Ilmu Perubahan Lahan: Memahami Interaksi antara Perubahan Iklim, Penggunaan Lahan, dan Tutupan Lahan

Dipublikasikan oleh Kania Zulia Ganda Putri

24 April 2024, 07.11

Sumber: en.wikipedia.org

Ilmu perubahan lahan mengacu pada studi interdisipliner mengenai perubahan iklim, penggunaan lahan, dan tutupan lahan. Ilmu perubahan lahan secara khusus berusaha mengevaluasi pola, proses, dan konsekuensi dalam perubahan penggunaan dan tutupan lahan dari waktu ke waktu. Tujuan dari ilmu perubahan lahan adalah untuk memberikan kontribusi terhadap pengetahuan yang ada tentang perubahan iklim dan pengembangan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan kebijakan penggunaan lahan.

Bidang ini didasari oleh sejumlah disiplin ilmu terkait, seperti penginderaan jarak jauh, ekologi lanskap, dan ekologi politik, dan menggunakan berbagai metode untuk mengevaluasi pola dan proses yang mendasari perubahan tutupan lahan. Ilmu perubahan lahan membahas penggunaan lahan sebagai sistem manusia-lingkungan yang saling terkait untuk memahami dampak dari isu-isu lingkungan dan sosial yang saling berhubungan, termasuk deforestasi dan urbanisasi.

Sejarah 

Perubahan yang dilakukan manusia terhadap permukaan tanah telah didokumentasikan selama berabad-abad sebagai dampak yang signifikan terhadap sistem bumi dan kesejahteraan manusia. Perubahan bentang alam untuk memenuhi kebutuhan manusia, seperti penggundulan hutan untuk lahan pertanian, dapat berdampak jangka panjang pada sistem bumi dan memperburuk penyebab perubahan iklim.

Meskipun pembakaran bahan bakar fosil merupakan penyebab utama perubahan iklim saat ini, sebelum Revolusi Industri, deforestasi dan irigasi merupakan sumber emisi gas rumah kaca terbesar yang disebabkan oleh manusia. Bahkan saat ini, 35% kontribusi karbon dioksida antropogenik dapat dikaitkan dengan penggunaan lahan atau perubahan tutupan lahan. Saat ini, hampir 50% permukaan tanah non-es di Bumi telah diubah oleh aktivitas manusia, dengan sekitar 40% dari lahan tersebut digunakan untuk pertanian, melampaui sistem alami sebagai sumber utama emisi nitrogen.

Perubahan tutupan dan penggunaan lahan, seperti konversi lahan menjadi lahan pertanian (area kuning di peta), memiliki dampak skala global yang signifikan.

Sumber: en.wikipedia.org

Ilmu perubahan lahan merupakan bidang yang baru saja berkembang, yang muncul bersamaan dengan kemajuan penelitian perubahan iklim dan perubahan lingkungan global, dan penting bagi evolusi ilmu perubahan iklim dan adaptasi. Ilmu ini berorientasi pada masalah dan bersifat interdisipliner. Pada pertengahan abad ke-20, hubungan antara manusia dan lingkungan muncul di bidang studi seperti antropologi dan geografi.

Beberapa ahli menyatakan bahwa disiplin ilmu perubahan lahan secara longgar berasal dari konsep lanskap Jerman sebagai jumlah total segala sesuatu di dalam suatu wilayah. Pada paruh kedua abad ke-20, para ilmuwan yang mempelajari ekologi budaya dan ekologi penilaian risiko bekerja untuk mengembangkan ilmu perubahan lahan sebagai cara untuk menangani lahan sebagai sistem lingkungan manusia yang dapat dipahami sebagai fondasi ilmu lingkungan global.

Sejauh ini, tujuan dari ilmu perubahan lahan adalah untuk:

  • Mengamati dan memantau perubahan lahan yang sedang berlangsung di seluruh dunia.
  • Memahami perubahan lahan sebagai sebuah sistem manusia-lingkungan.
  • Membuat model perubahan lahan.
  • Menilai hasil dari sistem seperti kerentanan, keberlanjutan, dan ketahanan.

Pengaruh

Ilmu perubahan lahan merupakan bidang interdisipliner, dan dengan demikian dipengaruhi oleh sejumlah bidang studi terkait, termasuk penginderaan jarak jauh, ekologi politik, ekonomi sumber daya, ekologi bentang alam, dan biogeografi. Ilmu ini dimaksudkan untuk melengkapi studi tentang perubahan iklim, dan melalui pemeriksaan tutupan lahan dan perubahan penggunaan lahan yang berhubungan dengan perubahan iklim selama periode waktu yang sama, para ilmuwan dapat lebih memahami bagaimana praktik penggunaan lahan oleh manusia berkontribusi terhadap perubahan iklim. Mengingat keterkaitannya yang erat dengan studi perubahan iklim, ilmu perubahan lahan pada dasarnya merupakan penelitian keberlanjutan dan pengetahuan ilmiah yang dihasilkannya digunakan untuk memengaruhi pengembangan pertanian berkelanjutan, serta praktik dan kebijakan penggunaan lahan yang berkelanjutan.

Disadur dari: en.wikipedia.org