Sejarah Ilmu Biokimia

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman

27 Februari 2024, 09.59

Biokimia, juga dikenal sebagai kimia biologis, adalah bidang yang mempelajari proses kimia di dalam tubuh dan bagaimana mereka berkaitan dengan makhluk hidup. Biokimia adalah subdisiplin dari biologi dan kimia dan terdiri dari tiga subdisiplin: biologi struktural, enzim, dan metabolisme. Selama beberapa dekade terakhir abad ke-20, biokimia telah berhasil menjelaskan hampir semua bidang ilmu hayat melalui metode dan penelitian biokimia. Biokimia berkonsentrasi pada pemahaman dasar kimiawi yang memungkinkan molekul biologis menunjukkan proses yang terjadi di dalam sel hidup dan di antara sel. Pemahaman ini terkait dengan pemahaman tentang jaringan dan organ, serta struktur dan fungsi organisme.Biokimia berhubungan dengan biologi molekuler, yang mempelajari cara fenomena biologi terjadi melalui molekul.

Sebagian besar biokimia berkaitan dengan struktur, fungsi, dan interaksi protein, asam nukleat, karbohidrat, dan lipid. Molekul-molekul ini membangun struktur sel dan melakukan banyak tugas penting lainnya untuk kehidupan. Reaksi molekul dan ion kecil juga menentukan sifat kimiawi sel. Mereka dapat berupa senyawa organik (seperti asam amino yang digunakan untuk menghasilkan protein) atau anorganik (seperti ion logam dan air). Metabolisme adalah cara sel mengambil energi dari lingkungannya melalui reaksi kimia. Hasil biokimia banyak digunakan dalam bidang medis, nutrisi, dan pertanian.

Dalam definisi paling komprehensif, biokimia adalah studi tentang bagian dan komposisi makhluk hidup dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain untuk membentuk bentuk kehidupan. Dengan cara ini, biokimia mungkin telah ada sejak zaman Yunani kuno.Namun, bergantung pada aspek biokimia mana yang difokuskan, biokimia sebagai disiplin ilmu yang spesifik dimulai sekitar abad ke-19 atau lebih awal. Beberapa orang berpendapat bahwa penemuan molekul enzim pertama, diastase (sekarang disebut amilase) oleh Anselme Payen pada tahun 1833, mungkin merupakan awal biokimia. Namun, orang lain berpendapat bahwa penemuan proses biokimia kompleks pertama, fermentasi alkohol pada ekstrak yang bebas-sel oleh Eduard Buchner pada tahun 1897, merupakan tanda kelahiran biokimia.

Istilah "biokimia" berasal dari kombinasi kata "bio" dan "kimia". Pada tahun 1877, Felix Hoppe-Seyler membuat kata pengantar untuk edisi pertama Zeitschrift für Physiologische Chemie (Jurnal Kimia Fisiologis) dengan menggunakan istilah "biochemie" (dalam bahasa Jerman) sebagai sinonim untuk kimia fisiologis. Dia juga menyarankan untuk mendirikan lembaga khusus untuk bidang studi ini. Banyak orang mengatakan bahwa ahli kimia Jerman Carl Neuberg menciptakan kata tersebut pada tahun 1903, tetapi beberapa orang mengatakan bahwa Franz Hofmeister adalah penciptanya.

Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Biokimia