Pengukuran Dasar Laut dengan Bathimetri

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman

10 Maret 2024, 03.21

Peta batimetri Gunung Laut Kamaʻehuakanaloa - Wikipedia

Dahulu, bathimetri melibatkan pengukuran kedalaman laut dengan menggunakan teknik depth sounding. Metode awal menggunakan tali atau kabel berat yang telah diukur sebelumnya, kemudian dijatuhkan dari sisi kapal. Teknik ini hanya dapat mengukur kedalaman satu titik pada satu waktu, sehingga tidak efisien. Lebih lanjut, metode ini rentan terhadap gerakan kapal dan arus yang dapat membuat tali keluar jalur dan mengakibatkan ketidakakuratan.

Namun, data yang digunakan untuk membuat peta bathimetri sekarang berasal dari echosounder (sonar) yang terpasang di bawah atau di atas sisi kapal, yang menghasilkan "ping" suara ke dasar laut, atau dari sistem LIDAR atau LADAR untuk penginderaan jauh. Sistem ini jauh lebih efisien dan akurat. Echosounder modern mengggunakan sinar sempit yang sangat banyak (biasanya 256) yang disusun membentuk kipas dengan sudut lebar (90 hingga 170 derajat). Penggunaan sinar sempit ini memberikan resolusi sudut dan akurasi yang sangat tinggi. Dalam penggunaannya, lebar sinar yang luas, tergantung pada kedalaman, memungkinkan kapal memetakan lebih banyak dasar laut dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan echosounder berbentuk tunggal. Sinar-sinar ini diperbarui berkali-kali per detik, memungkinkan kecepatan kapal yang lebih tinggi sambil tetap mencakup seluruh dasar laut.

Mulai dari tahun 1930-an, sounder berbentuk tunggal digunakan untuk membuat peta bathimetri. Namun, saat ini, echosounder multibeam (MBES) yang menggunakan sinar sempit sangat banyak lebih umum digunakan. Sinar-sinar ini memungkinkan pemetaan yang lebih cepat dan akurat. Hasil pengukuran ini kemudian diolah oleh sistem komputer yang memperbaiki berbagai faktor, termasuk gerakan kapal dan karakteristik kolom air. Pada akhirnya, data ini diolah untuk menghasilkan peta daerah tersebut.

Selain itu, satelit juga digunakan untuk mengukur bathimetri dengan memetakan topografi laut dalam menggunakan radar. Metode ini memanfaatkan variasi subtil dalam permukaan laut yang disebabkan oleh tarikan gravitasi dari pegunungan bawah laut, punggung, dan massa laut lainnya.

Di Amerika Serikat, United States Army Corps of Engineers bertanggung jawab untuk sebagian besar survei jalur air di perairan dalam, sementara National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengelola survei yang sama untuk jalur air laut. Data bathimetri pesisir dapat diakses melalui National Centers for Environmental Information. Penelitian bathimetri mencakup studi tentang samudra, batuan, mineral di dasar laut, serta penyelidikan tentang gempa bumi atau letusan gunung bawah laut. Keseluruhan, pengukuran dan analisis bathimetri sangat penting dalam memastikan keselamatan transportasi barang di seluruh dunia.

Disadur dari https://en.wikipedia.org/wiki/Bathymetric_chart