Jejak Sejarah UPI: Dari PTPG Hingga Perguruan Tinggi Negeri Multikampus

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

14 Maret 2024, 10.27

Sumber: id.wikipedia.org

Universitas Indonesia (UPI)4 ᮤᮮᮮᮮᮮᮤᮤᮤᮮᮤᮮᮮᮮᮤᮤᮤᮤ ᮤᮊ adalah sebuah negara yang sebagian besar kampusnya berada di kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia.[5] Sejak tahun 2012, UPI telah menjadi universitas (PTP)[6], berbeda dengan status sebelumnya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BHMN).

UPI adalah perguruan tinggi yang: tidak melihat Sistem multi kampus [7] yaitu enam kampus tersebar di dua wilayah: Jawa Barat dan Banten. Kampus utama UPI terletak di Jalan Setiabudhi 229, Bandung. Saat ini terdapat kampus lain di Cibiru, Tasikmalaya, Sumedang, Purwakarta dan Serang. Muhammad Yamin. Awalnya bernama Perguruan Tinggi Guru (PTPG). didirikan pada berdasarkan sejarah perkembangan negara setelah menyadari bahwa upaya mencerdaskan dan mencerdaskan rakyat merupakan bagian penting untuk mencapai kemandirian.Beberapa alasan didirikannya PTPG adalah: Pertama, setelah Indonesia merdeka, bangsa Indonesia telah pusat pendidikan yang besar. Kedua, perlunya disiapkan guru yang bermutu dan bertaraf universitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang akan merintis terwujudnya masyarakat yang sejahtera.[8]

Gedung utama UPI bermula dari puing sebuah villa yang bernama Villa Isola, merupakan gedung bekas peninggalan masa sebelum Perang Dunia II. (Pada masa perjuangan melawan penjajah, gedung ini pernah dijadikan markas para pejuang kemerdekaan). Puing puing itu dibangun kembali dan kemudian menjelma menjadi sebuah gedung bernama Bumi Siliwangi yang megah dengan gaya arsitekturnya yang asli.[8]

Di sinilah untuk pertama kalinya para pemuda mendapat gemblengan pendidikan guru pada tingkat universitas, sebagai realisasi Keputusan Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia (Nomor 35742 tanggal 1 September 1954 tentang pendirian PTPG/Perguruan Tinggi Pendidikan Guru).[8]

Sejalan dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No. 40718/S pada waktu itu, yang menyatakan bahwa PTPG dapat berdiri sendiri menjadi perguruan tinggi atau perguruan tinggi dalam universitas, maka seiring dengan berdirinya Universitas Padjadjaran (UNPAD), pada tanggal 25 November 1958 PTPG diintegrasikan menjadi fakultas utama Universitas Padjadjaran dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).[8]

Untuk memantapkan sistem pengadaan tenaga guru dan tenaga kependidikan, berbagai kursus yang ada pada waktu itu, yaitu pendidikan guru B I dan B II, diintegrasikan ke dalam FKIP melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 1961. Selanjutnya FKIP berkembang menjadi FKIP A dan FKIP B. Pada saat yang sama, berdiri pula Institut Pendidikan Guru (IPG), yang mengakibatkan adanya dualisme dalam lembaga pendidikan guru. Untuk menghilangkan dualisme tersebut, pada tanggal 1 Mei 1963 dikeluarkan Keputusan Presiden Nomor 1 tahun 1963, yang melebur FKIP dan IPG menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) sebagai satu satunya lembaga pendidikan guru tingkat universitas. FKIP A/FKIP B dan IPG yang ada di Bandung akhirnya menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bandung (IKIP Bandung).[8]

IKIP Bandung saat itu telah memiliki lima fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan Ilmu Sosial, Fakultas Keguruan Sastra dan Seni, Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta, dan Fakultas Keguruan Ilmu Teknik. Kebutuhan akan tenaga guru kian mendesak, demikian pula tumbuhnya hasrat untuk meningkatkan dan memeratakan kemampuan para guru. Hal ini mendorong IKIP Bandung membuka ekstension, antara tahun 1967 1970 IKIP Bandung membuka ekstension di hampir seluruh kabupaten di Jawa Barat.

Peranan IKIP Bandung di tingkat nasional semakin menonjol, setelah pemerintah menetapkan bahwa IKIP Bandung menjadi IKIP Pembina yang diserahi tugas membina beberapa IKIP di luar Pulau Jawa, yaitu IKIP Bandung Cabang Banda Aceh, Palembang, Palangkaraya, dan Banjarmasin. Sesuai dengan kebijaksanaan Departemen P dan K, pada awal tahun 1970 an, secara bertahap ekstension tersebut ditutup dan cabang cabang IKIP di daerah menjadi fakultas di lingkungan universitas di daerah masing masing.

Untuk meningkatkan mutu tenaga pengajar, pada tahun 1970 IKIP Bandung membuka program Pos Doktoral melalui pembentukan Lembaga Pendidikan Pos Doktoral (LPPD) PPS yang mengelola Program S2 dan S3. Pada tahun 1976 LPPD berganti nama menjadi Sekolah Pascasarjana, pada tahun 1981 berganti nama menjadi Sekolah Pascasarjana, pada tahun 1991 berganti nama menjadi Sekolah Pascasarjana (PPS), dan kembali pada tahun 2000 berganti nama menjadi Sekolah Sarjana (SP).

Disadur dari Artikel : id.wikipedia.org