Menggunakan Biomassa Kelapa Sawit untuk Membuat Ban

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

12 Maret 2024, 10.31

Sumber: minio.brin.go.id

Agus Kissmant, seorang peneliti di Pusat Penelitian Konversi dan Konservasi Energi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), telah mengembangkan karbon hitam hijau sebagai bahan baku dari biomassa kelapa sawit. Karbon hitam tersebut digunakan sebagai pewarna dan penguat dalam produk non-ban, seperti ban mobil, ikat pinggang, tabung, dan barang-barang karet lainnya.

Pada acara monitoring dan evaluasi hibah penelitian kelapa sawit yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di Samaung Samadikun BRIN Bandung Sains dan Bidang Teknologi pada 10 hingga 11 Januari, Agus menjelaskan latar belakang penelitian ini. Dia menyoroti bahwa perkebunan kelapa sawit merupakan sumber biomassa yang sangat melimpah. Namun, limbah seperti daun-daun, tandan kosong, dan batang pohon kelapa sawit yang tersisa dari proses reboisasi belum dimanfaatkan secara optimal.

Agus menekankan bahwa limbah tandan kosong kelapa sawit yang mencapai 59 juta ton per tahun dapat diolah menjadi karbon hitam, menghasilkan sekitar 3 juta ton. Pengembangan teknologi ini dianggap sebagai potensi besar untuk meningkatkan ekspor Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan teknologi produksi karbon hitam dari biomassa, dengan melakukan proses pirolisis biomassa di bagian hulu untuk mencapai efisiensi ekonomi yang optimal.

Agus menyoroti bahwa karbon hitam dari biomassa kelapa sawit menjadi pasar baru yang penting, terutama karena selama ini hanya tersedia dari bahan bakar fosil. Hal ini sejalan dengan upaya untuk mencapai net-zero emisi, yang menjadi prioritas saat ini. Teknologi produksi yang diusulkan melibatkan proses gasifikasi pada tandan kosong pada suhu rendah untuk menghasilkan gas sintesis dan minyak pirolisis atau tar. Gas sintesis digunakan sebagai bahan bakar dalam proses produksi, sementara minyak pirolisis berfungsi sebagai bahan baku.

Hasil dari penelitian tahun pertama telah menghasilkan karbon hitam berkualitas tinggi yang dapat digunakan sebagai bahan baku di beberapa pabrik ban. Teknologi pengolahan bahan baku dan bahan bakar jelaga berbasis gas sintesis termal harus segera diimplementasikan. Penelitian lebih lanjut akan meliputi penyiapan bahan baku produksi gas pirosin dari tandan kosong kelapa sawit, optimalisasi produksi di reaktor karbon hitam untuk mencapai kualitas yang lebih baik, dan pengembangan ekstraksi karbon hitam dari jelaga.


Disadur dari: www.brin.go.id