Pentingnya Bidang Geologi Struktural

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman

29 Mei 2024, 20.52

Lapisan horizontal berubah bentuk karena tekanan - Wikipedia

Studi tentang distribusi tiga dimensi unit batuan dalam kaitannya dengan sejarah deformasinya dikenal sebagai geologi struktural. Tujuan utama geologi struktur adalah untuk memahami medan tegangan yang menimbulkan regangan dan geometri yang diamati dengan menggunakan pengukuran geometri batuan saat ini untuk memberikan rincian tentang sejarah deformasi (regangan) pada batuan. Tujuan umumnya adalah untuk memahami evolusi struktural suatu wilayah sehubungan dengan pola deformasi batuan yang tersebar luas secara regional (misalnya pembentukan gunung, keretakan) akibat lempeng tektonik. Pemahaman tentang dinamika medan tegangan ini dapat dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa penting di masa lalu geologis.

Manfaat

Dalam bidang geologi ekonomi, geologi pertambangan, dan geologi perminyakan, studi tentang formasi geologi selalu menjadi hal yang penting. Seringkali, lapisan batuan yang patahan dan terlipat menciptakan perangkap yang menahan dan mengkonsentrasikan cairan seperti gas alam dan minyak bumi. Serupa dengan hal ini, daerah yang memiliki patahan dan struktur yang rumit juga patut diperhatikan karena merupakan zona permeabel terhadap fluida hidrotermal, yang menyebabkan terkonsentrasinya daerah endapan bijih logam dasar dan logam mulia. Di lokasi yang strukturnya rumit, urat-urat mineral yang mengandung logam berbeda sering ditemukan menempati sesar dan rekahan. Daerah yang patahan dan retak secara struktural ini sering kali hidup berdampingan dengan batuan beku intrusif. Mereka sering juga mengelilingi struktur yang runtuh seperti lubang runtuhan tua dan kompleks terumbu geologis. Emas, perak, tembaga, timah, seng, dan endapan logam lainnya sering ditemukan di lokasi dengan ciri struktur yang kompleks.

Komponen penting dari geologi teknik, yang mempelajari karakteristik mekanik dan fisik batuan alam, adalah geologi struktural. Cacat internal pada batuan yang disebut kain struktural dan cacat, seperti lipatan, foliasi, sambungan, dan patahan, dapat membahayakan stabilitas konstruksi buatan termasuk pemotongan jalan, bendungan, tambang terbuka, tambang bawah tanah, dan terowongan untuk kendaraan.

Satu-satunya cara untuk mengkaji risiko geoteknik, termasuk risiko seismik, adalah dengan melihat geologi struktural dan geomorfologi secara bersamaan. Selain itu, para ahli ini memberikan penekanan khusus pada bagian lanskap karst yang terletak di atas gua, kemungkinan lubang runtuhan, atau karakteristik keruntuhan lainnya. Selain itu, daerah dengan kemiringan yang tinggi bisa saja roboh atau longsor.

Prinsip-prinsip geologi struktural harus digunakan oleh ahli geologi lingkungan dan ahli hidrogeologi untuk memahami bagaimana penetrasi dan aliran air tanah dipengaruhi oleh, atau dipengaruhi oleh, lokasi geologi. Misalnya, seorang ahli hidrogeologi harus memastikan apakah rembesan bahan berbahaya dari tempat pembuangan sampah terjadi di lingkungan perumahan atau apakah air asin merembes ke dalam akuifer.

Teori lempeng tektonik yang diciptakan pada tahun 1960-an menjelaskan bagaimana benua bergerak akibat pemisahan dan tumbukan lempeng kerak. Ini digunakan di seluruh geologi struktural sebagai kerangka kerja untuk mengkaji dan memahami aspek-aspek pada skala lokal, regional, dan global. Ini pada dasarnya adalah geologi struktural pada ukuran bola dunia.

Metode

  • Geomeris

Di lapangan, data primer geologi struktural dikumpulkan. Ahli geologi struktural menilai berbagai karakteristik planar, seperti bidang alas, bidang foliasi, bidang aksial lipatan, bidang patahan, dan sambungan, serta karakteristik linier, seperti garis regangan, di mana mineral memanjang dengan cepat; sumbu lipatan; dan garis perpotongan, yang merupakan jejak fitur planar pada permukaan planar lainnya.

  • Kinematika

Untuk mengetahui sejarah regangan pada batuan, ahli geologi mengukur geometri batuan. Patahan getas dan lipatan dan geser ulet adalah dua contoh regangan; deformasi ulet terjadi pada kerak yang lebih dalam, yang memiliki suhu dan tekanan yang lebih tinggi.

  • Stress field

Ahli geologi dapat menjelaskan pola deformasi batuan yang diamati ke dalam medan tegangan masa geologis sebelumnya dengan memahami hubungan konstitutif antara tegangan dan regangan pada batuan.

  • Modeling

Pemodelan geologi struktural menjadi semakin penting untuk geologi ekonomi seperti pengembangan minyak bumi dan mineral serta penelitian. Seseorang dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang evolusi struktur sepanjang waktu dengan melihat model sistem struktur 2D dan 3D seperti antiklin, sinklin, sabuk lipat, dan dorong. Ahli geologi terbatas pada pemetaan geologi permukaan jika tidak ada pemodelan atau interpretasi bawah permukaan. Sejarah struktural dan tektonik wilayah tersebut akan diabaikan karena potensi ekonomi yang besar jika hanya bergantung pada geologi permukaannya.

Disadur dari:

https://en.wikipedia.org