Apa itu Metode Geodesi Satelit?

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman

10 Maret 2024, 02.29

Wettzell Laser Ranging System, stasiun jangkauan laser satelit - Wikipedia

Geodesi satelit merupakan ilmu geodesi yang menggunakan satelit buatan untuk mengukur bentuk dan dimensi Bumi, lokasi objek di permukaannya, dan medan gravitasi Bumi dengan menggunakan teknik satelit buatan. Ini termasuk dalam ranah yang lebih luas dari geodesi luar angkasa. Meskipun terdapat sejumlah tumpang tindih antara teknik ini, geodesi astronomi tradisional biasanya tidak dianggap sebagai bagian dari geodesi satelit.

Tujuan utama dari geodesi satelit meliputi:

  1. Penentuan bentuk Bumi, penempatan, dan navigasi (geodesi satelit geometris).
  2. Penentuan geoid, medan gravitasi Bumi, dan variasi temporalnya (geodesi satelit dinamis atau geodesi fisik satelit).
  3. Pengukuran fenomena geodinamis, seperti dinamika kerak dan pergerakan kutub.

Data dan metode geodesi satelit dapat diterapkan dalam berbagai bidang seperti navigasi, hidrografi, oseanografi, dan geofisika. Geodesi satelit sangat mengandalkan mekanika orbital.

Teknik geodesi satelit dapat diklasifikasikan berdasarkan platform instrumen: Satelit dapat diamati dengan instrumen berbasis darat (metode dari Bumi ke angkasa), membawa instrumen atau sensor sebagai bagian dari muatannya untuk mengamati Bumi (metode dari angkasa ke Bumi), atau menggunakan instrumennya untuk melacak atau dilacak oleh satelit lain (metode dari angkasa ke angkasa).

Metode dari Bumi ke Angkasa (Pelacakan Satelit):

  1. Teknik Radio:

GNSS (Global Navigation Satellite System) adalah layanan penentuan posisi radio yang dapat menentukan lokasi penerima dengan akurasi beberapa meter. GPS (Global Positioning System) adalah salah satu sistem terkemuka dalam hal ini.

  1. Teknik Doppler:

Melibatkan perekaman pergeseran Doppler dari sinyal radio frekuensi tetap yang dipancarkan dari satelit saat mendekati dan menjauhi pengamat.

  1. Triangulasi Optik:

Satelit dapat digunakan sebagai target tinggi untuk triangulasi optik, membantu menentukan hubungan geometris antara beberapa stasiun pengamat.

  1. Laser Ranging:

Melibatkan pengukuran waktu terbang pulsa cahaya ultrapendek dari dan ke satelit yang dilengkapi dengan retroreflektor.

 

Metode dari Angkasa ke Bumi (Altimetri):

  1. Altimetri Radar:

Menggunakan altimeter radar untuk mengukur ketinggian permukaan Bumi (laut, es, dan permukaan terestrial) dari wahana antariksa.

  1. Altimetri Laser:

Menggunakan waktu terbang pulsa cahaya optik atau inframerah untuk menentukan ketinggian wahana antariksa atau topografi permukaan Bumi.

  1. InSAR (Interferometric Synthetic Aperture Radar):

Teknik radar interferometri untuk menghasilkan peta deformasi permukaan atau elevasi digital dengan memanfaatkan perbedaan fase gelombang radar antar dua atau lebih gambar SAR.

 

Metode dari Angkasa ke Angkasa (Pelacakan Satelit):

  1. Gradiometri Gravitasi:

Pengukuran independen komponen vektor gravitasi secara real-time menggunakan gradiometer gravitasi.

  1. Pelacakan Satelit ke Satelit:

Berbagai varian dapat digunakan untuk tujuan tertentu, seperti investigasi medan gravitasi dan perbaikan orbit.

Melalui berbagai teknik ini, geodesi satelit telah memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman kita tentang Bumi dan fenomena geodinamisnya. Dari pemetaan presisi hingga pemahaman perubahan ketinggian laut global, geodesi satelit terus berkembang sebagai alat penting dalam pemahaman ilmiah dan aplikatif.

Disadur dari https://en.wikipedia.org/wiki/Satellite_geodesy