Revolusi Industri: Latar Belakang, Jenis Industri, dan Dampak

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

03 Mei 2024, 09.04

(britannica.com)

Revolusi Industri merupakan sebuah perkembangan teknologi yang terjadi antara tahun 1750-1850.  

Revolusi industri mengubah kegiatan di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi.  Dari perkembangan tersebut juga memberikan dampak cukup mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. 

Latar Belakang  

Revolusi Industri dimulai pada akhir abad ke-18. Saat itu, terjadi peralihan dalam penggunaan tenaga kerja di Inggris. 

Peralihan tersebut yaitu dari yang sebelumnya menggunakan tenaga hewan dan manusia, diganti dengan tenaga mesin yang berbasis manufaktur. 

Istilah Revolusi Industri sendiri diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis Auguste Blanqui, seorang pemimpin pabrik tekstil.  

Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya yang kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang, sampai ke seluruh dunia.  

Adapun faktor-faktor yang menyebabkan munculnya Revolusi Industri, yaitu: 

  1. Situasi politik yang stabil 

  2. Inggris kaya akan bahan tambang, seperti batu bara, biji besi, timah, dan kaolin.  

  3. Adanya penemuan baru di bidang teknologi yang dapat mempermudah cara kerja dan mampu meningkatkan hasil produksi.  

  4. Kemakmuran Inggris akibat majunya pelayaran dan perdagangan sehingga dapat menyediakan modal yang besar untuk bidang usaha.  

  5. Pemerintah memberikan perlindungan hukum bagi hasil-hasil temuan baru (hak paten) sehingga mendorong kegiatan penelitian ilmiah.  

  6. Arus urbanisasi yang besar akibat Revolusi Agraria di pedesaan mendorong pemerintah Inggris untuk membuka industri yang lebih banyak.  

Kerajinan Industri   

Pada akhir abad pertengahan, kota-kota di Eropa berkembang menjadi pusat kerajinan dan perdagangan. 

Setelah itu, pertumbuhan kerajinan menjadi industri pun semakin berkembang melalui beberapa tahapan, sebagai berikut: 

Sistem Domestik  

Tahapan ini disebut sebagai tahap kerajinan rumah (home industry). Para pekerja masing-masing menggunakan alat kerja mereka sendiri.  

Manufaktur  

Setelah kerajinan industri semakin berkembang, diperlukan sebuah tempat khusus untuk bekerja agar majikan bisa mengawasi cara kerja dan mutu produksinya dengan lebih baik. Pada tahapan ini, hubungan majikan dengan pekerjanya terjalin lebih akrab, karena tempat kerja mereka menjadi satu dan jumlah buruhnya juga masih sedikit.  

Sistem Pabrik 

Pada tahapan sistem pabrik, kerajinan industri sudah dikerjakan menggunakan mesin.

Dampak  

Terbentuknya Revolusi Industri memberikan dampak ke pada masyarakat dunia juga kepada Indonesia. 

Ekonomi  

  • Barang melimpah dan harga murah 

  • Perusahaan kecil gulung tikar 

  • Perdagangan makin berkembang 

  • Transportasi semakin lancar 

Sosial  

  • Urbanisasi berkembang 

  • Upah buruh rendah 

  • Muncul golongan pengusaha dan golongan buruh 

  • Ada kesenjangan antara majikan dan buruh 

  • Muncul Revolusi Sosial, yaitu tuntutan adanya perbaikan nasib rakyat dan buruh

Politik  

  • Muncul gerakan sosialis 

  • Muncul partai politik 

  • Muncul imperialisme modern 

Dampak terhadap Indonesia:  

  • Pembangunan jalur kereta api di Pulau Jawa 

  • Muncul industri gula 

  • Muncul imperialisme modern di Indonesia 

  • Penerapan kebijakan Undang-undang Gula (Suiker Wet) oleh pemerintah kolonial Belanda

Sumber: www.kompas.com