Penerapan Kartogragi Komputer dalam Pemetaan

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman

22 April 2024, 07.49

Contoh peta digital. Dalam foto adalah persentase penduduk Australia yang mengidentifikasi diri sebagai Anglikan -

Kartografi komputer (juga disebut kartografi digital) adalah seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi pembuatan dan penggunaan peta dengan komputer. Teknologi ini mewakili perubahan paradigma dalam cara pembuatan peta, namun pada dasarnya masih merupakan bagian dari kartografi tradisional. Fungsi utama dari teknologi ini adalah untuk menghasilkan peta, termasuk pembuatan representasi akurat dari suatu area tertentu seperti, merinci arteri jalan utama dan tempat menarik lainnya untuk navigasi, dan dalam pembuatan peta tematik. Kartografi komputer adalah salah satu fungsi utama sistem informasi geografis (GIS), namun GIS tidak diperlukan untuk memfasilitasi kartografi komputer dan memiliki fungsi lebih dari sekedar membuat peta. Publikasi peer-review pertama tentang penggunaan komputer untuk membantu proses kartografi sudah ada beberapa tahun sebelum diperkenalkannya GIS lengkap.

Kartografi komputer, seringkali digabungkan dengan jaringan satelit GPS, membantu berbagai aplikasi komputer. Hal ini memungkinkan pengembangan peta otomatis secara real-time untuk tujuan seperti sistem navigasi kendaraan.

Sejarahnya, pada tahun 1959, Waldo Tobler menerbitkan makalah berjudul "Otomasi dan Kartografi" yang menetapkan kasus penggunaan pertama komputer sebagai alat bantu dalam kartografi. Dalam makalah ini, Tobler menetapkan apa yang disebutnya sebagai sistem "map in-map out" (MIMO), yang memfasilitasi digitalisasi peta tradisional, mengubahnya, dan mereproduksinya. Sistem MIMO, meskipun sederhana, memperkenalkan penggunaan komputer untuk pembuatan peta dalam literatur dan menjadi landasan bagi sistem informasi geografis yang lebih maju di tahun-tahun berikutnya oleh ahli geografi seperti Roger Tomlinson. Percepatan pesat yang terjadi kemudian menyebabkan perubahan paradigma yang cepat dalam kartografi, dimana kartografi tradisional digantikan oleh kartografi berbantuan komputer. Hal ini diprediksi pada tahun 1985, ketika Mark Monmonier berspekulasi dalam bukunya Transisi Teknologi dalam Kartografi bahwa kartografi komputer yang difasilitasi oleh GIS akan menggantikan kartografi pena dan kertas tradisional. Diyakini bahwa pencapaian lebih banyak peta yang dibuat dan didistribusikan dengan komputer dicapai sekitar pertengahan tahun 1990an.

Peta digital sangat bergantung pada sejumlah besar data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu. Sebagian besar informasi yang terkandung dalam peta digital merupakan puncak dari citra satelit dan juga informasi permukaan jalan. Peta harus sering diperbarui untuk memberikan gambaran lokasi yang paling akurat kepada pengguna. Meskipun terdapat banyak perusahaan yang berspesialisasi dalam pemetaan digital, premis dasarnya adalah bahwa peta digital akan secara akurat menggambarkan jalan sebagaimana aslinya sehingga memberikan "pengalaman seperti kehidupan".

Kartografi komputer melibatkan penggunaan program dan aplikasi komputer berpemilik dan non-pemilik untuk menyediakan citra dan data peta tingkat jalan untuk berbagai tujuan. Dalam beberapa tahun terakhir, kemajuan teknologi komputasi seluler telah mendorong penggunaan pemetaan digital di bidang ilmiah seperti geologi, teknik, arsitektur, survei tanah, pertambangan, kehutanan, ilmu lingkungan, dan arkeologi.

Salah satu penerapan signifikan teknologi pemetaan digital adalah dalam sistem navigasi GPS. Teknologi GPS, yang mengandalkan sinyal dari satelit yang mengorbit bumi, merupakan hal mendasar dalam sistem navigasi pemetaan digital. Penerima GPS mengumpulkan data dari beberapa satelit untuk menghitung posisi pengguna dalam tiga dimensi, memberikan koordinat yang tepat. Koordinat ini kemudian digunakan oleh perangkat lunak pemetaan digital untuk menghasilkan representasi visual rute secara real-time, sehingga memandu pengguna ke tujuan mereka secara efisien. Jika pengguna menyimpang dari rute yang ditentukan, sistem navigasi akan menghitung ulang rute baru berdasarkan koordinat saat ini.

Disadur dari:

https://en.wikipedia.or