Mengenali Sejarah Arsitektur

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman

23 Februari 2024, 14.28

Florence Cathedral - Wikipedia

Arsitektur bukan sekadar seni dan teknik merancang serta membangun, melainkan juga proses dan hasil dari menyusun, membayangkan, merencanakan, merancang, dan membangun bangunan atau struktur lainnya. Istilah ini berasal dari bahasa Latin "architectura," dan memiliki akar kata dalam bahasa Yunani Kuno, yaitu ἀρχιτέκτων (arkhitéktōn), yang artinya 'arsitek'; terdiri dari ἀρχι- (arkhi-) yang berarti 'kepala', dan τέκτων (téktōn) yang berarti 'pencipta'. Karya arsitektur, dalam bentuk fisik bangunan, sering kali dianggap sebagai simbol budaya dan seni, mengidentifikasi peradaban dengan prestasi arsitektur mereka yang masih dapat kita saksikan.

Praktik arsitektur, yang dimulai pada masa prasejarah, telah menjadi cara yang sangat esensial untuk mengekspresikan budaya di seluruh tujuh benua. Karenanya, arsitektur dianggap sebagai bentuk seni. Teks-teks mengenai arsitektur telah ada sejak zaman kuno, dan salah satu contoh tertua adalah traktat De architectura karya arsitek Romawi Vitruvius pada abad ke-1 Masehi. Vitruvius menyatakan bahwa bangunan yang baik harus mencakup unsur firmitas (kekutan), utilitas (kegunaan), dan venustas (keindahan). Konsep ini kemudian dikembangkan oleh tokoh seperti Leon Battista Alberti, yang melihat keindahan sebagai kualitas objektif yang terdapat dalam proporsi bangunan.

Dalam abad ke-19, Louis Sullivan menegaskan prinsip "bentuk mengikuti fungsi," di mana "fungsi" tidak hanya mencakup aspek praktis, tetapi juga dimensi estetika, psikologis, dan budaya. Gagasan arsitektur berkelanjutan baru diperkenalkan pada akhir abad ke-20, menyoroti pentingnya keberlanjutan dalam merancang bangunan. Selama perjalanan sejarah, arsitektur berkembang dari arsitektur vernakular lisan pedesaan menjadi ekspresi yang sukses dan diterapkan dalam konteks perkotaan. Pergeseran fokus dari pembangunan struktur keagamaan menuju kebajikan sipil di Yunani dan Romawi serta pengaruh arsitektur India, Tiongkok, dan Buddha di seluruh Asia menandai evolusi kreatif arsitektur. Di Abad Pertengahan, muncul gaya-gaya Romanesque dan Gothic, dan pada masa Renaisans, bentuk-bentuk Klasik menjadi favorit, diimplementasikan oleh arsitek yang dikenal dengan namanya.

Pada era modern, setelah Perang Dunia I, arsitektur mengalami transformasi sebagai gerakan avant-garde yang mencari menciptakan gaya baru yang sepenuhnya sesuai dengan tatanan sosial dan ekonomi pasca-perang. Perhatian utama diberikan pada teknik modern, bahan, dan bentuk geometris yang sederhana, membuka jalan bagi kemunculan struktur super tinggi. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak arsitek merasa kecewa dengan pendekatan modernisme yang dianggapnya kurang memperhatikan sejarah dan keindahan, sehingga muncullah arsitektur postmodern dan kontemporer yang mengeksplorasi beragam gaya dan konsep. Sejak itu, bidang konstruksi arsitektural telah berkembang untuk mencakup berbagai hal, mulai dari desain kapal hingga dekorasi interior, mencerminkan keragaman dan evolusi seni arsitektur.

Disadur dari: https://en.wikipedia.org/wiki/Architecture