Perkembangan dalam Industri Kereta Api

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

13 Maret 2024, 08.49

Sumber: Wikipedia

PT Industri Kereta Api (Persero) yang disingkat INKA adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang pembangunan perkeretaapian. Untuk menunjang kegiatan usahanya, perusahaan memiliki pabrik di Madiun dan kantor perwakilan di Jakarta hingga akhir tahun 2021.

Sejarah

Perusahaan ini didirikan oleh pemerintah Indonesia pada Mei 1981. Setahun kemudian perusahaan mulai memproduksi mobil didirikan oleh Beliau mengoperasikan kapal uap di pusat pelayanan penyeberangan PJKA di Madiun, yang rencananya akan diubah menjadi stasiun kereta api.[4] Pada tanggal 29 Agustus 1981, PJKA mengalihkan kendali pusat pelayanannya kepada perusahaan ini. penumpang, dan pada tahun 1985 mulai mengoperasikan kereta api. Pada tahun 1987, perusahaan merakit KRL pertamanya. Pada tahun 1991, truk kargo dibawa ke Malaysia untuk pertama kalinya. Pada tahun 1994, perusahaan mulai memproduksi KRL. Pada tahun 1996, kereta listrik pertama dibangun dan dibawa ke Filipina bekerja sama dengan General Electric. Pada tahun 1998, perusahaan mengekspor karton kricak ke Thailand.

Pada tahun 2001, perusahaan meluncurkan produk KRL pertamanya. Pada tahun 2004, bodywork tersebut diekspor ke Australia. Pada tahun 2006, 50 kereta api diekspor ke Bangladesh. Pada tahun 2007, telah ditandatangani kontrak untuk memproduksi bus ekspres yang beroperasi di Palembang dan KRDE yang beroperasi di Aceh. Pada tahun 2015, kami meluncurkan produk pengondisian jalur dengan merek I-COND. Pada tahun 2016, sebanyak 150 kereta diekspor ke Bangladesh. Pada tahun 2017, perusahaan meluncurkan KRL yang beroperasi dari Bandara Soekarno-Hatta.

Pada tahun 2018, perusahaan meluncurkan LRT yang beroperasi dari Palembang. Pada tahun 2019, perseroan sukses meluncurkan rangkaian LRT pertama di Jabodebek. Selain itu, pada tahun 2019, pihaknya mendirikan Badan Pengembangan Kereta Api Indonesia untuk Afrika (IRDIA) bersama Len Industri dan Wijaya Karya untuk menjajaki cara membawa produk kereta api ke negara-negara Afrika. Pada September 2019, perseroan menandatangani perjanjian kerja sama dengan Stadler Rail untuk membangun pabrik instalasi kereta api di Banyuwangi dengan fasilitas pengujian rolling dan tubrukan sesuai standar UIC. Perusahaan mengekspor tiga lokomotif diesel hidrolik dan 15 kereta ke Filipina pada tahun 2021. Perusahaan juga meluncurkan bus listrik dengan merek E-Inobus.

Produk

  • 1982–Produksi pertama gerbong barang dan prototip kereta ekonomi yang dinamakan Si Belo Kuda Troya.
  • 1985–Produksi pertama kereta penumpang.
  • 1987–Perakitan pertama kereta listrik (KRL Rheostatik Stainless) & diversifikasi produk.
  • 1991–Ekspor pertama gerbong ke Malaysia (KTMB).
  • 1992–Produksi kereta rel listrik ABB-Hyundai.
  • 1994–Produksi pertama kereta rel listrik BN-Holec.
  • 1995–Produksi dan Peluncuran kereta api Argo Bromo JS-950 dan Argo Gede JB-250.
  • 1996–Produksi pertama lokomotif (GE Lokindo) & ekspor ke Filipina (PNR), serta peluncuran pertama kereta api Argo Lawu.
  • 1997–Produksi dan Peluncuran kereta api Argo Bromo Anggrek JS-852
  • 1998–Ekspor pertama Ballast Hopper Wagon ke Thailand (SRT) dan peluncuran kereta api Argo Wilis dan Argo Dwipangga.
  • 1999–Peluncuran kereta api Turangga.
  • 2001–Peluncuran pertama KRL Indonesia (desain PT INKA), Argo Bromo Anggrek batch 2, dan Gajayana.
  • 2002–Ekspor kereta Pembangkit Listrik dan Bogie Reefer Flat ke Malaysia, serta peluncuran kereta api Argo Muria, Argo Gede batch 2, dan Harina.
  • 2004–Ekspor body gerbong Container & kusen Blizzard Center ke Australia.
  • 2006–Ekspor 50 unit kereta BG ke Bangladesh.
  • 2007–Penandatangan Kontrak produksi 1 trainset DEMU (Diesel-Electric Multiple Unit) untuk Aceh dan Railbus untuk Palembang (Bus rel Kertalaya). Selesai produksi gerbong Bagasi Mobil.
  • 2008–Peluncuran Pertama Bus Rel KRDI (untuk Aceh & Jawa), dan Produksi Gerbong Bagasi ONS "White Arrow", dan Argo Lawu generasi kedua.
  • 2009–Peluncuran rangkaian baru Kereta api Gajayana dengan model mirip dengan Pesawat Terbang, dan produksi Kereta Inspeksi "Semeru".
  • 2010–Produksi Rangkaian Kereta Ekonomi AC plus Non-PSO tahap pertama yaitu Kereta api Bogowonto (Waktu itu PT KAI hanya menamakan kelasnya Ekonomi AC), 5 lokomotif CC 204 & rangkaian Kereta api Argo Jati yang berbentuk mirip dengan Rangkaian KA Gajayana yang baru.
  • 2011–Produksi Railbus untuk Solo, produksi kereta api ekonomi ac plus non pso tahap kedua yaitu Kereta api Gajahwong dan Produksi Kereta Rel Listrik INKA i9000 KfW sebanyak 40 set,Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) Pertama untuk Kota Lampung yaitu Kereta api Way Umpu dan Produksi Kereta Inspeksi "Kaldera Toba" ex KAIS Sindoro.
  • 2012–Produksi Rangkaian Kereta Ekonomi AC plus Non-PSO tahap ketiga, keempat, kelima yaitu Kereta api Majapahit, Kereta api Menoreh dan Kereta api Krakatau, 3 lokomotif CC 300, serta railbus untuk kota Padang dan KRL i9000
  • 2013–Produksi 18 unit Inka Inobus Articulated Bus untuk armada Transjakarta 
  • 2014–Produksi Rangkaian Kereta api Ekonomi AC plus Non-PSO tahap keenam dan ketujuh, kedelapan dan kesembilan yaitu Menoreh II, Sawunggalih Tambahan sekarang (Jaka Tingkir), Jayabaya dan Jaka Tingkir. Produksi Rangkaian kedelapan telah dicat dengan livery terbaru PT KAI yang diberi nama Livery Kesepakatan (Airline Livery) dan Produksi Gerbong Bagasi "CARGO".
  • 2015–Ekspor 100 Unit MG Dan 50 Unit BG total seluruh 150 unit bawa Ke Bangladesh, Retrofit kereta api Argo Bromo Anggrek dan pengiriman 33 gerbong "Cargo" ke sejumlah depo kereta api di Jakarta Gudang (dari 18 sampai 33), Surabaya Pasar Turi (dari 1 sampai 17) dan Produksi Kereta Inspeksi "Merbabu" dan Kereta Ukur "Ciremai" .
  • 2016–Produksi 7 train set kereta Eksekutif New Image, produksi 7 train set kereta Ekonomi AC plus New Image, Retrofit kereta api Argo Bromo Anggrek, Produksi Kereta Inspeksi "Kelud" dan Kereta Ukur "Galunggung" .
  • 2017–Produksi 2 train set kereta Eksekutif New Image, 6 Trainset kereta Ekonomi Premium Plus, KRL Bandara Soekarno-Hatta dan Beberapa Kereta Inspeksi Untuk Sumatra & Sulawesi.
  • 2018–Produksi Kereta Ekonomi Premium Plus & Kereta Eksekutif Plus serta Kereta Luxury Angkatan 2018 Stainless Steel (Konfigurasi 1-1 dengan Jumlah 18 Kursi), KRDE ME 204 Minangkabau Ekspres (Trainset 1) dan Solo Ekspres (Trainset 2), LRT Palembang Dan Trainset Pesanan Bangladesh Railway.
  • 2019–melanjutkan Produksi Kereta Ekonomi Premium Plus & Kereta Eksekutif Plus serta Kereta Luxury Angkatan 2019 Stainless Steel (Konfigurasi 2-1 dengan Jumlah 26 Kursi) yang masih serupa dengan Tahun 2018,Trainset LRT Untuk "LRT JaBoDeBek", Melanjutkan Pembuatan Kereta Pesanan Bangladesh Railway.
  • 2020–Produksi 2 set KRD DMU, 3 unit Lokomotif CC 300 dan 15 unit Kereta komuter penumpang (K3) pesanan dari PNR, Produksi 300 unit Prototipe E-Inobus Bus listrik pertama di Indonesia yang akan digunakan untuk armada negara Kongo.
  • 2021–Produksi KRDE ME 204 untuk Bandara Adi Soemarmo/YIA
  • 2022–Produksi 53 unit Prototipe E-Inobus Bus listrik yang akan digunakan untuk KTT G20 Indonesia 2022 di Bali.

Selain itu, PT Inka memulai produksi mobil nasional bernama GEA (Rolling Alternative Energy) yang prototipenya dibuat pada tahun 2008. Pada tahun 2009, GEA menggunakan mesin yang dikembangkan oleh BPPT di Rusnas, setelah menggunakan mesin dari China. Model 2009 hanya menggunakan satu komponen impor (karburator). Kelompok ini merupakan kelompok pemerintah yang berencana membangun monorel di Jakarta.

Disadur dari : https://id.wikipedia.org/wiki/Industri_Kereta_Api_(perusahaan)