Bagaimana Cara Penanganan Analisis Resiko Pangan?

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman

22 April 2024, 04.14

Relasi komponen analisis risiko - Wikipedia

Menyusun analisis risiko keamanan pangan yang kuat bukan hanya tentang memastikan produksi barang dan produk berkualitas tinggi, namun juga merupakan langkah penting untuk menegakkan standar keselamatan, melindungi kesehatan masyarakat, dan mematuhi peraturan internasional dan nasional. Selain sekedar kepatuhan, analisis risiko ini juga berfungsi sebagai tulang punggung untuk memperkuat sistem keamanan pangan, sehingga menghasilkan pengurangan penyakit yang ditularkan melalui makanan secara signifikan.

Dalam dunia analisis risiko yang rumit, fokusnya terletak pada penanganan permasalahan keselamatan utama di lokasi produksi. Penting untuk dicatat bahwa tidak semua masalah keselamatan memerlukan analisis risiko formal; namun, untuk analisis yang rumit atau kontroversial, staf tetap dapat mencari dukungan dari konsultan independen.

Mengungkap Komponen Analisis Risiko

Analisis risiko, sebagaimana didefinisikan oleh Codex Alimentarius Commission, terdiri dari tiga komponen integral: manajemen risiko, penilaian risiko, dan komunikasi risiko.

Manajemen Risiko: Menimbang Pilihan

Dalam konteks Codex Alimentarius Commission, manajemen risiko berbeda dengan penilaian risiko. Hal ini melibatkan proses komprehensif dalam mengevaluasi alternatif kebijakan melalui konsultasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Hal ini mencakup penimbangan penilaian risiko, mempertimbangkan faktor-faktor yang relevan dengan perlindungan kesehatan dan praktik perdagangan yang adil, dan, jika perlu, memilih opsi pencegahan dan pengendalian yang tepat.

Penilaian Risiko: Evaluasi Ilmiah

Penilaian risiko, sesuai dengan komisi keamanan pangan internasional, adalah evaluasi ilmiah terhadap dampak buruk yang diketahui atau potensial terhadap kesehatan akibat paparan manusia terhadap bahaya yang ditularkan melalui makanan. Yang terpenting, hal ini harus didasarkan pada data ilmiah, yang berasal dari penelitian valid di seluruh dunia.

Menavigasi Langkah Penilaian Risiko

  • Identifikasi Bahaya: Menemukan potensi bahaya—biologis, kimia, atau fisik—yang dapat menyebabkan dampak buruk terhadap kesehatan.

Bahaya Biologis: Bakteri, jamur, ragi, virus, parasit, dan bahkan ikan dan kerang tertentu.

Bahaya Kimia: Bahan tanaman beracun, bahan tambahan makanan, pestisida, antibiotik, dan banyak lagi.

Bahaya Fisik: Kaca, kayu, batu, logam, dan benda asing lainnya.

  • Karakterisasi Bahaya: Mengevaluasi sifat dan tingkat dampak buruk terhadap kesehatan yang terkait dengan bahaya yang teridentifikasi. Untuk bahan kimia, penilaian dosis-respons dilakukan.
  • Penilaian Paparan: Mengevaluasi kemungkinan masuknya bahaya melalui makanan, dengan mempertimbangkan pola konsumsi dan tingkat bahaya selama proses produksi.
  • Karakterisasi Risiko: Memperkirakan kemungkinan dan tingkat keparahan dampak buruk terhadap kesehatan berdasarkan identifikasi bahaya, karakterisasi bahaya, dan penilaian paparan.

Komunikasi Risiko: Berbagi Wawasan

Komunikasi risiko melibatkan pertukaran informasi dan opini interaktif selama proses analisis risiko. Hal ini melibatkan pemangku kepentingan seperti penilai risiko, manajer risiko, konsumen, industri, akademisi, dan pihak berkepentingan lainnya. Komunikasi risiko yang efektif memastikan transparansi dalam menjelaskan temuan penilaian risiko dan dasar keputusan manajemen risiko.

Evolusi Komunikasi Risiko Keamanan Pangan

Bidang komunikasi risiko dalam keamanan pangan telah berkembang melalui tahapan yang berbeda: Era komunikasi pra-risiko, model Defisit, model Dialog, model Kemitraan, dan model Wawasan Perilaku. Tahapan ini menandakan pergeseran pendekatan metodologis dan keterlibatan konsumen, dengan harapan akan adanya model lingkungan risiko yang terkendali di masa depan.

Komisi Codex Alimentarius: Penjaga Standar Makanan

Didirikan pada tahun 1963 oleh Organisasi Pertanian Pangan (FAO) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Komisi Codex Alimentarius berdedikasi untuk mengembangkan standar pangan, pedoman, dan teks terkait. Misinya adalah untuk melindungi kesehatan konsumen, memastikan praktik perdagangan yang adil, dan mengoordinasikan upaya standar pangan yang dilakukan oleh organisasi internasional.

Dalam menavigasi lanskap keamanan pangan yang rumit, analisis risiko yang komprehensif, yang mencakup manajemen risiko, penilaian risiko, dan komunikasi yang efektif, menjadi kunci utama. Hal ini tidak hanya melindungi kesehatan masyarakat tetapi juga menumbuhkan industri pangan yang tangguh dan bertanggung jawab serta selaras dengan standar global.

Disadur dari:

https://en.wikipedia.org