Kesehatan Masyarakat: Pengertian, Definisi dan Tujuan

Dipublikasikan oleh Dias Perdana Putra

02 Mei 2024, 09.03

Sumber: en.wikipedia.org

Kesehatan Masyarakat

Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni yang bertujuan untuk mencegah penyakit, memperpanjang umur, dan meningkatkan kesehatan melalui kerjasama antara masyarakat, organisasi, pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan individu. Ini melibatkan analisis mendalam terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan populasi serta ancaman yang dihadapi oleh masyarakat.

Konsep kesehatan masyarakat memperhatikan aspek fisik, psikologis, dan sosial dari kesehatan. Ini mencakup berbagai disiplin ilmu seperti epidemiologi, biostatistik, ilmu sosial, dan manajemen layanan kesehatan, serta sub-bidang penting lainnya seperti kesehatan lingkungan, kesehatan perilaku, ekonomi kesehatan, dan kebijakan publik.

Kesehatan masyarakat bukan hanya tentang individu atau kelompok kecil, tetapi juga mencakup populasi yang lebih besar seperti desa, kota, dan bahkan beberapa benua dalam situasi pandemi. Upaya kesehatan masyarakat termasuk promosi perilaku sehat, surveilans kasus dan indikator kesehatan, serta berbagai inisiatif seperti promosi cuci tangan, vaksinasi, dan peningkatan kualitas udara.

Namun, terdapat kesenjangan yang signifikan dalam akses terhadap layanan kesehatan dan inisiatif kesehatan masyarakat antara negara maju dan negara berkembang, serta di antara negara berkembang itu sendiri. Infrastruktur kesehatan masyarakat masih terkendala di negara-negara berkembang, dengan kurangnya tenaga kesehatan terlatih, sumber daya keuangan yang terbatas, dan terkadang kurangnya pengetahuan dalam memberikan perawatan medis dasar.

Sejak zaman kuno, masyarakat telah berusaha untuk mempromosikan kesehatan dan melawan penyakit di tingkat populasi. Inisiatif kesehatan masyarakat mulai muncul pada abad ke-19, dengan fokus awal pada sanitasi, pengendalian penyakit menular, dan pengembangan ilmu pengetahuan seperti statistik dan mikrobiologi. Inggris Raya menjadi perintis dalam pengembangan inisiatif kesehatan masyarakat karena statusnya sebagai negara perkotaan modern pertama di dunia.

Definisi dan tujuan

Definisi Kesehatan Masyarakat
Kesehatan masyarakat didefinisikan sebagai ilmu dan seni dalam mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kualitas hidup melalui upaya terorganisir yang melibatkan partisipasi masyarakat, organisasi (baik pemerintah maupun swasta), komunitas, dan individu. Konsep ini mencakup kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial, seperti yang dikemukakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bahwa kesehatan merupakan keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.

Hubungan dengan Kesehatan Global
Kesehatan masyarakat berkaitan erat dengan kesehatan global yang menekankan peningkatan kesehatan dan pencapaian kesetaraan dalam "Kesehatan untuk semua" orang di seluruh dunia. Ini mencakup bidang studi, penelitian, dan praktik yang menempatkan prioritas pada kesehatan populasi dalam konteks global. Kesehatan internasional, di sisi lain, mempertimbangkan kesehatan melintasi batas regional atau nasional.

Pengobatan Preventif dalam Kesehatan Masyarakat
Istilah pengobatan preventif berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Ini mencakup tiga kategori utama: kesehatan dirgantara, kesehatan kerja, dan kesehatan masyarakat, serta pengobatan pencegahan umum. Pengobatan pencegahan merupakan spesialisasi medis yang menangani kebutuhan kesehatan kompleks dari suatu populasi, termasuk evaluasi program pencegahan penyakit dan metode terbaik untuk menerapkannya.

Pengembangan Konsep Kesehatan Masyarakat:
Sejak tahun 1990-an, banyak pakar kesehatan masyarakat beralih menggunakan istilah "kesehatan populasi". Tidak ada spesialisasi medis yang secara langsung berhubungan dengan kesehatan masyarakat. Namun, kesetaraan kesehatan dipandang sebagai elemen mendasar dalam kesehatan masyarakat. Pengobatan gaya hidup juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan penyakit dan kesehatan masyarakat.

Tujuan Intervensi Kesehatan Masyarakat
Tujuan intervensi kesehatan masyarakat adalah untuk mencegah dan mengurangi penyakit, cedera, dan kondisi kesehatan lainnya dengan keseluruhan tujuan meningkatkan kesehatan masyarakat dan harapan hidup.

Karakteristik dan Komponen Kesehatan Masyarakat
Kesehatan masyarakat melibatkan berbagai elemen dan praktik yang kompleks serta merupakan bidang yang interdisipliner. Ini meliputi disiplin ilmu seperti epidemiologi, biostatistik, ilmu sosial, dan manajemen layanan kesehatan, serta sub-bidang lainnya termasuk kesehatan lingkungan, kesehatan perilaku, ekonomi kesehatan, dan kebijakan publik. Praktik kesehatan masyarakat modern memerlukan tim multidisiplin yang melibatkan berbagai profesional kesehatan.

Metode

Tujuan kesehatan masyarakat bisa dicapai dengan cara mengawasi kasus penyakit dan mendorong perilaku hidup sehat di masyarakat serta memperhatikan lingkungan di sekitarnya. Untuk melakukannya, sangat penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan suatu kelompok orang dan menghadapi ancaman yang mungkin timbul. Beberapa penyakit bisa dicegah dengan cara yang sederhana, seperti mencuci tangan menggunakan sabun. Ini membantu mencegah penyebaran penyakit menular. Dalam kasus lain, penanganan penyakit atau kontrol terhadap patogen penting untuk mencegah penularannya, terutama selama wabah penyakit menular atau melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Program-program seperti vaksinasi dan distribusi kondom adalah contoh tindakan pencegahan kesehatan masyarakat yang umum dilakukan.

Kesehatan masyarakat merupakan bagian dari sistem layanan kesehatan secara keseluruhan dalam suatu negara, termasuk layanan primer, sekunder, dan tersier. Banyak upaya pencegahan penyakit dilakukan di luar fasilitas kesehatan, seperti pengawasan keamanan pangan, distribusi kondom, dan program pertukaran jarum suntik untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Kesehatan masyarakat berperan penting dalam upaya pencegahan penyakit baik di negara berkembang maupun negara maju melalui sistem kesehatan lokal dan organisasi non-pemerintah.

Dalam melakukan tugasnya, kesehatan masyarakat memerlukan Sistem Informasi Geografis (GIS) karena risiko, kerentanan, dan paparan yang terkait dengan aspek geografis. Hal ini membantu dalam pemetaan dan pemahaman lebih lanjut tentang lingkungan dan kondisi kesehatan masyarakat.

Etika

Dalam etika kesehatan masyarakat, terdapat dilema antara hak individu dan upaya memaksimalkan kesehatan secara keseluruhan. Pendekatan utilitarian konsekuensialis mendukung kesehatan masyarakat, namun pendekatan ini dibatasi dan dikritik oleh berbagai aliran filosofi seperti liberalisme, deontologi, prinsipalisme, dan libertarianisme. Stephen Holland mengemukakan bahwa penting untuk menemukan kerangka kerja yang paling sesuai dengan situasi tertentu dan melihat implikasinya terhadap kebijakan kesehatan masyarakat.

Definisi kesehatan sendiri seringkali tidak jelas dan dapat bervariasi tergantung dari sudut pandang individu, baik itu praktisi kesehatan masyarakat, anggota masyarakat, atau dokter. Ketidakjelasan ini dapat menjadi hambatan bagi promosi kesehatan karena nilai-nilai di balik intervensi kesehatan masyarakat mungkin dianggap asing oleh masyarakat, bahkan dapat menimbulkan ketidaksukaan terhadap intervensi tertentu. Beberapa kritikus juga berpendapat bahwa kesehatan masyarakat cenderung lebih fokus pada faktor individu daripada faktor populasi secara keseluruhan.

Secara historis, kampanye kesehatan masyarakat telah dikritik karena terlalu moralistik dan kurang fokus pada aspek kesehatan. Kritik tersebut termasuk penyalahgunaan epidemiologi dan statistik untuk mendukung intervensi gaya hidup dan program skrining, yang beberapa sarjana sebut sebagai "fasisme kesehatan". Hal ini dianggap sebagai objektifikasi individu tanpa mempertimbangkan faktor emosional dan sosial yang relevan.

Area prioritas

Pada awalnya, fokus utama kesehatan masyarakat berkisar pada tiga aspek inti yang berkaitan dengan tata negara: penyediaan air bersih dan sanitasi, pengendalian penyakit menular, dan pengembangan infrastruktur ilmiah seperti statistik, mikrobiologi, dan epidemiologi. Inggris memimpin dalam pengembangan kesehatan masyarakat karena statusnya sebagai negara perkotaan modern pertama pada abad ke-19. Namun, seiring dengan perubahan epidemiologi dan penurunan penyakit menular pada abad ke-20, fokus kesehatan masyarakat beralih ke penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung.

Di banyak negara maju, upaya pencegahan telah berhasil menurunkan angka kematian bayi secara signifikan. Namun, masalah kesehatan masyarakat yang utama di negara-negara berkembang adalah buruknya kesehatan ibu dan anak, yang diperparah oleh masalah gizi dan kemiskinan. Inisiatif kesehatan masyarakat juga telah mengidentifikasi dan menangani masalah kesehatan modern seperti HIV/AIDS, diabetes, penyakit yang ditularkan melalui air, dan resistensi antibiotik.

Salah satu tantangan besar saat ini adalah meningkatnya masalah obesitas di seluruh dunia, tidak hanya di negara-negara berpenghasilan tinggi tetapi juga di negara-negara berpendapatan rendah. Banyak program kesehatan masyarakat kini memfokuskan perhatian dan sumber daya mereka pada masalah obesitas, dengan tujuan mengatasi penyebab utamanya seperti pola makan tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik.

Selain itu, ketimpangan kesehatan menjadi semakin memprihatinkan dalam kesehatan masyarakat, didorong oleh faktor-faktor sosial yang memengaruhi kesehatan. Tantangan utama adalah memastikan kesetaraan kesehatan dengan mengidentifikasi dan mengatasi bias dalam penelitian dan praktik kesehatan masyarakat, sehingga upaya kesehatan masyarakat dapat mengurangi, bukan memperburuk, kesenjangan kesehatan yang ada.

Organisasi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merupakan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat internasional. Tujuan utamanya adalah mencapai tingkat kesehatan setinggi mungkin bagi semua orang. WHO memiliki mandat luas yang mencakup advokasi layanan kesehatan universal, pemantauan risiko kesehatan masyarakat, koordinasi respons terhadap keadaan darurat kesehatan, dan meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan manusia.

Di sebagian besar negara, terdapat badan kesehatan masyarakat sendiri yang bertanggung jawab atas permasalahan kesehatan dalam negeri. Di Amerika Serikat, misalnya, departemen kesehatan negara bagian dan lokal serta Layanan Kesehatan Masyarakat Amerika Serikat dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memainkan peran penting dalam inisiatif kesehatan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Program kesehatan masyarakat memainkan peran vital dalam mengurangi kejadian penyakit, kecacatan, dan dampak penuaan, serta kondisi kesehatan fisik dan mental lainnya. Namun, pendanaan untuk kesehatan masyarakat umumnya lebih sedikit dibandingkan dengan pengobatan. Meskipun demikian, program kesehatan masyarakat yang menyediakan vaksinasi telah berhasil secara signifikan mengurangi terjadinya penyakit seperti kolera, polio, dan cacar.

WHO mengidentifikasi fungsi inti program kesehatan masyarakat, termasuk memberikan kepemimpinan dalam isu-isu kesehatan penting, membentuk agenda penelitian, menetapkan norma dan standar, mengartikulasikan kebijakan etis berbasis bukti, dan memantau situasi kesehatan serta menilai tren kesehatan.

Perubahan perilaku juga menjadi fokus penting dalam kesehatan masyarakat, dengan upaya untuk memahami motivasi evolusioner di balik perilaku maladaptif dan menggunakan pendekatan yang lebih efektif dalam mengubah perilaku individu. Industri pemasaran dan film telah terlibat dalam upaya ini, dengan menggunakan pesan tentang kesehatan untuk mengubah perilaku masyarakat.

Selain itu, kesehatan masyarakat juga berkontribusi terhadap perawatan medis dengan mengidentifikasi kebutuhan penduduk akan layanan kesehatan, mengevaluasi layanan yang ada, dan mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan layanan kesehatan. Namun, beberapa program dan kebijakan kesehatan masyarakat dapat menimbulkan kontroversi, seperti program pencegahan HIV dan pengendalian kebiasaan merokok, karena konflik antara kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat dan kebebasan individu.

Disadur dari: en.wikipedia.org