menjadi masalah yang semakin berkembang, baik dalam pengobatan infeksi bakterial maupun dalam pertanian.

Di bidang industri, bakteri memainkan peran penting dalam berbagai proses, termasuk pengolahan limbah, produksi makanan melalui fermentasi, dan bahkan dalam pemurnian logam pada sektor pertambangan. Sejarah penelitian bakteri dimulai pada abad ke-17, ketika Antony van Leeuwenhoek, seorang pedagang dan ilmuwan Belanda, pertama kali mengamati bakteri melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. Pengamatan ini menjadi landasan bagi pengembangan bakteriologi sebagai cabang ilmu mikrobiologi.

Terobosan besar dalam studi bakteri terjadi pada tahun 1870-an ketika Louis Pasteur membuktikan bahwa pemanasan dapat membunuh bakteri, yang kemudian menjadi dasar bagi teknik pasteurisasi untuk memperpanjang umur simpan makanan. Kemudian, Robert Koch mengembangkan postulat Koch yang menjadi standar untuk menentukan kausalitas antara bakteri patogenik dan penyakit. Pengembangan antibiotik oleh Paul Ehrlich pada awal abad ke-20 membuka jalan baru dalam pengobatan infeksi bakterial.

Selama sejarahnya, bakteri telah menjadi subjek penelitian yang menarik dalam upaya manusia untuk memahami kehidupan dan memanfaatkannya untuk kebaikan. Dengan pengembangan teknologi dan pengetahuan ilmiah yang terus berkembang, kita semakin memahami kompleksitas dan pentingnya peran bakteri dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kesehatan manusia.

Sumber:

id.wikipedia.org