Model Geosentris Buktikan Bumi Pusat Alam Semesta

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman

10 Maret 2024, 02.03

Ilustrasi sistem geosentris non-Ptolemeus oleh kosmografi dan kartografer Portugis Bartolomeu Velho, 1568 - Wikipedia

Dalam dunia astronomi yang penuh misteri, model geosentris menjadi pandangan lama yang menggambarkan semesta dengan Bumi sebagai pusatnya. Menurut pandangan ini, Matahari, Bulan, bintang, dan planet-planet, semuanya tunduk pada orbit mengelilingi Bumi. Model geosentris ini pernah memegang peran utama dalam penjelasan alam semesta, mendominasi pemikiran di banyak peradaban Eropa kuno, termasuk ajaran Aristoteles di Yunani Klasik dan karya Ptolemeus di Mesir Romawi, serta masa Zaman Emas Islam.

Ada dua pengamatan mendasar yang memberikan dasar bagi gagasan bahwa Bumi adalah pusat segalanya. Pertama, dari perspektif mana pun di Bumi, Matahari terlihat seolah-olah mengitari Bumi setiap hari. Meskipun Bulan dan planet-planet memiliki gerakan unik mereka sendiri, mereka juga terlihat beredar mengelilingi Bumi sekitar sekali dalam sehari. Bintang-bintang pun tampaknya terpaku pada bola langit yang berputar seiring dengan sumbu geografis Bumi setiap harinya. Kedua, dari sudut pandang seorang pengamat di Bumi, Bumi terlihat tetap diam; solid, stabil, dan tidak bergerak.

Filsuf-filsuf kuno, mulai dari Yunani hingga Romawi dan abad pertengahan, umumnya menyatukan model geosentris dengan pandangan bahwa Bumi adalah objek bulat, menolak pandangan zaman kuno yang menyebut Bumi datar. Meski demikian, Aristarkhus dari Samos, seorang astronom dan matematikawan Yunani pada abad ketiga sebelum Masehi, memberikan kontribusi besar dengan merumuskan model heliosentris. Model ini menempatkan semua planet yang dikenal saat itu dalam urutan yang benar mengelilingi Matahari. Orang Yunani percaya bahwa gerakan planet-planet bersifat melingkar, pandangan ini tidak diuji dalam budaya Barat hingga abad ke-17, ketika Johannes Kepler mengusulkan bahwa orbit-planet bersifat heliosentris dan berbentuk elips (Hukum Pertama Gerak Planet Kepler). Pada tahun 1687, Newton menunjukkan bahwa orbit elips dapat dihasilkan dari hukum gravitasi yang dirumuskannya.

Meskipun model geosentris Ptolemaik pernah mendominasi pemikiran dan prediksi astronomi selama berabad-abad, seiring perkembangan zaman, model ini mulai surut dan digantikan oleh model heliosentris yang diajukan oleh Copernicus, Galileo, dan Kepler. Meski peralihan antara dua teori ini dihadapi resistensi besar, terutama karena postulat geosentris memberikan hasil yang lebih akurat dalam jangka waktu tertentu, akhirnya model heliosentris WGS 84 muncul sebagai paradigma baru yang mendominasi pandangan dunia.

Disadur dari https://en.wikipedia.org/wiki/Geocentric_model