Masalah Pendidikan di Indonesia

Dipublikasikan oleh Kania Zulia Ganda Putri

25 April 2024, 20.11

Sumber: id.pinterest.com

Pendidikan merupakan tempat belajar yang dapat dilakukan dimana saja. Setiap manusia pasti mengalami atau menjalankan pendidikan. Peran pendidikan sangat penting bagi manusia saat ini. Pendidikan juga berguna untuk membangun karakter manusia sejak dini. Untuk menyelesaikan pendidikan dasar di Indonesia membutuhkan waktu 12 tahun.

Manusia membutuhkan pendidikan untuk kehidupannya agar manusia dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya melalui proses kegiatan belajar. Dimana ada pendidikan disitu pasti ada pembelajaran. Belajar sendiri dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan dilakukan oleh siapa saja. Proses belajar tidak hanya bisa dilakukan di sekolah atau di universitas atau perguruan tinggi. Belajar juga dapat dilakukan di rumah, yang dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anaknya.

Pendidikan adalah proses transfer. Transfer di sini berarti guru menyandikan ilmu kepada murid. Selain itu, kita sebagai murid saling berbagi ilmu satu sama lain untuk menambah wawasan dan pengetahuan yang semakin hari semakin berkembang. Pendidikan juga merupakan proses pembentukan warga negara yang baik. Dengan pendidikan, kita sebagai mahasiswa dapat membentuk moral bangsa yang bermartabat, beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kreatif, inovatif, mandiri, dan cakap sehingga menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Pendidikan juga merupakan penentuan nasib sendiri atau yang sering disebut dengan character building. Pendidikan merupakan dasar untuk membentuk perilaku yang baik dalam diri manusia. Semakin tinggi pendidikan yang ia tempuh, semakin banyak pengetahuan yang ia dapat maka ia dapat berpikir lebih sistematis seperti dalam contoh pendidikan karakter. Orang yang lebih berpendidikan dapat dengan mudah memahami karakter yang baik yang harus ia terapkan sebagai kepribadian, perilaku dan moral yang baik, serta cara-cara menghargai orang lain dengan cara memanusiakan manusia.

Namun berbeda dengan orang yang berpendidikan rendah, dimana mereka lebih sulit untuk menganalisa sebuah situasi karena kurangnya pengetahuan tentang karakter. Akan menganggap semua hal harus diperlakukan sama tanpa terlebih dahulu mengetahui situasi dan kondisi yang tepat seperti berbicara kasar, tidak dapat menghargai orang lain dengan menganggap semua orang sama tanpa melihat dari segi bahasa yang ia ucapkan dan kepada siapa ia berbicara, apakah lebih muda atau lebih tua. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan selain untuk menambah pengetahuan, pengetahuan juga dapat dijadikan untuk terus memperbaiki individu dan melatih kemampuan diri menuju kehidupan yang lebih baik.

Tentunya, pasti ada beberapa masalah dalam dunia pendidikan. Salah satu masalah pendidikan di Indonesia adalah kurikulum pendidikan yang sering berubah-ubah. Hal ini membuat implementasinya selalu membutuhkan pelatihan dan training. Hingga saat ini, Kurikulum 2013 masih membutuhkan banyak pelatihan. Artinya, dalam 7 tahun penerapannya, penguasaan kurikulum ini belum final. Sehingga kurikulum ini sangat rumit untuk diimplementasikan di sekolah-sekolah.

Perubahan kurikulum yang berulang-ulang ini karena setiap kali menteri pendidikan diganti, selalu berganti pula kurikulumnya. Siswa yang menjadi korban, mereka sering dibuat bingung. Tidak hanya siswa, guru pun juga akan merasa bingung, hal ini terlihat dari gaya dan cara mengajar guru yang sama seperti cara mengajar dengan kurikulum sebelumnya. Mengapa guru juga merasa bingung? Karena jika kurikulum sering berganti, guru akan membuat ulang model-model perangkat pembelajaran, pengembangan silabus, dll.

Selain masalah kurikulum, masalah pendidikan di Indonesia adalah lamanya waktu belajar setiap harinya. Siswa diwajibkan untuk belajar setidaknya selama 12 tahun. Setiap harinya, siswa menghabiskan waktu 7-9 jam di sekolah. Siswa juga dibebani dengan tugas-tugas sekolah dan pekerjaan rumah.

Seringkali, tugas-tugas tersebut terlihat tidak masuk akal karena jumlahnya yang sangat banyak. Siswa harus bisa menguasai banyak mata pelajaran. Akhirnya siswa menerima lebih dari sepuluh mata pelajaran. Hal ini membuat pemahaman menjadi tidak fokus. Siswa mengetahui banyak hal namun dangkal. Berbeda jika mata pelajaran dipangkas menjadi sedikit mata pelajaran saja. Maka siswa akan mengetahui sedikit hal namun pengetahuannya mendalam dan terfokus.

Masalah lain dari pendidikan di Indonesia adalah infrastruktur yang buruk, program yang kurang berkembang, kualitas guru yang rendah. Beberapa kali kita dikejutkan dengan peristiwa runtuhnya gedung sekolah. Sayangnya, kejadian tersebut merenggut nyawa siswa dan guru. Ada juga seorang guru yang mengajar dengan mengenakan helm di kepalanya. Ia khawatir tertimpa benda-benda yang jatuh dari atap yang sudah rapuh. Perhatian terhadap infrastruktur perlu ditingkatkan.

Masalah lainnya adalah kualitas guru yang masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya peningkatan kapasitas guru dan pelatihan yang dapat meningkatkan pemahaman guru tentang proses belajar mengajar. Masih ada juga guru yang mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Misalnya, guru Matematika dipaksa mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris.

Disadur dari: beritalima.com