Dinamika Pertanian dan Perkebunan di Indonesia

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

30 April 2024, 09.28

Sumber: en.wikipedia.org

Pertanian memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia. Meskipun kontribusinya terhadap PDB cenderung menurun, sektor ini masih menjadi sumber pendapatan bagi banyak rumah tangga. Pada tahun 2022, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan diperkirakan akan menyumbang sekitar 12,4% dari PDB nasional, turun dari 14,43% pada tahun 2013 dan 15,19% pada tahun 2003. Pada tahun yang sama, sekitar 38,7 juta orang diperkirakan akan bekerja di sektor ini, menurun dari 49 juta orang pada tahun 2012. Sekitar 31,2% dari total lahan Indonesia digunakan untuk pertanian.

Pertanian Indonesia dibagi menjadi dua kategori utama: perkebunan besar dan produksi skala kecil. Perkebunan besar lebih fokus pada produk ekspor seperti kelapa sawit dan karet, sementara produksi skala kecil lebih berorientasi pada produk hortikultura untuk memasok kebutuhan lokal dan regional seperti beras, kedelai, jagung, buah-buahan, dan sayuran.

Indonesia, dengan iklim tropisnya, memiliki potensi pertanian yang besar dengan tanah yang subur. Negara ini merupakan produsen utama berbagai produk pertanian tropis seperti minyak sawit, karet alam, kakao, kopi, teh, singkong, beras, dan rempah-rempah. Saat ini, Indonesia merupakan produsen terbesar di dunia untuk beberapa komoditas seperti minyak sawit, cengkeh, dan kayu manis, serta produsen terbesar kedua untuk pala, singkong, dan vanila. Selain itu, Indonesia juga merupakan produsen terbesar ketiga untuk beras dan kakao, produsen kopi terbesar keempat, produsen rokok terbesar kelima, dan produsen teh terbesar keenam di dunia.

Bentuk pertanian

  • Sawah adalah jenis pertanian yang dilakukan di lahan basah dan membutuhkan banyak air, termasuk sawah irigasi, lebak, tadah hujan, dan pasang surut.
  • Tegalan, di sisi lain, merupakan area pertanian yang terletak di lahan kering dan bergantung pada air hujan untuk irigasi. Lahan tegalan cenderung sulit untuk dibuat pengairan irigasi karena topografinya yang tidak rata, dan pada musim kemarau, lahan ini menjadi kering dan sulit untuk menanam tanaman.
  • Pekarangan adalah lahan pertanian yang berada di dalam lingkungan rumah, sering kali dipagari, dan dimanfaatkan untuk menanam tanaman pertanian.

Produksi Makanan Dalam Pertanian

Sektor pertanian dan perikanan memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan dan keamanan pangan bagi populasi Indonesia yang besar. Produksi total perikanan pada tahun 2015 mencapai sekitar 22,31 juta metrik ton, dengan nilai sekitar 18,10 miliar dolar AS. Produksi dari penangkapan ikan liar mengalami tren stabil, sementara produksi dari akuakultur mengalami peningkatan tajam.

Padi merupakan makanan pokok dalam diet Indonesia, dan Indonesia adalah produsen padi terbesar ketiga di dunia setelah Tiongkok dan India. Namun, karena populasi Indonesia yang besar, sebagian besar produksi padi dikonsumsi secara internal. Pemerintah bertanggung jawab mengatur harga dan ketersediaan beras melalui Badan Urusan Logistik Indonesia (Bulog), sementara untuk memastikan keamanan pangan, pemerintah melakukan impor dari negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, dan Kamboja.

Hortikultura, yang mencakup produksi buah dan sayuran, memiliki peran penting dalam ekonomi Indonesia dan dalam mencapai keamanan pangan. Indonesia memiliki beragam produk hortikultura, mulai dari buah-buahan tropis seperti durian, manggis, rambutan, hingga buah-buahan non-tropis seperti apel dan strawberry yang ditanam di daerah pegunungan yang lebih dingin. Meskipun Indonesia adalah pasar yang besar untuk produk hortikultura, sektor ini dianggap kurang optimal, sehingga Indonesia masih perlu mengimpor sebagian besar kebutuhan buah dan sayurannya.

Rempah-rempah adalah elemen penting dalam masakan Indonesia, dengan pulau-pulau Maluku yang dikenal sebagai "Kepulauan Rempah-rempah" karena kontribusinya terhadap pengenalan rempah-rempah dunia. Beberapa rempah-rempah asli Indonesia meliputi pala, cengkeh, daun pandan, dan laos. Meskipun demikian, sebagian besar rempah-rempah di Indonesia diperkenalkan dari India, Asia Tenggara daratan, dan Tiongkok pada zaman kuno, sementara rempah-rempah dari Dunia Baru seperti cabai dan tomat diperkenalkan oleh pedagang Portugis dan Spanyol pada abad ke-16.

Komoditas di Indonesia

  • Minyak Kelapa Sawit:

Indonesia adalah produsen dan konsumen minyak kelapa sawit terbesar di dunia, menyumbang sekitar setengah dari pasokan global. Indonesia memiliki 6 juta hektar perkebunan kelapa sawit, dan menggunakan minyak kelapa sawit sebagai bahan utama untuk minyak goreng, makanan, dan kosmetik. Indonesia juga bertujuan untuk menjadi pusat produksi bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit yang terkemuka.

  • Kelapa:

Kelapa memainkan peran penting dalam kuliner dan ekonomi Indonesia, dengan santan sebagai bahan yang umum digunakan dalam masakan seperti rendang dan soto. Indonesia adalah produsen kelapa terbesar kedua di dunia, dengan produksi 15.319.500 ton pada tahun 2009.

  • Karet:

Industri karet di Indonesia berakar pada masa kolonial Hindia Belanda. Indonesia adalah produsen karet terbesar kedua di dunia setelah Thailand. Meskipun merupakan eksportir utama, tingkat produktivitas Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Sebagian besar perkebunan karet di Indonesia dimiliki oleh petani kecil.

  • Kopi:

Indonesia adalah produsen kopi terbesar keempat di dunia, dengan kondisi geografisnya yang menyediakan kondisi ideal untuk perkebunan kopi. Negara ini memproduksi sekitar 540.000 metrik ton kopi pada tahun 2014, dengan sebagian besar diekspor. Industri kopi telah memainkan peran penting dalam pertumbuhan Indonesia sejak sejarah kolonialnya.

  • Teh:

Indonesia adalah produsen teh terbesar keenam di dunia, dengan produksi yang sudah ada sejak abad ke-18. Mayoritas teh Indonesia diekspor, yang mengindikasikan konsumsi domestik yang relatif rendah. Teh hitam merupakan sebagian besar varietas teh Indonesia, dengan pengakuan global yang terbatas.

  • Tembakau:

Indonesia berada di peringkat kelima dunia dalam hal produksi tembakau dan ukuran pasar. Negara ini mencatat lebih dari 165 miliar penjualan rokok pada tahun 2008, yang mencerminkan keberadaan industri tembakau yang signifikan.


DIsadur dari: en.wikipedia.org