Mengenal Lebih Jauh Proses Spontan (Spontaneous Process)

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

18 April 2024, 08.33

Sumber: www.sciencedirect.com

Dalam termodinamika, proses spontan (Spontaneous Process) adalah proses yang terjadi tanpa masukan dari luar ke sistem. Definisi yang lebih teknis adalah evolusi waktu suatu sistem yang melepaskan energi bebas dan berpindah ke keadaan energi yang lebih rendah dan lebih stabil secara termodinamika (mendekati kesetimbangan termodinamika). Konvensi tanda perubahan energi bebas mengikuti praktik umum pengukuran termodinamika di mana pelepasan energi bebas suatu sistem berhubungan dengan perubahan negatif energi bebas sistem dan perubahan positif energi bebas lingkungan.

Tergantung pada sifat prosesnya, energi bebas ditentukan secara berbeda. Misalnya, perubahan energi bebas Gibbs digunakan untuk proses yang terjadi pada kondisi tekanan dan suhu konstan, sedangkan perubahan energi bebas Helmholtz digunakan untuk proses yang terjadi pada kondisi volume dan suhu konstan. Nilai dan bahkan tanda kedua perubahan energi bebas dapat bergantung pada suhu dan tekanan atau volume.

Karena proses spontan dicirikan oleh penurunan sistem dan energi bebas, maka proses tersebut tidak perlu didorong oleh sumber energi eksternal. Dalam kasus di mana terdapat sistem terisolasi di mana tidak ada pertukaran energi dengan lingkungan, proses spontan ditandai dengan peningkatan entropi. Reaksi spontan adalah reaksi kimia yang merupakan proses spontan dalam kondisi yang diinginkan.

Ringkasan

Secara umum, spontanitas suatu proses hanya menentukan apakah suatu proses dapat terjadi, dan tidak menunjukkan apakah suatu proses dapat terjadi atau tidak. Dengan kata lain, spontanitas merupakan syarat yang perlu namun tidak cukup agar proses tersebut benar-benar terjadi. Selain itu, spontanitas tidak mempengaruhi kecepatan terjadinya spontanitas.

Misalnya, transformasi intan menjadi grafit merupakan proses spontan pada suhu dan tekanan kamar. Meskipun proses ini terjadi secara spontan, namun hal ini tidak terjadi karena energi yang dibutuhkan untuk memutus ikatan karbon-karbon yang kuat lebih besar daripada energi bebas yang dilepaskan.
 

Disadur dari: en.wikipedia.org