Meningkatkan Akses Pendidikan di Pedesaan Papua Barat

Dipublikasikan oleh Kania Zulia Ganda Putri

26 April 2024, 20.14

Sumber: westpapuadiary.com

Salah satu permasalahan pendidikan di Indonesia adalah kondisi pendidikan antar daerah yang belum stabil. Dalam konteks ini, provinsi Papua Barat patut mendapat perhatian khusus. Rendahnya akses terhadap pendidikan juga ditandai dengan tingginya angka putus sekolah sebesar 1,44, tertinggi ke-5 di Indonesia.

Masalah pokok pendidikan Papua Barat

Banyak hal yang bisa menunjukkan permasalahan utama pendidikan di Papua Barat . Permasalahan tersebut terkait dengan terbatasnya akses dan relatif rendahnya kualitas pendidikan.

Persoalan akses menyangkut kemudahan setiap warga negara memperoleh layanan pendidikan. Pada saat yang sama, masalah mutu berkaitan dengan bagaimana proses pendidikan dapat dilaksanakan secara efektif untuk menghasilkan keluaran yang kompetitif.

Kondisi geografis pulau juga mempengaruhi keduanya. Provinsi Papua Barat terdiri dari kabupaten-kabupaten di ratusan pulau. Secara umum, 70% penduduknya tinggal di pedesaan dengan topografi yang beragam.

Jika dicermati, kebanyakan dari mereka tinggal di pegunungan dan dataran rendah yang sulit diakses. Kondisi geografis dan topografis tersebut menjadi salah satu kendala penduduk dalam mengakses pendidikan. Di sisi lain, salah satu indikator sederhana yang biasa digunakan untuk mengukur mutu pendidikan adalah rasio jumlah guru dengan jumlah siswa. Selain itu, ketersediaan ruang kelas yang sesuai untuk kegiatan belajar mengajar juga menjadi kendala terhadap pendidikan yang berkualitas.

Pentingnya kebijakan peningkatan mutu pendidikan 

Tantangan utama pendidikan di Papua adalah tingginya kesenjangan pendidikan antara Papua Barat dengan provinsi lain di Indonesia , khususnya di wilayah barat. Hingga saat ini, Papua selalu menjadi contoh nyata buruknya akses terhadap layanan pendidikan, terutama di daerah terpencil.

  • Peningkatan kualifikasi guru

Kebijakan guru telah berkembang pesat dalam dunia pendidikan di Indonesia. Beberapa prosedur telah ditempuh untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia . Selain kualifikasi guru , anggaran peningkatan kualitas telah dibahas di tingkat pemerintah. Undang-undang tersebut kemudian memberikan landasan bagi guru untuk mengajar dengan minimal gelar sarjana dan program sertifikasi guru. Pemerintah pusat berupaya menetapkan standar bagi guru, meningkatkan keterampilan mereka, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan.

  • Program kesetaraan guru Papua Barat

Kesenjangan pemerataan guru antar satuan pendidikan, jenjang, jenis pendidikan, kabupaten/kota, dan provinsi masih tinggi. Kesenjangan ini menunjukkan betapa kompleksnya permasalahan penataan dan pemerataan guru di Indonesia. Di beberapa sekolah di Papua, banyak dijumpai sekolah yang memiliki 57 guru PNS dan satu kepala sekolah. Guru umumnya enggan ditempatkan di area tersebut dalam jangka waktu lama. Selain memberikan tunjangan khusus pada daerah khusus, Pemerintah juga mencanangkan program Guru Garis Depan dengan tujuan pemerataan guru di berbagai wilayah tanah air yang masih kekurangan tenaga pendidik.

  • Kebijakan pendidikan layanan khusus
Permasalahan geografis dan topografi di Papua menyebabkan beberapa keterbelakangan laju pembangunan nasional, khususnya di bidang pendidikan. Minimnya ketersediaan layanan publik dan sosial menyebabkan masyarakat setempat tidak dapat mengakses layanan pendidikan dasar. Untuk itu, pemerintah telah mengambil kebijakan pemerataan pendidikan dan pemenuhan hak-hak dasar. Seluruh warga negara Indonesia berhak memperoleh layanan pendidikan dasar yang disebut Pendidikan Layanan Khusus. Program ini mendidik siswa di daerah terpencil atau tertinggal, masyarakat adat terpencil, serta mereka yang mengalami bencana alam dan sosial yang kurang beruntung secara ekonomi. 
  • Kebijakan terkait keterlibatan masyarakat
Seiring dengan kebijakan otonomi pendidikan di setiap daerah, pemerintah menyediakan wadah bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam dunia pendidikan. Hal ini dimaksudkan agar penyelenggaraan pendidikan melibatkan langsung partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat merupakan suatu sistem yang berkaitan dengan kelembagaan mulai dari provinsi, kabupaten, kota hingga kecamatan di Papua Barat. Lembaga ini berkewajiban membantu dan memfasilitasi pelaksanaan sekolah karena hasilnya meningkatkan sumber daya masyarakat. 
 
Disadur dari: westpapuadiary.com