Pengertian Mengenai Obat

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

16 Februari 2024, 09.31

Tablet aspirin yang tidak dilapisi, terdiri dari sekitar 90% asam asetilsalisilat, ditambah sejumlah kecil zat pengisi dan pengikat. Aspirin merupakan obat farmasi yang sering digunakan untuk menangani nyeri, demam, dan peradangan. (Wikipedia)

Obat merupakan zat apa pun yang mengakibatkan perubahan fisiologi atau psikologi organisme waktu dikonsumsi. Obat-obatan umumnya dibedakan dari kuliner & zat yang menyediakan nutrisi. Konsumsi obat mampu dilakukan melalui inhalasi, injeksi, merokok, ingesti, absorpsi melalui kulit, atau disolusi pada bawah lidah.

Pil Nexium 40 mg mengandung zat esomeprazole magnesium

Dalam farmakologi, obat merupakan zat kimia, umumnya struktur kimianya diketahui, yang waktu diberikan dalam organisme hidup akan memproduksi dampak biologis. Obat farmasi, pula dianggap medikasi atau obat dalam pemahaman rakyat umum, ialah zat kimia yang dipakai buat mengobati, menyembuhkan, mencegah, atau mendiagnosis suatu penyakit atau buat menaikkan kesejahteraan. Secara tradisional, obat-obatan diperoleh melalui ekstraksi flora obat, namun baru-baru ini jua melalui buatan organik. Obat-obatan farmasi mampu dipakai dalam jangka waktu terbatas, atau secara teratur buat gangguan kronis.

Kafein, yang terkandung dalam kopi dan minuman lainnya, merupakan obat psikoaktif yang paling banyak digunakan di dunia. Sekitar 90% orang dewasa di Amerika Utara mengonsumsi kafein dalam kesehariannya.

Obat-obatan farmasi (medikasi) acapkali dibagi sebagai beberapa kelompok; pengelompokan obat dilakukan menurut struktur kimia yang serupa, mekanisme aksi yang sama (mengikat dalam sasaran biologis yang sama), mode aksi terkait, & yang dipakai buat mengobati penyakit yang sama. Sistem Klasifikasi Kimiawi Terapeutik Anatomis (ATC) adalah sistem pembagian terstruktur mengenai obat yang paling banyak digunakan, yang menunjukkan masing-masing obat kode ATC yang unik, berupa kode alfanumerik yang menempatkan obat tadi ke gerombolan obat tertentu dalam sistem ATC. Sistem pembagian terstruktur mengenai primer lainnya merupakan Sistem Klasifikasi Biofarmasi. Sistem ini mengelompokkan obat dari sifat kelarutan & permeabilitasnya atau daya serapnya.

Obat psikoaktif artinya zat kimia yang memengaruhi fungsi sistem saraf pusat, membarui persepsi, suasana hati, atau kesadaran. Obat-obatan ini dibagi sebagai beberapa gerombolan berbeda seperti: stimulan, depresan, antidepresan, ansiolitik, antipsikotik, & halusinogen. Obat-obatan psikoaktif ini sudah terbukti bermanfaat dalam mengobati banyak sekali kondisi medis termasuk gangguan mental pada seluruh dunia. Obat-obatan yang paling banyak dipakai pada dunia pada antaranya kafein, nikotin, & alkohol, yang jua dipercaya menjadi obat rekreasi, sebab mereka dipakai buat kesenangan dibandingkan buat tujuan pengobatan. Penyalahgunaan beberapa obat psikoaktif mampu mengakibatkan ketergantungan psikologis atau fisik. Perlu dicatat bahwa seluruh obat mampu mempunyai imbas samping. Penggunaan stimulan yang berlebihan mampu menaikkan psikosis stimulan. Banyak obat rekreasional berstatus ilegal & perjanjian internasional misalnya Konvensi Tunggal mengenai Narkotika didesain buat melarangnya.

Pendistribusian legal

Di Amerika Serikat, seseorang medis profesional mampu memperoleh obat dari perusahaan farmasi atau apotek (yang membeli obat dari perusahaan farmasi). Apotek mampu pula menyediakan obat secara eksklusif kepada pasien bila obat tadi mampu dengan aman dipakai sendiri, atau diberi kuasa dengan resep yang ditulis sang dokter.

Kebanyakan obat mahal harganya buat dibeli pasien saat pertama kali dipasarkan, tetapi asuransi kesehatan mampu digunakan buat meringankan biaya. Ketika paten buat suatu obat berakhir, obat umum dirancang & diedarkan sang perusahaan lain. Obat yang tak membutuhkan resep dari dokter dikenal dengan nama obat OTC (bahasa Inggris: Over the Counter, yang berarti pada kasir) mampu dijual pada toko biasa.

Di Indonesia, obat mahal lebih banyak sebab besarnya biaya pemasaran yang ditanggung sang perusahaan farmasi, terutama buat obat resep.

OTC (Over The Counter)

Obat OTC adalah obat yang mampu dibeli tanpa resep dokter biasa dianggap pula dengan obat bebas yang terdiri atas obat bebas & obat bebas terbatas.

Obat bebas
Ini adalah pertanda obat yang dievaluasi "aman”. Obat bebas yaitu obat yang dapat dibeli bebas pada apotek, bahkan pada warung, tanpa resep dokter, ditandai dengan lingkaran hijau bergaris tepi hitam. Obat bebas ini dipakai buat mengobati tanda-tanda penyakit yang ringan contohnya vitamin & antasida.

Obat bebas terbatas

Obat bebas terbatas (dulu dianggap daftar W) yakni obat-obatan yang dalam jumlah tertentu masih dapat dibeli pada apotek, tanpa resep dokter, menggunakan pertanda lingkaran biru bergaris tepi hitam. Contohnya, obat anti mabuk (Antimo), anti flu (Noza). Pada kemasan obat misalnya ini umumnya tertera peringatan yang bertanda kotak mini berdasar warna gelap atau kotak putih bergaris tepi hitam, dengan goresan pena menjadi berikut:

  • P.No. 1: Awas! Obat keras. Bacalah aturan pemakaiannya.
  • P.No. 2: Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar dari badan.
  • P.No. 3: Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan.
  • P.No. 4: Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar.
  • P.No. 5: Awas! Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan.

Dalam keadaaan & batas-batas tertentu; sakit yang ringan masih dibenarkan buat melakukan pengobatan sendiri, yang tentunya jua obat yang dipergunakan ialah golongan obat bebas & bebas terbatas yang dengan gampang diperoleh masyarakat. Tetapi jika kondisi penyakit semakin serius sebaiknya memeriksakan ke dokter. Dianjurkan buat tak sekali-kalipun melakukan uji coba obat sendiri terhadap obat - obat yang seharusnya diperoleh dengan mempergunakan resep dokter.


Apabila memakai obat-obatan yang dengan gampang diperoleh tanpa memakai resep dokter atau yang dikenal dengan Golongan Obat Bebas & Golongan Obat Bebas Terbatas, selain meyakini bahwa obat tadi sudah mempunyai biar tersebar dengan pencantuman nomor pendaftaran dari Badan Pengawas Obat & Makanan atau Departemen Kesehatan, terdapat hal- hal yang perlu diperhatikan, pada antaranya: Kondisi obat apakah masih baik atau sudak rusak, Perhatikan lepas kedaluwarsa (masa berlaku) obat, membaca & mengikuti warta atau keterangan yang tercantum dalam kemasan obat atau dalam brosur / risalah yang menyertai obat yang berisi mengenai Indikasi (merupakan petunjuk kegunaan obat dalam pengobatan), kontra-indikasi (yaitu petunjuk penggunaan obat yang tak diperbolehkan), imbas samping (yaitu dampak yang timbul, yang bukan pengaruh yang diinginkan), takaran obat (takaran pemakaian obat), cara penyimpanan obat, & keterangan mengenai hubungan obat dengan obat lain yang dipakai & dengan kuliner yang dimakan.

Klasifikasi

Obat dapat diklasifikasikan dalam banyak cara, atas dasar mekanisme aksi, efek dan status (legal atau tidak legal).

  1. Analgesik yaitu obat antinyeri (pembunuh rasa sakit).
  • Asetaminofen (juga dikenal dengan parasetamol
  • Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS atau NSAID)

           a. Aspirin atau ASA (acetylsalicylic acid), yang juga antipiretik

           b. Ibuprofen

  • Opioid, narkotik pembunuh rasa sakit yang kuat dan membuat ketagihan yang juga digunakan sebagai obat rekreasi karena efek euforianya.
  • Opiat

           a. Morfin

           b. Kodein

  • Sintetik dan setengah-sintetik opioid

           a. Heroin

           b. Oxycodone

           c. Vicodin

           d. Demerol

           e. Darvocet

           f. Tramadol

           g. Fentanyl

  1. obat rekreasi biasanya digunakan untuk mengubah emosi atau fungsi tubuh untuk rekreasi
  • Alkohol
  • Nikotin
  • Kafeina
  • Hallucinogens (termasuk LSD, Magic mushrooms dan Dissociative drug)
  • Cannabis
  • MDMA
  • GHB
  • Heroin
  • Cocaine
  • Inhalant
  1. Entheogenic untuk membuat rasa mistik atau shamanistic
  • Magic mushrooms
  • Peyote
  • Ayahuasca
  • Amanita muscaria
  • Salvia divinorum
  • Datura
  1. Obat peningkatan performa (untuk olahraga atau perang).
  • Amphetamine
  • Ephedrine
  • Cocaine
  • Anabolic steroids
  1. Obat gaya hidup digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup
  • Viagra
  • Rogaine
  • Antidepressant
  1. obat Psychiatric
  • Antidepressants

           a. Prozac

           b. Paxil

  • Tranquilizers

           a. Typical antipsychotic tranquilizers

                - Thorazine

           a. Atypical antipsychotic tranquilizers

  • Sedative

            a. Valium

  1. Obat diare digunakan untuk mengatasi penyakit diare

Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Obat