Tanya Jawab Implementasi K3 di Industri MIgas
BADAN KEJURUAN TEKNIK INDUSTRI PERSATUAN INSINYUR INDONESIA (BKTI – PII)

Tanya Jawab Implementasi K3 di Industri MIgas

Biaya untuk Umum: Rp. 0
Biaya untuk Mahasiswa: Rp. 0
Total 0 Modul
Pemateri: None
Tanggal Webinar: None None - None
Tanggal Ujian: None -
Tanggal Remedial: None None - None

Tanya Jawab Implementasi K3 di Industri MIgas

Pendaftaran Free Webinar: https://linktr.ee/diklatkerja

1. Mohon kejelasan untuk Lockout Tagout (Loto) di migas

Jawab: lockout tagout itu contoh nya seperti kita kerja di pipa, jika ingin perbaikan pipa kita harus kunci dulu. Kemana pipa nya pergi sumber nya ditutup dulu. Biasanya orang membuat loto di pipa harus liat dulu gambarnya kemana aja sumbernya. Kalau listrik dia harus liat dari mana sumber listrik nya dilihat ujung nya. setelah ditutup semuanya barulah bisa bekerja nanti diberikan tanda. Apabila sudah aman semua orang baru bisa bekerja dan ini banyak kejadian orang salah, tutup pipa yang berbeda makanya harusnya punya gambar layout yang sama.  

2. David (PT. GCEO): Dari tadi disebutkan penggunaan standar-standar Amerika (seperti API, NFPA, ASME)? Apakah di Indonesia diperbolehkan menggunakan standar dari negera lain?

Jawab: emang ideal nya Indonesia menggunakan SNI, NFPA, dan lainnya tapi beberapa memang ada yang tidak ada sehingga memakai yang lain. NFPA memang sudah menjadi standar untuk migas di seluruh dunia. Dan ASME untuk mekanikal nya. 

3. M. Nur Ridwan: Apakah di industri migas terdapat perbedaan dalam proses audit Sistem Manajemen K3 (SMK3) dibandingkan dengan di industri manufaktur? Jikalau ada perbedaan, mungkin bisa dijelaskan pak.

Jawab: secara umum sama, namun audit K3 di migas lebih detail lebih dalam dibanding manufaktur makanya mereka menggunakan standar lagin seperti PSM, standar sama namun standar sama tapi lebih detail dan ketat.

4. Sumiarti: bagaimana penerapan Smk3 untuk mengoptimalkan kinerja k3 karyawan?

Jawab: SMK3 memiliki banyak pasal, prosedur nya kita terapkan. Agar kinerja optimal prosedur diterapkan dan salah satu yang penting adalah dari management nya harus memberika tauladan.

5. Intan: bagaimana cara menanggulangi risiko pada tahap ekplorasi migas? Terutama saat keluarnya gas beracun.

Jawab: pertama harus dicek areanya di amankan dengan menggunakan standar. Sekeliling tempat di amankan agar tidak ada orang disekitar sana. Kedua memasang gas detector agar mengetahu batas aman gas. Apabila sudah terjadi maka ada petugas SCBA yang akan datang ketempat itu untuk menutup tempat tersebut dan mengecek tempat kebocoran.

6. Soni Susanto: bagaimana prosedur yang aman tentang proses pipa bocor akibat jangkar? lalu bagaimana proses penyambungannya kembali

Jawab: pertama harus ditelurusi arah pipa, pipa pasti memiliki keran dan keran tersebut harus ditutup dulu. Amankan area jangan sampai ada orang dan kapal ke sana. Setelah dilokalisir, telusuri pipa arah ke mana kemudian keran ditutupi. Pastikan tidak ada minyak dan gas di pipa baru dilakukan penyambungan di awasi oleh pengawas bawah air. Menggunakan metode pengerjaan yang paling aman dan dilakukan testing radiasi apabila sudah tidak ada bocor pipa dapat digunakan kembali.

7. Baroroh Lestari (Politeknik Negeri Malang): kalau ada bencana alam, bagaimana proses evakuasinya utk industri migas tsb?

Jawab: pertama evakuasi dalam masyarakat sekitar, contoh gempa bumi orang safety akan memonitor apabila ada pipa yang bocor dan lain-lain. Di cek dulu kondisi nya aman atau tidak setelah itu di matikan pipa, keran, dan lain-lain. Kemudia karyawan di evakuasi. Apabila terjadi kebocoran maka akan ada prosedur emergensi bagaimana menahan kebocoran tersebut.

8. Apakah masing masing api jenis aparnya juga berbeda, untuk apar berapa lama bisa dianggap masih bagus? apakah ada, masa berlaku suatau apar? apakah apar yg ada di mobil/kendaraan ada masa kadaluarsanya

Jawab: jenis apar untuk api berbeda-beda tergantung api nya. secara umum ada multifungsi seperti ABC. Dapat dilihat ditabung apar untuk jenis apa. Untuk mengecek apakah apar masih bagus dapat dicek seperti tanda tekanan. Apabila merah tekanan sudah habis dan hijau masih ada. Ada masa berlaku setahun atau 2 tahun takut memiliki kemungkinan powder sudah membeku atau berkurang. Apabila powder sudah abis ada perusahaan yang akan mengisi ulang tekanan yang baru.

9. Pratama (UNJ): Apakah ada prosedur K3 pada flare stack atau flare gas? dan apakah gas tersebut bisa diolah untuk menjadi produk lain yang bisa dimanfaatkan?

Jawab: di pengeboran minyak biasa ada cerobong dari gas-gas yang tadi pasti ada gas-gas yang dibuang atau sudah tidak bisa diolah lagi. Hasil dari kilang minyak itu ada gas-gas yang tadi dibuang bisa diolah lagi bisa masuk ke petrokimia atau pabrik pupuk.

10. Steven Johanes (PEMAKAMIGAS): apakah di kilang maupun depot penyimpanan BBM wajib ada bak pemadam walaupun dekat sumber air (misalnya laut)?

Jawab: sesuai standar pasti ada, tapi bagaimana bila dekat dengan laut? Tetap ada bak, apabila kurang bisa mengambil dari laut.

11. Irwan Suryantoro (Bandung): bagaimana prosedur persaratan kesehatan dalam bekerja di Migas?

Jawab: jadi, pertama operator harus dalam kondisi sehat. Harus medical check up yang sudah menjadi dasar dan harus lolos. Kondisi harus sehat karena pekerjaan yang berat. Setiap perusahaan memiliki masing-masing standar. Berbeda antara migas di darat dan di laut. Di laut memiliki standar lebih tinggi dari pada di darat. Perusahaan memiliki dokter yang akan melihat apakah seseorang bisa bekerja di lapangan.

12. Arief (ADNOC): bagaimana mengontrol Heat Stress Management terutama di musim panas di lokasi kerja beresiko tinggi.

Jawab: Heat stress itu seperti mimisan hingga pingsan karena terlalu panas. Perusahaan biasa memberikan program heat stress, minimal orang memiliki minum dan lain-lain. Di lapangan juga akan disediakan minuman. Sebelum kerja di lapangan orang juga akan di cek suhu dan segala macam. Orang biasa kerja pagi sore atau malam menghindari saat siang. Makanan dan minuman juga disiapkan. Orang-orang juga di cek untuk menghindari risiko.

13. Sumiarti (UIM): Seberapa besar minat dari perusahaan-perusahaan swasta/asing untuk tetap melakukan eksplorasi di Indonesia?

Jawab: secara prinsip apabila selama masih ada sumber deposit migas, maka perusahaan asing masih tetap akan mau melakukan eksplorasi tapi mungkin ini masalah resiko.

14. Rahmat Muharjo: Manakah yang lebih aman antara Migas dan Biogas. Apakah standar kontruksi dan instalasi peralatannya sama? Apakah memungkinkan pendistribusian migas sampai ke perumahan seperti halnya PDAM bagaimana safety nya?

Jawab: sama-sama menghasilkan ethan. Namun lebih aman biogas, kalau migas sama-sama meledak lebih besar migas. Asalkan memenuhi standar jangan sampai bocor dan lain-lain. Gas dikirimkan menggunakan pipa besar seperti PDAM .

 

Kursus Lainnya

K3 Industri Seri-5: Health, Safety and Environment (HSE) Risk Assesment

K3 Industri Seri-5: Health, Safety and Environment (HSE) Risk Assesment

K3 Industri Seri-1: Dasar-dasar K3 di Industri Manufaktur dan Migas (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

K3 Industri Seri-1: Dasar-dasar K3 di Industri Manufaktur dan Migas (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

K3 Industri Seri-4: Implementasi K3 di Industri MIgas (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

K3 Industri Seri-4: Implementasi K3 di Industri MIgas (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 K3 Industri Seri-5: Health, Safety and Environment (HSE) Risk Assesment

Batch 2 K3 Industri Seri-5: Health, Safety and Environment (HSE) Risk Assesment

K3 Industri Series #6: Contractor Safety Management System (CSMS)

K3 Industri Series #6: Contractor Safety Management System (CSMS)

K3 Industri Seri 3: Metoda Investigasi Kecelakaan - Studi Kasus Industri Manufaktur (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

K3 Industri Seri 3: Metoda Investigasi Kecelakaan - Studi Kasus Industri Manufaktur (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

K3 Industri Seri-2: Implementasi K3 di Industri Manufaktur  (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

K3 Industri Seri-2: Implementasi K3 di Industri Manufaktur  (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 K3 Industri Seri-2: Implementasi K3 di Industri Manufaktur  (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 K3 Industri Seri-2: Implementasi K3 di Industri Manufaktur  (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 K3 Industri Seri-4: Implementasi K3 di Industri MIgas

Batch 2 K3 Industri Seri-4: Implementasi K3 di Industri MIgas

Batch 2 K3 Industri Seri-1: Dasar-dasar K3 di Industri Manufaktur dan Migas (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 K3 Industri Seri-1: Dasar-dasar K3 di Industri Manufaktur dan Migas (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 K3 Industri Seri 3: Metoda Investigasi Kecelakaan - Studi Kasus Industri Manufaktur (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 K3 Industri Seri 3: Metoda Investigasi Kecelakaan - Studi Kasus Industri Manufaktur (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Fire Emergency Response Plan

Fire Emergency Response Plan

Higiene Industri

Higiene Industri

https://www.diklatkerja.com/ google-site-verification=NZYxT_LuTP9MO8Y5NiwWF4-gn9VswpOgX2gKm3EGtmE k=rsa; p=MIGfMA0GCSqGSIb3DQEBAQUAA4GNADCBiQKBgQC7oocmjoXIed2vSE790e1bSahpUlaqGTn4MPX1dqt6iZb/bCeDPF8AwU5V+O2GdUldnnwsg6EFqqsJZ8QUfXJDbOetOSH/ETbRIAHxeSQjiaq2Cqob+uyKl7uVYIXkWYR1p1Ln04hc7B05Bs/pv7t7sToNFRIqr9G04P8vRxjpswIDAQAB