Peran dan Evolusi Administrasi Publik: Menelusuri Proses Kebijakan dan Manajemen Publik

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

18 Maret 2024, 10.23

Sumber: id.wikipedia.org

Administrasi Publik, atau kebijakan dan administrasi publik (bidang ilmu akademik), adalah proses kolektif melalui mana kebijakan publik dibuat dan dilaksanakan. Ini juga merupakan subbidang ilmu politik yang mempelajari proses kebijakan dan struktur, fungsi, dan perilaku lembaga-lembaga publik serta hubungan mereka dengan masyarakat lebih luas. Mahasiswa administrasi publik umumnya bekerja di sektor publik dan sektor sipil nirlaba, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bekerja di sektor swasta berorientasi laba, terutama dalam peran yang terkait dengan pelayanan sipil, lembaga pemikir, politik, hubungan pemerintah, dan pengaruh kebijakan, humas, urusan regulasi, dan kepatuhan regulasi, konsultasi, asosiasi perdagangan, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), pengadaan publik (PP), kemitraan publik-swasta (P3), dan pemasaran/penjualan bisnis-ke-pemerintah (B2G).

Administrasi publik telah dijelaskan sebagai: "manajemen program-program publik"; "penerjemahan politik menjadi kenyataan yang dilihat warga setiap hari"; studi tentang pengambilan keputusan pemerintah; analisis kebijakan, dan berbagai masukan yang telah menghasilkannya; dan masukan yang diperlukan untuk menghasilkan kebijakan alternatif.

Studi dan penerapan administrasi publik didasarkan pada prinsip bahwa fungsi yang baik dari suatu organisasi atau lembaga bergantung pada manajemen yang efektif. Secara akademis, bidang administrasi publik adalah multidisiplin, dan proposal untuk subbidangnya sering menekankan enam pilar: sumber daya manusia, teori organisasi, analisis kebijakan, statistik, anggaran, dan etika. Prinsip-prinsip akademis administrasi publik dapat diterapkan pada hampir semua organisasi sosial, ekonomi, dan politik.

Pada tahun 1880-an, pegawai negeri Amerika Serikat (termasuk masa depan presiden Woodrow Wilson) dan akademisi mulai melakukan upaya bersama untuk memperbarui sistem pelayanan sipil Amerika dan meningkatkan administrasi publik menjadi disiplin ilmiah.

Pada pertengahan abad ke-20, teori birokrasi Max Weber dari Jerman naik daun, dan bersamanya minat substansial pada aspek teoritis administrasi publik. Konferensi Minnowbrook pada tahun 1968 yang diselenggarakan di Universitas Syracuse di bawah kepemimpinan Dwight Waldo melahirkan konsep Administrasi Publik Baru, sebuah gerakan penting dalam dunia akademis saat ini.

Manajemen terkadang disalah artikan dengan birokrasi. Namun, birokrasi adalah jenis organisasi khusus yang melampaui organisasi swasta dan lembaga pemerintah, termasuk sektor ketiga. Sebagai suatu disiplin ilmu, administrasi publik berupaya untuk secara sistematis mengelola, merumuskan, dan melaksanakan kebijakan publik yang ditujukan untuk kesejahteraan sosial. Dalam politik, tujuannya adalah untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh pembuat kebijakan, dengan fokus pada kompleksitas administrasi publik.

Manajemen, politik, dan administrasi publik (sebuah disiplin ilmu), merupakan upaya kolaboratif. Beginilah cara kebijakan publik dirumuskan dan dipelihara. Ada juga subbidang ilmu politik yang mempelajari struktur, fungsi, dan perilaku sistem politik dan lembaga publik, termasuk hubungannya dengan masyarakat luas. Mahasiswa administrasi publik umumnya bekerja di sektor publik dan sektor sipil nirlaba, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bekerja di sektor swasta berorientasi laba, terutama dalam peran yang terkait dengan pelayanan sipil, lembaga pemikir, politik, hubungan pemerintah, dan pengaruh kebijakan, humas, urusan regulasi, dan kepatuhan regulasi, konsultasi, asosiasi perdagangan, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), pengadaan publik (PP), kemitraan publik-swasta (P3), dan pemasaran/penjualan bisnis-ke-pemerintah (B2G).

Administrasi publik telah dijelaskan sebagai: "manajemen program-program publik"; "penerjemahan politik menjadi kenyataan yang dilihat warga setiap hari"; studi tentang pengambilan keputusan pemerintah; analisis kebijakan, dan berbagai masukan yang telah menghasilkannya; dan masukan yang diperlukan untuk menghasilkan kebijakan alternatif.

Studi dan penerapan administrasi publik didasarkan pada prinsip bahwa fungsi yang baik dari suatu organisasi atau lembaga bergantung pada manajemen yang efektif. Secara akademis, bidang administrasi publik adalah multidisiplin, dan proposal untuk subbidangnya sering menekankan enam pilar: sumber daya manusia, teori organisasi, analisis kebijakan, statistik, anggaran, dan etika. Prinsip-prinsip akademis administrasi publik dapat diterapkan pada hampir semua organisasi sosial, ekonomi, dan politik.

Pada tahun 1880-an, pegawai negeri Amerika Serikat (termasuk masa depan presiden Woodrow Wilson) dan akademisi mulai melakukan upaya bersama untuk memperbarui sistem pelayanan sipil Amerika dan meningkatkan administrasi publik menjadi disiplin ilmiah.

Pada pertengahan abad ke-20, teori birokrasi Max Weber dari Jerman naik daun, dan bersamanya minat substansial pada aspek teoritis administrasi publik. Konferensi Minnowbrook 1968, yang dikonvenasikan di Universitas Syracuse di bawah kepemimpinan Dwight Waldo, melahirkan konsep Administrasi Publik Baru, sebuah gerakan penting dalam disiplin ini saat ini.

Disadur dari Artikel : id.wikipedia.org