Biaya Pengangkutan: Definisi, Alasan, dan Cara Mengurangi Biaya Pengangkutan

Dipublikasikan oleh Dias Perdana Putra

23 April 2024, 07.38

Sumber: Pixabay

Biaya Pengangkutan

Dalam perdagangan, pengangkutan, pengangkutan, atau pengangkutan mengacu pada total biaya pengangkutan barang. Ini termasuk biaya gudang seperti sewa, peralatan dan biaya, biaya keuangan seperti biaya peluang dan biaya inventaris yang berkaitan dengan pembusukan, kebocoran (leakage) dan asuransi. Biaya keterlibatan mencakup biaya nilai buku dan ekuitas, serta biaya peluang, seperti berkurangnya daya tanggap terhadap perubahan kebutuhan pelanggan dan lambatnya pengenalan produk yang ditingkatkan. Sebab uangnya bisa digunakan untuk keperluan lain. Jika tidak ada biaya transaksi untuk transportasi dan tidak ada kelebihan persediaan, seperti dalam sistem produksi just-in-time, biaya transportasi menjadi rendah.

Kelebihan persediaan dapat ditahan karena salah satu dari tiga alasan berikut: Persediaan diadakan pada saat pemesanan ulang dan untuk menentukan berapa banyak persediaan yang harus disimpan untuk produksi, penjualan, atau konsumsi. Jaring pengaman menjelaskan volatilitas waktu pengiriman pemasok atau penurunan permintaan pelanggan. Aset fisik yang dimiliki oleh pelanggan pengecer memberikan banyak informasi. Biaya pengiriman berkisar antara 20 hingga 30 persen dari nilai buku perusahaan.

Definisi

Biaya terdiri dari empat faktor berbeda:

  • Biaya penyimpanan persediaan
  • Gaji dan upah pekerja
  • Pemeliharaan dalam jangka panjang
  • Semua utilitas yang digunakan dalam membawa penyimpanan

Selain itu, biaya pengiriman sering kali dinyatakan dalam persentase. Hal ini memberikan gambaran kepada perusahaan tentang berapa lama mereka dapat menyimpan persediaan sebelum habis, dan juga memberi tahu manajer cara melakukan pemesanan.

Mengapa perusahaan menyimpan persediaan

Persediaan adalah properti perusahaan yang siap untuk dijual. Ada lima alasan dasar mengapa suatu perusahaan memerlukan persediaan.

1. Inventaris keamanan

Hal ini berfungsi sebagai penyangga untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki banyak produk untuk dijual jika permintaan pelanggan melebihi ekspektasi.

2. Memenuhi Permintaan Siklus dan Musiman

Jenis daftar ini digunakan untuk proyek-proyek yang diharapkan membawa perubahan dalam permintaan sosial. Misalnya, sebuah perusahaan permen mungkin mulai memproduksi permen untuk jangka waktu yang lama. Kami akan menambah daftar nomor kami untuk memenuhi permintaan publik sebelum Halloween.

3. Siklus inventarisasi

Pertama, Anda perlu memahami konsep Economic Order Quantity (EOQ). EOQ merupakan upaya membandingkan biaya penyimpanan persediaan dengan biaya yang dikeluarkan pada saat pemesanan atau penyetelan mesin. Jika biaya pemesanan dan biaya penyimpanan sama, maka total biaya dapat diabaikan. Ketika pelanggan meminta produk dalam jumlah besar, perputaran persediaan dapat mengurangi biaya dan bertindak sebagai penyangga bagi perusahaan untuk menjual lebih banyak persediaan.

4. Inventaris Dalam Perjalanan 

Jenis inventaris ini akan menghemat banyak biaya pengiriman perusahaan Anda dan membantu meningkatkan waktu penyelesaian. Misalnya, jika suatu perusahaan memesan sejumlah bahan baku dari pasar luar negeri. Jika Anda membeli dalam jumlah besar, Anda dapat menghemat banyak biaya pengiriman internasional.

5. Persediaan Mati

Stok mati mencakup banyak jenis produk yang sudah ketinggalan zaman dan hanya sedikit pelanggan yang meminta produk tersebut. Kemudian para manajer mengeluarkannya dari rak. Untuk mengurangi biaya penyimpanan produk tersebut, perusahaan dapat mengadakan acara diskon atau menerapkan penurunan harga untuk menarik perhatian pelanggan.

Cara untuk mengurangi biaya pengangkutan

Sebagian besar bisnis melihat memaksimalkan keuntungan sebagai tujuan utama mereka. Untuk mencapai keuntungan yang lebih tinggi berikut beberapa metode untuk mengurangi biaya penyimpanan.

1. Tentukan berapa banyak persediaan yang Anda miliki secara finansial. Jumlah barang dagangan yang tersedia harus disesuaikan dengan permintaan pelanggan, tren industri, dan nilai tukar. Ketika perekonomian melemah atau uang melemah, maka daya beli masyarakat pun menurun.

2. Memperbaiki tata letak gudang: Daripada menyewa lokasi baru, manajer dapat mempertimbangkan untuk merestrukturisasi tata letak gudang yang mereka miliki. Pengemasan yang tidak tepat meningkatkan risiko pengiriman produk yang salah kepada pelanggan. Biaya pengiriman akan meningkat seiring waktu. Untuk menyempurnakan desain, perusahaan dapat menambah area penerimaan atau menambah komponen. Ini membantu mengurangi biaya dan meningkatkan produktivitas karyawan.

3. Menandatangani kontrak jangka panjang dengan pemasok: Menandatangani kontrak jangka panjang dengan pemasok akan meningkatkan keamanan finansial pemasok dan memungkinkan perusahaan memperoleh biaya yang lebih rendah. Ini akan menjadi situasi win-win. Pelanggan mungkin ingin mengurangi waktu pengiriman produk ke gudang, misalnya, dari sebulan sekali menjadi seminggu sekali. Hal ini memungkinkan perusahaan beralih ke gudang yang lebih kecil karena tidak perlu menyimpan banyak produk sekaligus. Hal ini juga mengurangi risiko penyakit dan menurunkan produktivitas.

4. Buat database yang berguna: Database harus mencakup dealer, tanggal, kuantitas, kualitas, tingkat periklanan, waktu yang dihabiskan untuk menjual, dll. Hal ini memungkinkan karyawan masa depan untuk belajar dari pengalaman masa lalu ketika mengambil keputusan. Misalnya, seorang manajer mungkin ingin mengadakan acara mahal untuk membersihkan inventaris produk yang sudah lama disimpan. Anda bisa mencari data historis untuk mengetahui apakah kejadian seperti ini pernah terjadi dan apa dampaknya. Manajer dapat mengambil keputusan dan memperbaiki anggaran berdasarkan catatan peristiwa masa lalu.

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Carrying_cost