Etika Big Data: Pedoman Penting dalam Era Informasi Digital

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

28 Maret 2024, 08.49

Sumber: www.freepik.com

Etika Big Data, juga dikenal sebagai etika data, merujuk pada sistematisasi, pembelaan, dan rekomendasi konsep perilaku yang benar dan salah terkait dengan data, khususnya data pribadi. Sejak awal Internet, jumlah dan kualitas data telah meningkat secara dramatis dan terus meningkat secara eksponensial. Big data menggambarkan jumlah data yang sangat besar dan kompleks sehingga perangkat lunak aplikasi pemrosesan data tradisional tidak mencukupi untuk mengatasi mereka. Inovasi terbaru dalam penelitian medis dan perawatan kesehatan, seperti sekuensing genom massal, pencitraan resolusi tinggi, catatan medis pasien elektronik, dan sejumlah perangkat kesehatan terhubung internet telah memicu banjir data yang akan mencapai rentang exabyte dalam waktu dekat. Etika data semakin relevan seiring bertambahnya jumlah data karena dampaknya yang luas.

Etika Big Data berbeda dari etika informasi karena fokus etika informasi lebih berkaitan dengan isu-isu hak kekayaan intelektual dan kekhawatiran yang berkaitan dengan pustakawan, arsiparis, dan profesional informasi, sedangkan etika Big Data lebih berkaitan dengan pengumpul dan penyebar data terstruktur atau tidak terstruktur seperti pialang data, pemerintah, dan perusahaan besar. Namun, karena sistem kecerdasan buatan atau pembelajaran mesin secara rutin dibangun menggunakan kumpulan data besar, pembahasan seputar etika data sering terkait erat dengan etika kecerdasan buatan. Lebih baru-baru ini, masalah etika Big Data juga telah diteliti dalam hubungannya dengan bidang etika teknologi dan sains lainnya, termasuk etika dalam matematika dan etika rekayasa, karena banyak bidang matematika terapan dan rekayasa menggunakan kumpulan data yang semakin besar.

Pandangan dan Implikasinya

Etika data adalah topik yang semakin mendapat perhatian di era digital saat ini, karena melibatkan prinsip-prinsip yang penting untuk melindungi hak individu dan memastikan penggunaan data yang adil dan transparan. Artikel ini akan merangkum beberapa prinsip utama yang terkait dengan etika data dan implikasinya dalam konteks yang lebih luas.

1. Kepemilikan Data

Salah satu prinsip utama dalam etika data adalah bahwa individu memiliki hak atas data pribadi mereka. Ini mencakup hak untuk mengontrol dan membatasi berbagi data pribadi mereka. Pada era internet, pertanyaan tentang kepemilikan data semakin relevan dengan adanya observasi dan pemantauan yang masif terhadap individu.

2. Transparansi Transaksi

Prinsip ini menekankan pentingnya akses transparan terhadap desain algoritma yang digunakan dalam menghasilkan data agregat dari data personal seseorang. Hal ini juga memperhatikan bagaimana bias bisa terintegrasi dalam desain algoritma, yang dapat mengakibatkan penindasan sistematis.

3. Persetujuan

Sebelum menggunakan data personal seseorang, persetujuan yang diinformasikan dan secara eksplisit dinyatakan dari pemilik data diperlukan. Ini mencakup pemahaman yang jelas tentang data apa yang akan digunakan, oleh siapa, kapan, dan untuk tujuan apa.

4. Privasi

Prinsip privasi memastikan bahwa upaya yang wajar dilakukan untuk menjaga privasi dalam transaksi data. Meskipun adanya nilai tambah dari berbagi data, penting untuk mempertimbangkan kekhawatiran privasi individu.

5. Nilai Data

Pertanyaan ekonomi muncul seputar berapa nilai data sebenarnya. Meskipun sulit untuk mengukur secara tepat, beberapa pendekatan mencoba untuk mengaitkan nilai data dengan nilai layanan yang diberikan oleh perusahaan teknologi. Ini mengangkat pertanyaan apakah layanan teknologi gratis dalam pertukaran data pribadi adalah pertukaran yang sepadan bagi konsumen.

6. Keterbukaan Data

Konsep keterbukaan data mengusulkan bahwa data harus tersedia secara bebas dan tanpa batasan yang akan menghambat penggunaannya. Langkah-langkah menuju penerbitan dataset terbuka oleh pemerintah telah didorong untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Penting untuk diingat bahwa kesediaan untuk berbagi data bervariasi dari individu ke individu, dan faktor-faktor seperti generasi dapat mempengaruhi sikap terhadap berbagi data.

Dalam rangka menghadapi tantangan etis yang kompleks ini, langkah-langkah harus diambil untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip etika data dihormati dan dilaksanakan dengan baik dalam praktik penggunaan data. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip ini, kita dapat membangun lingkungan yang lebih inklusif dan adil dalam pemanfaatan data di era digital.


Disadur dari: en.wikipedia.org/wiki/Big_data_ethics