Sejarah dan Geografis dari benua Eropa

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

12 Februari 2024, 15.07

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Physical_Map_of_Europe.jpg

Secara geologis dan geografis, Eropa merupakan sebuah semenanjung atau anak benua (semenanjung). Pemisahannya sebagai sebuah benua lebih disebabkan oleh perbedaan budaya. Berbatasan dengan Samudera Arktik di utara, Samudera Atlantik di barat, dan Laut Mediterania di selatan. Pemisahan benua ini sendiri diawali oleh faktor budaya sehingga belum jelas batas timurnya. Perbatasan yang sering digunakan untuk memisahkan benua Eropa dan Asia adalah Pegunungan Ural dan Laut Kaspia.

Dengan luas 10.355.000 km², merupakan benua terkecil kedua setelah Australia, namun terbesar ketiga dalam hal jumlah penduduk (di antara Asia dan Afrika), dengan jumlah penduduk 747,6 juta jiwa pada tahun 2020. Hal serupa juga terjadi pada seperdelapan populasi dunia. Benua Eropa secara astronomis terletak antara 35°LU dan 71°LU dan 11°BB dan 66°BT.

Sejarah

Eropa memiliki sejarah budaya dan ekonomi yang panjang sejak era Paleolitikum. Penemuan ribuan batu buatan tangan baru-baru ini yang berasal dari 800.000 tahun yang lalu di Monte Poggiolo, Italia, merupakan bukti penting.

Meskipun asal usul budaya demokrasi dan individualisme Barat sering kali ditelusuri kembali ke Yunani kuno, berbagai pengaruh lain, seperti agama Kristen, juga berkontribusi terhadap penyebaran konsep-konsep seperti 'egalitarianisme' dan universalitas hukum.

Kekaisaran Romawi membagi benua di sepanjang sungai Rhine dan Danube selama beberapa abad. Setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi, Eropa mengalami munculnya apa yang disebut era imigrasi. Era ini dikenal sebagai "Renaisans" dan bukan "Zaman Kegelapan". Selama periode ini, komunitas biara yang terisolasi di Irlandia dan di tempat lain menjaga dan mengumpulkan dengan cermat pengetahuan tertulis yang dikumpulkan sebelumnya. Renaisans dan Monarki Baru menandai dimulainya era penemuan, eksplorasi, dan pengembangan lebih lanjut ilmu pengetahuan. Portugal memulai penemuan ini pada abad ke-15, dan Spanyol pun mengikutinya. Perancis, Belanda, dan Inggris kemudian bergabung untuk menciptakan kerajaan kolonial besar dengan wilayah yang luas di Afrika, Amerika, dan Asia.

Setelah tahap penemuan, konsep demokrasi mulai mendapat pengaruh di Eropa. Khususnya di Perancis, terjadi perjuangan kemerdekaan pada masa Revolusi Perancis. Hal ini menyebabkan kegemparan besar di Eropa ketika ide-ide revolusioner ini menyebar ke seluruh benua. Bangkitnya demokrasi menyebabkan meningkatnya tekanan di Eropa, menambah ketegangan yang ada akibat persaingan di Dunia Baru. Konflik paling terkenal terjadi ketika Napoleon Bonaparte merebut kekuasaan dan mendirikan Kekaisaran Perancis, yang kemudian runtuh dengan cepat. Setelah peristiwa-peristiwa ini, Eropa secara bertahap menjadi stabil, namun sisa-sisa konsep lama mulai runtuh.

Revolusi Industri dimulai di Inggris pada akhir abad ke-18, menyebabkan peralihan dari pertanian dan mengakibatkan kekayaan penduduk dan pertumbuhan penduduk. Banyak negara Eropa membentuk bentuknya yang sekarang setelah Perang Dunia II. Sejak akhir Perang Dunia II hingga Perang Dingin, Eropa terbagi menjadi dua blok politik dan ekonomi besar: negara komunis di Eropa Timur dan negara kapitalis di Eropa Barat. Sekitar tahun 1989, runtuhnya Tembok Berlin menyebabkan runtuhnya Blok Timur.

Geografis

Secara geografis, Eropa merupakan bagian dari benua yang lebih besar yang dikenal sebagai Eurasia. Benua ini dimulai di Pegunungan Ural Rusia dan menandai batas timur antara Eropa dan Asia. Perbatasan antara Tenggara dan Asia tidak jelas. Yang paling umum adalah sungai Ural atau Emba. Perbatasannya terbentang dari Laut Kaspia dan Kaukasus atau Depresi Kuma-Manich hingga Laut Hitam. Bosphorus, Laut Marmara, dan Dardanella mendefinisikan perbatasan Asia. Laut Mediterania di selatan memisahkan Eropa dan Afrika. Perbatasan baratnya adalah Samudera Atlantik. Hampir semua negara Eropa menjadi anggota Dewan Eropa, kecuali Belarus dan Tahta Suci (Kota Vatikan). Eropa mempunyai kumpulan negara-negara Eropa yang dikenal dengan nama Uni Eropa yang saat ini mempunyai 27 negara anggota dan masih terus bertambah.

Negara-negara merdeka berikut ini mempunyai wilayah kekuasaan di Eropa:

Kemerdekaan Abkhazia, Kosovo, Ossetia Selatan, dan Siprus Utara hanya diakui oleh sebagian kecil negara di dunia. Sebagian dari Azerbaijan, dan Georgia terletak di Eropa dengan dasar definisi batas antara Eropa, dan Asia, yaitu pucak Pegunungan Kaukasus. Wilayah Kazakhstan di Eropa terdiri dari bagian barat Sungai Ural, dan Emba.Wilayah Rusia di barat Pegunungan Ural dianggap bagian dari Eropa.

Pembagian Wilayah:

Keragaman hayati

Flora dan fauna di Eropa telah hidup berdampingan dengan masyarakat pedesaan selama ribuan tahun dan sangat dipengaruhi oleh kehadiran dan aktivitas manusia. Di luar Skandinavia dan Rusia (dan hutan lindung), hanya ada sedikit wilayah Eropa yang belum tersentuh manusia.

Antara 80 dan 90 persen wilayah Eropa dulunya merupakan hutan. Hutan ini terbentang dari Laut Mediterania hingga Samudra Arktik. Namun, setelah berabad-abad penjajahan, hampir separuh hutan aslinya telah hilang. Saat ini, Eropa masih memiliki seperempat hutan dunia, termasuk hutan cemara di Skandinavia, hutan pinus Rusia yang luas, hutan hujan kastanye di Kaukasus, dan hutan gabus di Mediterania. Pada saat itu, penggundulan hutan berhenti dan banyak pohon ditanam. Negara dengan hutan terkecil adalah Irlandia (8%) dan negara dengan hutan terluas adalah Finlandia (72%).

Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Eropa