Desain Arsitektur

Dipublikasikan oleh Nurul Aeni Azizah Sari

18 April 2024, 06.39

Sumber: Pinterest

Pendekatan mitigasi kebisingan dalam desain bangunan sangat penting untuk menciptakan lingkungan interior yang nyaman bagi penghuninya. Berikut adalah beberapa poin penting dari pendekatan tersebut:

1. Tata Letak Ruangan: Tata letak ruangan dalam desain bangunan harus memperhitungkan sumber kebisingan eksternal. Ruangan yang kurang sensitif terhadap kebisingan, seperti dapur atau ruang utilitas, sebaiknya ditempatkan lebih dekat dengan sumber kebisingan seperti jalan raya atau rel kereta api. Sementara itu, ruangan yang lebih sensitif terhadap kebisingan, seperti kamar tidur atau ruang keluarga, sebaiknya ditempatkan jauh dari sumber kebisingan.

2. Geometri dan Orientasi Bangunan: Desain geometri dan orientasi bangunan juga memainkan peran penting dalam mengurangi kebisingan. Bangunan harus dirancang sedemikian rupa untuk meminimalkan pantulan suara dari sumber kebisingan utama. Hindari pantulan suara dari satu fasad bangunan ke fasad lainnya, karena ini dapat meningkatkan tingkat kebisingan dalam bangunan.

3. Elemen Tambahan dan Konfigurasi Geometris: Elemen tambahan seperti balkon dan dinding sayap dapat digunakan dalam desain bangunan untuk tujuan mitigasi kebisingan. Mengarahkan jendela menjauh dari sumber kebisingan dan melindunginya dengan dinding sayap dianggap sebagai praktik terbaik dalam desain akustik. Balkon juga dapat memberikan pengurangan kebisingan tertentu tergantung pada faktor-faktor seperti lebar jendela, sudut antara jalan dan jendela, kedalaman balkon, dan ketinggian dinding pembatas.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa desain bangunan yang baik harus mempertimbangkan faktor-faktor akustik dengan cermat untuk menciptakan lingkungan interior yang nyaman dan bebas kebisingan sebanyak mungkin.

Dalam konteks ini, ontologi data kinerja bangunan membantu dalam mengidentifikasi, mengkategorikan, dan menangkap kompleksitas data kinerja bangunan dan atributnya.

Proses ontologisasi data yang dijelaskan dalam artikel ini meliputi beberapa langkah:

1. Preprocessing: Data terkait bangunan diproses terlebih dahulu untuk memastikan ketepatan dan kualitasnya. Langkah ini mungkin melibatkan pembersihan data, normalisasi, dan penghapusan data yang tidak relevan atau tidak valid.

2. Identifikasi kategorikal: Data kemudian diidentifikasi berdasarkan kategori atau jenisnya. Hal ini membantu dalam pengorganisasian data ke dalam struktur ontologi yang tepat.

3. Penambahan atribut yang relevan: Atribut-atribut yang relevan dengan domain kinerja bangunan ditambahkan ke dalam ontologi data. Ini bisa termasuk informasi tentang material, dimensi, efisiensi energi, dan parameter kinerja lainnya.

4. Pengkodean dalam format file yang tepat: Setelah ontologi data dibangun, data diterjemahkan ke dalam format file yang sesuai. Hal ini memungkinkan data untuk digunakan secara efisien oleh berbagai aplikasi penilaian kinerja bangunan.

Dengan menggunakan pendekatan ontologisasi data seperti yang dijelaskan dalam artikel tersebut, dapat meningkatkan efisiensi dalam penggunaan data untuk proses pengiriman dan manajemen bangunan, serta dalam spesifikasi dan penilaian kinerja bangunan.

Dalam kutipan yang Anda berikan dari Ensiklopedia Energi, disebutkan beberapa praktik terbaik untuk menghemat energi dan mengurangi dampak lingkungan dalam bisnis perhotelan. Berikut adalah ringkasan dari beberapa praktik terbaik yang disebutkan:

1. Desain Bangunan Berkelanjutan: Desain bangunan yang memungkinkan penggunaan sinar matahari, ventilasi silang, dan perlindungan cuaca secara maksimal dapat membantu mengurangi konsumsi energi.

2. Pemanfaatan Energi Terbarukan: Menggunakan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya dan generator angin untuk memenuhi kebutuhan energi, seperti pemanasan air dan listrik, dapat membantu mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

3. Peralatan Hemat Energi: Menggunakan peralatan hemat energi seperti lampu neon berdaya rendah dan peralatan lainnya dapat membantu mengurangi konsumsi energi secara keseluruhan.

4. Penggunaan Teknologi Modern: Menggunakan teknologi modern seperti panel surya dan sistem air panas kuantum untuk mengurangi konsumsi energi.

5. Praktik Transportasi Ramah Lingkungan: Mengurangi penggunaan energi dalam transportasi dengan cara seperti mengangkut pelanggan dan staf dengan bus mini, mengganti kendaraan roda empat dengan kendaraan roda dua, dan mendorong penggunaan sepeda.

6. Meningkatkan Waktu Tinggal: Meningkatkan lama waktu tinggal di satu lokasi dapat membantu mengurangi kebutuhan akan perjalanan, yang pada gilirannya dapat mengurangi konsumsi energi.

7.Mematuhi Kode Praktik Lingkungan: Mengikuti kode praktik lingkungan yang mendukung bisnis dalam mengurangi penggunaan energi.

Praktik-praktik ini dapat membantu bisnis perhotelan menghemat biaya, mengurangi dampak lingkungan, dan mendapatkan keunggulan kompetitif dalam industri.

Interaksi longsoran dengan rintangan merupakan aspek penting dalam pemetaan bahaya dan perencanaan mitigasi. Eksperimen di Swiss, Rusia, dan Kanada menunjukkan bahwa longsoran dapat memberikan tekanan besar pada rintangan. Rintangan, seperti tiang pengukuran, dianggap sebagai benda kaku dibandingkan dengan perilaku tubuh longsoran yang seperti cairan. Interaksi ini tidak hanya melibatkan tumbukan tetapi juga berlangsung saat longsoran mengalir melewati rintangan.

Tekanan maksimum yang diukur di lokasi pengujian di Swiss adalah 100 t/m2, sedangkan peneliti Rusia melaporkan tekanan hingga 200 t/m2. Longsoran aliran campuran kering di Swiss menghasilkan tekanan puncak antara 20 dan 50 t/m2 dengan kecepatan antara 30 dan 40 m/s. Sinyal tekanan dapat bervariasi tergantung pada rezim aliran longsoran dan jenisnya.

Model tekanan interaksi longsoran dan rintangan mengasumsikan bahwa badan longsoran adalah sebuah kontinum. Tekanan dapat dievaluasi menggunakan rumus hidrodinamika dengan koefisien hambatan yang tergantung pada bentuk objek. Penting untuk memperkirakan kecepatan longsoran dan densitas aliran untuk menentukan tinggi tekanan yang diterapkan.

Rumus hidrodinamika digunakan untuk memprediksi tekanan tumbukan butiran lokal dalam longsoran salju. Rumus tersebut mengasumsikan tumbukan plastis di mana butiran benar-benar hancur saat tumbukan. Pengalaman menunjukkan bahwa rumus ini mendekati tekanan tumbukan yang terukur dengan baik.

Dengan demikian, pemahaman tentang interaksi longsoran dengan rintangan penting untuk merancang bangunan dan struktur lainnya di jalur longsoran serta untuk pemodelan dan mitigasi bahaya longsoran salju.

Perkembangan arsitektur perkotaan

abad ke-20, dengan penekanan pada tema "mesin" dan efek simbolisnya terhadap ruang perkotaan. Penelitian dalam geografi manusia menyoroti berbagai aspek Modernisme, mulai dari ideologi hingga praktik desain, dan dampaknya terhadap penggunaan ruang perkotaan.

Modernisme arsitektur menekankan efisiensi dan kesederhanaan dalam desain bangunan, dengan gagasan bahwa bentuk harus mengikuti fungsi. Estetika teknologi dan mesin menjadi simbol kesehatan dan efisiensi, dan unsur-unsur seperti dinding putih dan garis lurus digunakan untuk menciptakan efek sosiospasial tertentu dalam ruang perkotaan. Namun, penelitian juga menyoroti kurangnya kritisisme dalam beberapa sejarah arsitektur, yang jarang memperhatikan pengalaman pengguna bangunan atau ketidaksetaraan sosial ekonomi yang mungkin diperparah oleh desain perkotaan Modern.

Sejarah Modernisme arsitektur juga menyoroti pentingnya kepribadian dan ideologi dalam desain perkotaan, serta perdebatan yang terus mempengaruhi perkembangan kota hingga saat ini. Para ahli geografi menunjukkan bahwa pendekatan yang lebih kritis terhadap arsitektur memungkinkan dengan membandingkan pengalaman penghuni masa lalu dengan analisis simbolis dan praktis dari desain perumahan Modern.

Secara keseluruhan, artikel ini menyoroti kompleksitas dan signifikansi Modernisme arsitektur dalam perkembangan perkotaan abad ke-20, serta pentingnya mempertimbangkan dampaknya terhadap penggunaan ruang dan pengalaman sosial masyarakat perkotaan.

Prospek dan tantangan untuk pasar hidrogen hijau

Prospek:
1. Penurunan emisi karbon: Hidrogen hijau merupakan sumber energi bersih yang dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan dalam berbagai sektor, termasuk transportasi, industri, dan pembangkit listrik.
2. Diversifikasi energi: Pasar hidrogen hijau dapat membantu negara-negara untuk diversifikasi sumber energi mereka, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
3. Potensi skala ekonomi: Dengan adopsi yang luas, pasar hidrogen hijau memiliki potensi untuk menciptakan skala ekonomi yang dapat mengurangi biaya produksi dan distribusi, membuatnya lebih kompetitif dengan sumber energi konvensional.
4. Teknologi terus berkembang: Inovasi dan pengembangan teknologi terus mendorong efisiensi produksi dan penggunaan hidrogen hijau, membuka peluang baru untuk aplikasi dan penggunaan yang lebih luas.

Tantangan:
1. Biaya investasi yang tinggi: Pembangunan infrastruktur produksi dan distribusi hidrogen hijau membutuhkan investasi awal yang signifikan, terutama untuk infrastruktur skala besar seperti pipa atau kapal cair.
2. Efisiensi dan kehilangan produk: Beberapa metode distribusi hidrogen hijau, seperti transportasi dalam bentuk cair, memiliki tantangan terkait efisiensi energi dan kehilangan produk selama pengiriman.
3. Kesiapan infrastruktur: Negara-negara perlu mengembangkan infrastruktur yang memadai untuk mendukung produksi, penyimpanan, dan distribusi hidrogen hijau secara efektif.
4. Pasar dan permintaan: Tingkat adopsi hidrogen hijau tergantung pada ketersediaan pasar yang memadai dan permintaan yang cukup, serta kebijakan yang mendukung.
5. Pengalaman industri: Pengiriman dan penggunaan hidrogen cair (LH2) masih merupakan bidang yang relatif baru bagi industri, sehingga diperlukan pengalaman dan pemahaman yang lebih dalam untuk mengatasi tantangan teknis dan operasional.
6. Keamanan: Penggunaan hidrogen sebagai sumber energi juga menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dalam hal penyimpanan, penanganan, dan transportasi, yang perlu dikelola dengan hati-hati.

Dalam menghadapi tantangan ini, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga riset akan menjadi kunci untuk mempercepat pengembangan dan adopsi hidrogen hijau sebagai sumber energi yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Efisiensi Energi dan Perubahan Iklim

Peningkatan efisiensi energi dalam desain dan konstruksi peralatan dan bangunan memiliki dampak positif yang signifikan pada penghematan energi. Contoh yang diberikan oleh Arthur Rosenfeld dan John Wilson dalam Ensiklopedia Energi tahun 2004 mengilustrasikan bagaimana efisiensi energi yang ditingkatkan dari peralatan dan bangunan dapat bekerja secara bersama-sama untuk mengurangi konsumsi energi secara keseluruhan.

Sebelum tahun 1970-an, banyak rumah, terutama di daerah yang beriklim lebih sejuk, memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki insulasi yang memadai dan menggunakan jendela dengan panel tunggal. Namun, dengan diperkenalkannya standar bangunan yang lebih ketat, rumah-rumah baru dibangun dengan kualitas insulasi yang lebih baik dan menggunakan jendela dengan teknologi yang lebih canggih. Hal ini menghasilkan kebutuhan pemanasan dan pendinginan yang lebih rendah untuk menjaga suhu yang nyaman di dalam rumah.

Sementara itu, peralatan seperti AC juga telah mengalami peningkatan efisiensi. Meskipun efisiensi peralatan AC bisa diukur pada saat pembelian berdasarkan standar federal tertentu, efisiensi sebenarnya juga sangat dipengaruhi oleh karakteristik bangunan tempat peralatan tersebut digunakan. Dengan kombinasi dari standar bangunan yang lebih ketat dan peningkatan efisiensi peralatan AC, penggunaan energi di rumah-rumah baru di California dapat dikurangi hingga 40% dari tingkat penggunaan energi pada awal tahun 1970-an.

Selain itu, dengan diperkenalkannya standar yang lebih baru pada tahun 2006, diharapkan penggunaan energi akan terus menurun, dengan estimasi mencapai 33% dari tingkat penggunaan energi pada tahun 1970-an. Ini menunjukkan bahwa kombinasi dari peningkatan efisiensi dalam desain bangunan dan peralatan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam mengurangi konsumsi energi dan mengurangi dampak lingkungan yang dihasilkan oleh bangunan dan peralatan tersebut.

Tulisan tersebut membahas peran ventilasi dalam memengaruhi lingkungan mikrobiologis dalam sebuah bangunan. Berikut adalah poin-poin penting yang dapat disimpulkan dari teks tersebut:

1. Ventilasi sebagai Strategi Utama: Ventilasi merupakan strategi utama dalam desain arsitektur untuk mengatur masuknya udara ambien ke dalam ruangan. Ventilasi alami dan mekanis merupakan dua jenis utama ventilasi yang dibahas.

2. Ventilasi Alami Mekanis: Ventilasi alami cenderung memberikan tingkat pertukaran udara yang cukup, sementara ventilasi mekanis dilengkapi dengan filter untuk mencegah masuknya partikel berukuran besar dari udara luar.

3. Pengaruh pada Mikrobioma Ruangan: Jenis ventilasi yang digunakan mempengaruhi komposisi mikrobioma (komunitas mikroorganisme) dalam ruangan. Ruangan dengan ventilasi alami cenderung memiliki komunitas bakteri yang mirip dengan udara luar ruangan yang berdekatan, sementara ruangan dengan ventilasi mekanis memiliki komunitas mikroba yang berbeda dan kurang beragam.

4. Perawatan Ventilasi: Penting untuk memelihara sistem ventilasi secara rutin untuk mencegah amplifikasi dan penyebaran patogen mikroba. Praktik pembersihan yang rutin diperlukan untuk meningkatkan kualitas udara di dalam bangunan.

Dengan demikian, ventilasi tidak hanya memengaruhi sirkulasi udara dalam bangunan, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan pada lingkungan mikrobiologis di dalam ruangan. Oleh karena itu, penting untuk memilih dan memelihara sistem ventilasi dengan baik untuk menjaga kualitas udara di dalam bangunan.

Panduan desain ventilasi industri yang disebutkan oleh Alfred Moser dan Markus Koschenz, dalam konteks pemodelan teknik, memberikan gambaran tentang penggunaan teknologi komputer dalam desain bangunan, terutama dalam hal ventilasi industri. Di dalamnya, mereka membahas tentang komputer-aided building design (CABD), yang merupakan alat yang umum digunakan dalam simulasi dan desain bangunan.

Beberapa poin kunci yang dapat ditarik dari kutipan yang Anda berikan adalah:

1. Tautan dengan Basis Data: CABD sering kali terintegrasi dengan basis data untuk mengelola informasi yang beragam terkait dengan desain bangunan, termasuk informasi geometris, properti material, dan lainnya.

2. Pentingnya Standardisasi: Upaya dilakukan untuk menstandarisasi format model bangunan, sehingga memungkinkan interaksi yang lebih mudah antara berbagai perangkat dan perangkat lunak yang digunakan dalam desain dan simulasi bangunan.

3. Reduksi Informasi Geometris: Informasi geometris yang dihasilkan oleh CABD sering kali harus disesuaikan atau disederhanakan sebelum dapat digunakan dalam simulasi termal atau analisis lainnya.

4. Pentingnya Representasi Grafis: Representasi grafis dari data input bangunan yang dihasilkan oleh CABD memungkinkan insinyur atau desainer untuk dengan mudah memeriksa dan memvalidasi informasi geometris yang dimasukkan.

Dengan menggunakan teknologi ini, desainer ventilasi industri dapat menghasilkan desain yang lebih efisien dan efektif, serta dapat melakukan simulasi untuk mengoptimalkan kinerja ventilasi dalam bangunan industri.

Disadur dari: sciencedirect.com