Klasifikasi Industri pada Ekonomi Makro

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman

22 April 2024, 04.13

Pabrik semen bagian dari industri manufaktur - Wikipedia

Dalam ekonomi makro, industri adalah sektor dalam suatu ekonomi yang menghasilkan beragam bahan baku, barang, atau layanan yang saling terkait. Sebagai contoh, bisa disebut sebagai industri kayu atau industri asuransi.

Ketika kita menilai sebuah kelompok atau perusahaan secara individu, sumber utama pendapatannya biasanya digunakan oleh klasifikasi industri untuk menempatkannya dalam kategori tertentu. Sebagai contoh, Klasifikasi Industri Standar Internasional (ISIC) - yang digunakan untuk statistik resmi di banyak negara - mengelompokkan "unit statistik" berdasarkan "aktivitas ekonomi utama mereka". Industri kemudian diartikan sebagai "kumpulan unit statistik yang diklasifikasikan dalam kategori ISIC yang sama". Meski begitu, satu bisnis tidak harus terbatas pada satu industri saja, misalnya ketika bisnis besar (yang sering disebut sebagai konglomerat) bervariasi di beberapa industri terpisah.

Sistem klasifikasi industri lain mencakup North American Industry Classification System (NAICS), yang dikembangkan untuk membandingkan aktivitas bisnis di Amerika Utara, dan Global Industry Classification Standard (GICS), yang digunakan untuk menetapkan perusahaan ke sektor ekonomi dan kelompok industri tertentu.

Dalam ekonomi modern, terdapat banyak klasifikasi industri yang dapat dikelompokkan ke dalam sektor ekonomi yang lebih luas. Sektornya sendiri lebih umum dibandingkan klasifikasi industri. Sebagai contoh, sektor perdagangan eceran mencakup industri seperti toko pakaian, toko sepatu, dan toko kesehatan dan perawatan pribadi. Perusahaan juga tidak terbatas pada satu sektor atau industri saja, mereka dapat aktif di beberapa sektor dan industri sekaligus.

Meski industri terkait dengan produk, proses, dan pasar konsumen tertentu, namun dapat mengalami perkembangan seiring waktu. Satu industri khusus, seperti pembuatan barel, misalnya, dapat berkembang menjadi pasar niche yang kecil dan sebagian besar diidentifikasi ulang ke dalam industri lain dengan penerapan teknik baru. Di sisi lain, industri baru dapat muncul dari industri yang lebih lama ketika pasar yang signifikan menjadi terlihat.

Klasifikasi industri memiliki nilai penting dalam analisis ekonomi karena menghasilkan kategori yang berbeda secara signifikan dengan hubungan yang mudah dimengerti. Melalui klasifikasi ini, para ekonom dapat membandingkan perusahaan dalam industri yang sama untuk menilai daya tarik industri tersebut. Perusahaan dalam industri yang sama juga cenderung memiliki pergerakan harga saham yang serupa karena kesamaan mereka dan faktor makroekonomi yang memengaruhi semua anggota industri. Meskipun begitu, dalam kasus yang lebih kompleks, seperti proses yang berbeda tetapi menghasilkan produk yang serupa, diperlukan standarisasi untuk mencegah skema tertentu menjadi tidak cocok untuk semua penggunaannya.

Disadur dari:

https://en.wikipedia.org