Pembangkit Listrik Portabel Inovasi Mahasiswa UNY

Dipublikasikan oleh Wanda Adiati, S.E.

23 Maret 2022, 21.28

Pembangkit Listrik Portabel Inovasi Mahasiswa UNY (Ilustrasi)

Kebutuhan dan permintaan energi listrik Indonesia semakin meningkat, sedangkan tidak sebanding dengan pasokan sumber energi. Selama ini, Indonesia banyak menggunakan sumber energi listrik dari bahan yang tidak terbarukan.

Seperti batu bara dan gas yang merupakan penyumbang efek rumah kaca dan karbon dioksidanya yang menyebabkan panas global. Padahal, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam sangat besar yang dapat dimanfaatkan sebagai energi listrik.

Salah satunya energi air karena sumber daya air yang ada di Indonesia terbilang melimpah. Sehingga, sangat berpotensial untuk menggunakan dapat sumber daya air sebagai energi listrik, yang sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Perlu inovasi pembangkit listrik tenaga air portabel memenuhi kebutuhan listrik, terutama pedesaan dan terpencil. Ini mendorong sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk merancang pembangkit listrik hydro coil turbine.

Memanfaatkan aliran sungai sebagai energi listrik ramah lingkungan. Ada Ahmad Rizal Rifani (Teknik Mesin), Abdul Rosyid Hidayatullah (Fisika), Helmi Kusuma Perdana dan Khakam Ma'ruf (Pendidikan Teknik Mesin) serta Lutfi'ah Sungkar (PGSD).

Rizal mengatakan, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang sudah ada mengalami beberapa kekurangan. Ukuran yang besar, tidak praktis, sulit dalam perawatan, daya yang dihasilkan tidak optimal dan membutuhkan aliran air yang deras.

"Beberapa rekayasa sistem pembangkit listrik telah dilakukan dengan mengubah desain dan ukuran turbin, namun tenaga yang dihasilkan kurang optimal dan perawatan turbin yang tidak mudah," kata Rizal, Kamis (11/11).

Inovasi Hydro Coil Turbine rancangan mereka dapat beroperasi dengan aliran air yang tidak deras. Sehingga, dapat diterapkan kepada selokan dan jaringan irigasi yang banyak dibangun di pedesaan, turbin air ini lebih portabel dan praktis.

Maka itu, lebih mudah digunakan dan perawatan serta efektivitas daya yang lebih besar. Rosyid menerangkan, turbin akan bekerja dengan mengubah energi potensial air menjadi energi kinetik berupa putaran meliputi tekanan dan aliran air.

"Hidro Coil Turbin yang memiliki geometri sudu berupa coil (gulungan) dengan prinsip pompa Archimedes," ujar Rosyid.

Khakam menjelaskan, Hydro Coil Turbine rancangan mereka memiliki komponen mulai coil turbin, generator, bearing axial dan motor stepper. Turbin coil ini bekerja mengubah energi potensial air jadi energi kinetik untuk memutarkan generator.

Air yang mengalir melalui cover silinder menumbuk sudu coil, tumbukan dijadikan gerakan memutar poros karena geometri dari sudu coil. Poros yang berputar dari sudu coil dihubungkan dengan poros generator, sehingga hasilkan energi listrik.

"Turbin ini memiliki ukuran yang lebih portabel, dapat menghasilkan evektifitas daya yang tinggi, sehingga dapat diterapkan kepada selokan dan jaringan irigasi yang banyak dibangun di daerah pedesaan," kata Khakam.

Lutfi'ah menambahkan, turbin ini dapat beroperasi dengan aliran air yang tidak deras, dapat diterapkan ke selokan dan irigasi yang banyak di pedesaan. Hydro Coil Turbine dilengkapi kendali otomatis menyesuaikan ketinggian air di aliran. "Sehingga, mampu mengoptimalkan energi yang dihasilkan," ujar Lutfi'ah.


Sumber Artikel: republika.co.id

Artikel lainnya